Begini Kisah Nabi Ibrahim dalam Taurat yang Dikoreksi Hadis Nabi
Selasa, 06 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ilustrasi/Ist
TAURAT adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa . Ia telah mengalami banyak penyimpangan, dan sisa-sisanya terdapat di dalam kitab yang diberi nama Taurat di kitab-kitab lima yang pertama, yang dinamakan dengan nama syariat. Orang-orang Yahudi yang menulisnya telah banyak melakukan penambahan dan semuanya mereka beri nama Taurat dengan perselisihan di antara mereka, mana yang diterima dan mana yang ditolak. (Baca juga: Kisah Pilu Tatkala Siti Hajar Menghapus Jejaknya Agar Tidak Terlacak Siti Sarah )
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul " Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah " menjelaskan kisah tentang Nabi Ibrahim terdapat di dalam Taurat. Hanya saja, kisah tersebut tidak rinci, seperti dalam hadis.
"Hadis membenarkan riwayat Taurat dan membongkar penyelewengan dan penggubahan yang menimpa kisah ini sepanjang masa," tutur Syaikh Umar.. (Baca juga: Sejarah Kurban dan Kekayaan Nabi Ibrahim yang Mencapai 12.000 Ekor Ternak )
Safar Takwin
Kisah Nabi Ibrahim, Ismail , Siti Sarah , dan Siti Hajar tertulis dalam Ishah 16 dan Ishah 21 dalam Safar Takwin. Nashnya adalah, "Saray istri Abram belum kunjung melahirkan anak. Dia memiliki hamba sahaya dari Mesir bernama Hajar. Saray berkata kepada Abram, "Tuhan belum mengizinkanku untuk melahirkan. Menikahlah dengan hamba sahayaku. Mudah-mudahan aku mempunyai anak darinya."
Saray adalah nama Sarah sebelumnya, dan Abram adalah nama Ibrahim sebelumnya. Taurat menyatakan bahwa pergantian kedua nama itu dengan perintah Allah. (Baca juga: Kedermawanan Ri'lah binti Mudhadh, Istri Nabi Ismail )
Abram mendengar ucapan Saray. Maka Saray, istri Abram, mengambil hamba sahayanya, Hajar Al-Misriyah, setelah sepuluh tahun berlalu sejak Abram tinggal di bumi Kan'an. Saray memberikan Hajar kepada Abram, suaminya, agar memperistrinya. Maka Abram melakukannya dan Hajar hamil.
Manakala Saray melihat Hajar hamil, dia merasa rendah di depan matanya. Saray berkata kepada Abram, "Kedzalimanku atasmu. Aku memberikan hamba sahayaku kepadamu. Ketika aku melihatnya hamil, aku merasa rendah di matanya. Semoga Allah memutuskan antara diriku dengan dirimu."
Abram berkata kepada Saray, "Itu dia hamba sahayamu di tanganmu. Lakukanlah apa yang menurutmu baik di matamu." Maka Saray menghinakannya dan Hajar minggat dari sisinya.(Baca juga: Hadis Nabi tentang Sapi dan Srigala yang Berbicara dengan Bahasa Manusia )
Malaikat Tuhan mendapatkan Hajar di tanah lapang di sebuah mata air di jalan Syur. Malaikat bertanya, "Wahai Hajar hamba sahaya Saray, dari mana kamu datang dan ke mana kamu pergi?" Hajar menjawab, "Aku minggat dari sisi majikanku, Saray." Malaikat Tuhan berkata kepadanya, "Pulanglah kamu kepada majikanmu dan tunduklah di bawah kekuasaannya."
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul " Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah " menjelaskan kisah tentang Nabi Ibrahim terdapat di dalam Taurat. Hanya saja, kisah tersebut tidak rinci, seperti dalam hadis.
"Hadis membenarkan riwayat Taurat dan membongkar penyelewengan dan penggubahan yang menimpa kisah ini sepanjang masa," tutur Syaikh Umar.. (Baca juga: Sejarah Kurban dan Kekayaan Nabi Ibrahim yang Mencapai 12.000 Ekor Ternak )
Safar Takwin
Kisah Nabi Ibrahim, Ismail , Siti Sarah , dan Siti Hajar tertulis dalam Ishah 16 dan Ishah 21 dalam Safar Takwin. Nashnya adalah, "Saray istri Abram belum kunjung melahirkan anak. Dia memiliki hamba sahaya dari Mesir bernama Hajar. Saray berkata kepada Abram, "Tuhan belum mengizinkanku untuk melahirkan. Menikahlah dengan hamba sahayaku. Mudah-mudahan aku mempunyai anak darinya."
Saray adalah nama Sarah sebelumnya, dan Abram adalah nama Ibrahim sebelumnya. Taurat menyatakan bahwa pergantian kedua nama itu dengan perintah Allah. (Baca juga: Kedermawanan Ri'lah binti Mudhadh, Istri Nabi Ismail )
Abram mendengar ucapan Saray. Maka Saray, istri Abram, mengambil hamba sahayanya, Hajar Al-Misriyah, setelah sepuluh tahun berlalu sejak Abram tinggal di bumi Kan'an. Saray memberikan Hajar kepada Abram, suaminya, agar memperistrinya. Maka Abram melakukannya dan Hajar hamil.
Manakala Saray melihat Hajar hamil, dia merasa rendah di depan matanya. Saray berkata kepada Abram, "Kedzalimanku atasmu. Aku memberikan hamba sahayaku kepadamu. Ketika aku melihatnya hamil, aku merasa rendah di matanya. Semoga Allah memutuskan antara diriku dengan dirimu."
Abram berkata kepada Saray, "Itu dia hamba sahayamu di tanganmu. Lakukanlah apa yang menurutmu baik di matamu." Maka Saray menghinakannya dan Hajar minggat dari sisinya.(Baca juga: Hadis Nabi tentang Sapi dan Srigala yang Berbicara dengan Bahasa Manusia )
Malaikat Tuhan mendapatkan Hajar di tanah lapang di sebuah mata air di jalan Syur. Malaikat bertanya, "Wahai Hajar hamba sahaya Saray, dari mana kamu datang dan ke mana kamu pergi?" Hajar menjawab, "Aku minggat dari sisi majikanku, Saray." Malaikat Tuhan berkata kepadanya, "Pulanglah kamu kepada majikanmu dan tunduklah di bawah kekuasaannya."
Lihat Juga :