Kisah Majusi yang Beruntung Dapat Salam dari Nabi Berkat Amalan Ini
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 05:10 WIB
loading...
Kisah Bahrom Al-Majusi yang berakhir indah merupakan salah satu kisah yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga. Foto/ilustrasi
A
A
A
Kisah laki-laki Majusi ini layak kita jadikan pelajaran betapa rahmat dan kasih sayang Allah sangat luas bak lautan tak bertepi. Laki-laki penyembah api ini dapat salam dari Baginda Nabi dan wafatnya berakhir indah mengucap dua kalimat syahadat.
Ingin tahu apa sebabnya? simak kisahnya berikut ini. Laki-laki Majusi ini bernama Bahrom Al-Majusi. Ia mendapat salam dari Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam lewat mimpi yang dialami Abdullah bin Mubarok (wafat 181 H), seorang ulama dari kalangan Tabiut Tabiin. Kisah ini diceritakan dalam Kitab Al-Mawa'izh Al-Usfuriyah karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury.
Abdullah bin Mubarak menceritakan, ketika melaksanakan ibadah haji beliau berada di Hijr Ismail. Kemudian tertidur dan bermimpi Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam yang berkata kepadanya: "Ketika kamu pulang ke Baghdad, pergilah ke kampung ini. Carilah seseorang yang bernama Bahrom Al-Majusi! Sampaikan salamku kepadanya dan katakan kepadanya kalau Allah meridhoi apa yang ia telah ia lakukan."
"Aku terbangun dan mengucapLaa Haula Wa Laa Quwwat Illa Billaahi al-'Aliyyul 'Azhiim. Mimpi ini berasal dari setan. Kemudian aku berwudhu, sholat, dan thowaf di Ka'bah sebisa mungkin. Di tengah-tengah aktivitas ibadahku, aku merasa kantuk dan tidur. Dalam tidurku, aku bermimpi yang sama seperti sebelumnya sebanyak tiga kali," kata Abdullah bin Mubarak.
Ketika menyelesaikan ibadah hajinya, Abdullah bin Mubarak pulang ke Baghdad dan mencari alamat kampung yang disebutkan oleh Rasulullah dalam mimpinya itu. Qadarullah, beliau mendapati seorang laki-laki tua.
"Apakah kamu adalah Bahrom Al- Majusi?" tanya Ibnul Mubarak. "Ya. Aku adalah Bahrom Al-Majusi," jawabnya.
"Apakah kamu memiliki suatu amal baik di sisi Allah?" tanyaku. "Ya. Aku pernah mengutangi orang-orang 10 Dirham dan menagihnya 11 Dirham. Menurutku ini adalah perbuatan baik," kata Bahrom.
"Itu perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?" kata Ibnul Mubarak.
"Ya. Ada. Aku memiliki 4 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Kemudian aku menikahkan masing-masing 4 anak perempuanku dengan masing- masing 4 anak laki-lakiku."
"Itu juga perbuatan haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?" "Ya, ada. Aku mengadakan suatu acara walimah bagi orang-orang Majusi ketika aku menikahkah anak-anak perempuanku itu." "Itu juga merupakan perbuatan haram.
Ingin tahu apa sebabnya? simak kisahnya berikut ini. Laki-laki Majusi ini bernama Bahrom Al-Majusi. Ia mendapat salam dari Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam lewat mimpi yang dialami Abdullah bin Mubarok (wafat 181 H), seorang ulama dari kalangan Tabiut Tabiin. Kisah ini diceritakan dalam Kitab Al-Mawa'izh Al-Usfuriyah karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury.
Abdullah bin Mubarak menceritakan, ketika melaksanakan ibadah haji beliau berada di Hijr Ismail. Kemudian tertidur dan bermimpi Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam yang berkata kepadanya: "Ketika kamu pulang ke Baghdad, pergilah ke kampung ini. Carilah seseorang yang bernama Bahrom Al-Majusi! Sampaikan salamku kepadanya dan katakan kepadanya kalau Allah meridhoi apa yang ia telah ia lakukan."
"Aku terbangun dan mengucapLaa Haula Wa Laa Quwwat Illa Billaahi al-'Aliyyul 'Azhiim. Mimpi ini berasal dari setan. Kemudian aku berwudhu, sholat, dan thowaf di Ka'bah sebisa mungkin. Di tengah-tengah aktivitas ibadahku, aku merasa kantuk dan tidur. Dalam tidurku, aku bermimpi yang sama seperti sebelumnya sebanyak tiga kali," kata Abdullah bin Mubarak.
Ketika menyelesaikan ibadah hajinya, Abdullah bin Mubarak pulang ke Baghdad dan mencari alamat kampung yang disebutkan oleh Rasulullah dalam mimpinya itu. Qadarullah, beliau mendapati seorang laki-laki tua.
"Apakah kamu adalah Bahrom Al- Majusi?" tanya Ibnul Mubarak. "Ya. Aku adalah Bahrom Al-Majusi," jawabnya.
"Apakah kamu memiliki suatu amal baik di sisi Allah?" tanyaku. "Ya. Aku pernah mengutangi orang-orang 10 Dirham dan menagihnya 11 Dirham. Menurutku ini adalah perbuatan baik," kata Bahrom.
"Itu perbuatan yang haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?" kata Ibnul Mubarak.
"Ya. Ada. Aku memiliki 4 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Kemudian aku menikahkan masing-masing 4 anak perempuanku dengan masing- masing 4 anak laki-lakiku."
"Itu juga perbuatan haram. Apakah ada perbuatan baik selain itu?" "Ya, ada. Aku mengadakan suatu acara walimah bagi orang-orang Majusi ketika aku menikahkah anak-anak perempuanku itu." "Itu juga merupakan perbuatan haram.
Lihat Juga :