Sambut Ramadhan, Bersihkan Diri dengan Salat Taubat, Begini Caranya

loading...
Sambut Ramadhan, Bersihkan Diri dengan Salat Taubat, Begini Caranya
Sambut Ramadhan, Bersihkan Diri dengan Salat Taubat, Begini Caranya
SETIAP muslim perlu membawa bekal dalam memasuki bulan suci Ramadhan . Setidaknya ada empat amalan yang perlu dikerjakan. Salah satunya adalah memperbaiki hubungan dengan Allah dengan taubatan nasuha. Bertaubat dengan sebenarnya.

"Inilah saatnya kita bertaubat," tandas dai top, Ustaz Abdul Somad atau yang populer dipanggil UAS, dalam sebuah pengajian belum lama ini. "Mandi, lalu salat taubat. Lalu istighfar ," jelasnya.

Menurut para ulama yang berasal dari empat madzab fiqih yaitu Madzab Maliki, Hambali, Syafi’i, dan Hanafi menyatakan bahwa hukum pelaksanaan salat taubat adalah sunah. Jadi, ketika seseorang telah berbuat dosa atau kesalahan, dan ketika ia memiliki keinginan untuk bertaubat, maka hendaknya ia mengerjakan salat sunah dua rakaat serta bertaubat kepada Allah SWT.

Adapun bentuk dari kesalahan sehingga seseorang bertaubat bukan hanya berupa perbuatan-perbuatan yang diharamkan dalam islam, akan tetapi juga dapat berupa perbuatan-perbuatan yang dimakruhkan dalam islam. Seseorang bisa dikatakan benar-benar bertaubat apabila:

  • Dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh
  • Adanya rasa penyesalan atas segala dosa yang pernah diperbuat
  • Bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan untuk selama-lamanya, baik dalam hati maupun ditunjukkan dalam perbuatan.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan ‘Taubat Nasuha’ (taubat yang sebenar-benarnya). (QS. At- Tahrim ayat 8)

ثم قرأ هذه الآية: [وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran ayat 135)

Allah SWT juga berfirman:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS An- Nisa : 17)

Lalu, Allah SWT berfirman:

وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az- Zumar:54)

Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan salat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Ahmad, dan Tabrani dalam kitab Al- Ausath Rasulullah bersabda:

وقال صلى الله عليه وسلم لمعاذ: إذا أسأت فأحسن
halaman ke-1
preload video