8 Adab Menghadiri Resepsi Pernikahan, Nomor Terakhir Sering Lupa Diamalkan
Rabu, 23 Februari 2022 - 10:14 WIB
Dalam Islam, jika kita diundang ke acara walimatul urs atau pesta pernikahan harus memperhatikan adab dan etikanya.. Foto ilustrasi/istimewa
Dalam Islam, jika kita diundang ke acara walimatul 'urs atau pesta pernikahan harus memperhatikan adab dan etikanya. Adab ini penting, agar kedatangan kita ke acara walimatul 'urs tersebut berpahala dan juga memberikan pahala kepada orang yang menggelar syukuran tersebut.
Disarikan dan dirangkum dari terjemahan kitab Waliimatul ‘Urs wa Adaabihaa karya Dr. Aamal Yasin ‘Abdul Mu’thy Al-Bandary, Pustaka Ibnu Umar, dijelaskan beberapa adab ketika kita menghadiri acara resepsi pernikahan ini.
Baca juga: Bolehkah Pasangan Muslim Merahasiakan Pernikahan?
Antara lain:
1. Tidak datang semata-mata untuk makan, akan tetapi, hendaklah ia niatkan untuk mengamalkan sunnah, memuliakan saudaranya sesama mukmin, dan agar tidak dikira takabbur (sombong).
2. Niatkan sebagai pengamalan takwa dalam ketaatan, dengan demikian, makan yang asalnya kebiasaan menjadi bernilai ibadah.
3. Mengamalkan adab-adab makan yang disunnahkan, di antaranya:
Pertama, membaca basmalah sebelum mengulurkan tangan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang anak
“Wahai nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang terdekat denganmu dulu.” (HR. Al-Bukhari No. 5376)
Kedua, hendaknya ia makan makanan yang ada di dekatnya. Dalilnya adalah hadis di atas juga.
Disarikan dan dirangkum dari terjemahan kitab Waliimatul ‘Urs wa Adaabihaa karya Dr. Aamal Yasin ‘Abdul Mu’thy Al-Bandary, Pustaka Ibnu Umar, dijelaskan beberapa adab ketika kita menghadiri acara resepsi pernikahan ini.
Baca juga: Bolehkah Pasangan Muslim Merahasiakan Pernikahan?
Antara lain:
1. Tidak datang semata-mata untuk makan, akan tetapi, hendaklah ia niatkan untuk mengamalkan sunnah, memuliakan saudaranya sesama mukmin, dan agar tidak dikira takabbur (sombong).
2. Niatkan sebagai pengamalan takwa dalam ketaatan, dengan demikian, makan yang asalnya kebiasaan menjadi bernilai ibadah.
3. Mengamalkan adab-adab makan yang disunnahkan, di antaranya:
Pertama, membaca basmalah sebelum mengulurkan tangan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang anak
يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang terdekat denganmu dulu.” (HR. Al-Bukhari No. 5376)
Kedua, hendaknya ia makan makanan yang ada di dekatnya. Dalilnya adalah hadis di atas juga.
Lihat Juga :