Kisah Bijak Para Sufi: Timur Agha dan Bahasa Binatang

Senin, 13 Juli 2020 - 06:08 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Keledai. Foto/Ilustrasi/ist
A A A
PADA zaman dahulu, ada seorang Turki bernama Timur Agha, yang mencari ke berbagai desa dan kota, dusun dan negeri, orang yang bisa mengajarinya bahasa binatang dan burung. Ke mana saja ia berkelana, diadakannya penyelidikan tersebut, sebab ia mengetahui bahwa Najmuddin Kubra yang Agung telah memiliki kemampuan berbicara dengan binatang dan burung; dan ia pun mencari salah seorang pengikut langsung Sang Agung agar bisa mempelajari pengetahuan gaib itu, pengetahuan Sulaiman.

Akhirnya, karena telah mengembangkan nilai kelaki-lakian dan kemurahan hati, ia menyelamatkan hidup seorang darwis tua lemah yang bergelantungan pada tali jembatan di sebuah bukit, dan yang berkata, "Nak, Aku Bahaudin Sang Darwis, dan telah kubaca pikiranmu. Sejak saat ini, kau akan bisa berbahasa binatang." Timur berjanji tak akan menceritakan rahasia itu kepada orang lain.

Baca juga: Air Surga dari Orang Badui untuk Baginda Harun Al-Rasyid

Timur Agha pun pulang dan bergegas ke kebunnya. Segera ia bisa mempergunakan kemampuan barunya itu. Seekor lembu dan seekor keledai sedang berbincang-bincang, dalam cara mereka sendiri. Si Lembu berkata, "Aku harus menarik bajak, dan tugasmu hanya pergi ke pasar. Karena itu, kau pasti lebih pandai dariku; berilah aku jalan keluar dari masalah ini."

"Yang harus kau lakukan," kata Si Keledai yang cerdik," hanya rebah dan berpura-pura sakit perut. Aku jamin, Si Petani akan merawatmu, sebab kau seekor binatang berharga. Ia akan biarkan kau mengaso dan memberimu makan lebih banyak."

Namun, tentu saja, Timur menguping percakapan mereka. Ketika lembu jantan itu merebahkan diri, Timur berseru keras-keras, "Malam ini aku akan membawa lembu itu ke tukang daging, kecuali kalau sakitnya sembuh dalam setengah jam." Dan begitulah, lembu itu pun tiba-tiba sangat sehat!

Hal itu membuat Timur tertawa tergelak, dan istrinya yang berwatak ingin tahu dan perajuk bersikeras ingin mengetahui kenapa suaminya itu tertawa-tawa. Tetapi karena sudah janji, Si Petani pun menolak memberitahukannya.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen )

Keesokan hari, mereka pergi ke pasar; petani itu jalan kaki, istrinya duduk di atas keledai, dan anak keledai mengikuti di belakang. Anak keledai itu meringkik, dan Timur menyadari bahwa ia berbicara kepada induknya, "Aku tak bisa jalan lebih jauh lagi, biarkan aku naik ke punggungmu."

Ibunya menjawab, dalam bahasa keledai, "Ibu membawa istri Si Petani, dan kita hanyalah binatang, ini sudah takdir kita dinaiki manusia; tak ada yang bisa kulakukan untuk membantumu, Nak."

Timur pun seketika menyuruh istrinya turun dari keledai agar binatang itu bisa mengaso. Mereka singgah di bawah sebuah pohon. Sang istri marah, namun Timur berkata, "Aku pikir sudah waktunya kita istirahat."(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu )

Si keledai pun berkata kepada diri sendiri, "Orang ini mengetahui bahasa kami, bahasa binatang. Ia pasti menguping percakapanku dan Si Lembu, dan itu sebabnya ia mengancam akan membawanya ke tukang daging. Tetapi, ia tidak menghukumku, dan malahan tipu dayaku dibalasnya dengan kebaikan." (Baca juga: Jalan Gunung: Ahli Logika Cenderung Buram Matanya, Benarkan?)

Si keledai pun meringkik, "Terima kasih, Tuan." Timur tertawa atas rahasia yang disimpannya, tetapi istrinya yang tidak mengerti, merasa geram.

"Sepertinya kau mengetahui sesuatu tentang cara binatang-binatang ini berbicara," kata sang istri.

"Kau bercanda; mana ada orang yang bisa mendengar binatang berbicara?" tanya Timur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Teknologi Canggih 1.000...
Teknologi Canggih 1.000 Tahun Lalu Terungkap dari Mumi Khuwy
5 Mitos Aurora Borealis,...
5 Mitos Aurora Borealis, Roh-Roh di Cahaya Utara!
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Alasan Ramalan Kiamat...
Alasan Ramalan Kiamat Para Ilmuwan Selalu Meleset
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved