alexametrics

Doa Salat Dhuha dan Tata Cara Mengerjakannya

loading...
Dhuha artinya ketika posisi matahari sedang naik. Saat itu manusia akan disibukkan dengan urusan duniawi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) menganjurkan umatnya untuk menghidupkan waktu tersebut dengan mendirikan salat sunnah Dhuha.

Salat Dhuha adalah salat sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Salat ini juga disebut solat awwabin, yaitu salatnya orang-orang yang kembali (bertaubat). Orang yang istiqomah mengerjakan salat Dhuha akan dicatat sebagai orang yang taat.

Dari Abu Hurairah RA berkata, "Kekasihku (Rasulullah SAW) memberi pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan yaitu puasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha, dan salat witir sebelum tidur." (Muttafaqun 'Alaih)



Rasulullah SAW juga bersabda: "Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat." (HR. Muslim)

Tata Cara Mengerjakannya
Adapun waktu mengerjakan salat Dhuha adalah 15 menit setelah matahari terbit dan berakhir sekitar 15 menit sebelum masuk waktu Zhuhur. Waktu terbaik mengerjakan salat Dhuha yaitu ketika matahari mencapai titik tertinggi atau sekitar jam 9-11 pagi. Atau ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak.

Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat menurut kesepakatan ulama. Namun maksimalnya para ulama mazhab berbeda pendapat. Ada yang mengatakan maksimal 8 rakaat, ada yang 12 rakaat dan ada yang tidak berbatas.

Niat Salat Dhuha
Para ulama sepakat bahwa niat tempatnya di hati. Namun, melafazkannya tidak mengapa untuk membantu menghadirkan hati. Berikut lafaz niat salat Dhuha:
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan Dhuha rak'ataini lillahi Ta'ala.

Artinya: Aku niat salat sunnah Dhuha 2 rakaat karena Allah Ta'ala.

Bisa juga Melafazkan:
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillahi ta'ala.

Artinya: Aku niat salat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.

Dari Ummu Hani' binti Abi Thalib, Rasulullah SAW pernah mengerjakan salat Dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud, hadis sahih)

Doa Salat Dhuha
Dari 'Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW selesai salat Dhuha, beliau mengucapkan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

Allohummaghfir-lii wa tub 'alayya, Innaka Antat-Tawwabur Rohiim

Artinya:
Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Beliau SAW membacanya hingga seratus kali. (HR Bukhari, hadis shahih)

Adapun doa yang populer di tengah masyarakat yaitu:
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ


Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.

Artinya:
Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang saleh.
(rhs)
KOMENTAR
loading gif
cover top ayah
وَاتَّخَذُوۡا مِنۡ دُوۡنِهٖۤ اٰلِهَةً لَّا يَخۡلُقُوۡنَ شَيۡـًٔـا وَّهُمۡ يُخۡلَقُوۡنَ وَلَا يَمۡلِكُوۡنَ لِاَنۡفُسِهِمۡ ضَرًّا وَّلَا نَفۡعًا وَّلَا يَمۡلِكُوۡنَ مَوۡتًا وَّلَا حَيٰوةً وَّلَا نُشُوۡرًا‏
Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal mereka tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan oleh manusia, dan tidak kuasa untuk menolak bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat mendatangkan manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak pula membangkitkan.

(QS. Al-Furqan:3)
cover bottom ayah
preload video