Pahala Mencium Hajar Aswad dari Jarak Jauh Bagi Jemaah Lansia

Minggu, 04 Juni 2023 - 12:57 WIB
loading...
Pahala Mencium Hajar...
Menurut ulama 4 Mazhab mencium Hajar Aswad adalah sunah, sehingga bagi jemaah haji khususnya yang sudah lansia mencium Hajar Aswad bisa dilakukan secara jarah jauh dan tetap mendapat pahala. Foto istimewa
A A A
Mengusap (istislam) dan mencium Hajar Aswad di Masjidilharam merupakan impian semua jemaah haji dan umrah . Namun, kondisi fisik yang tidak memungkinkan dan padatnya jemaah membuat keinginan itu sulit diwujudkan. Terutama bagi mereka yang sudah usia lanjut (lansia).

Jumhur ulama baik dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah maupun Hanabilah sepakat mengusap atau mencium batu yang berasal dari surga tersebut hukumnya sunah.

Kesunahan ini salah satunya didasari oleh hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang disebut dalam Mustadrak Al-Hakim:

عن عبد الله ابن عمر، قال استقبل رسول الله صعم الحجر واستسلمه (رواه الحاكم)


Artinya: Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Rasulullah Saw menghadap ke arah hajar aswad dan mengusapnya.” (HR. al-Hakim).

Dalam buku "Moderasi Manasik Haji", hadis di atas mengindikasikan kesunahan mengusap dan mencium Hajar Aswad saat kondisi lengang dan tidak berdesak-desakan. Namun jika kondisinya berdesakan dan ramai, maka teknik mengusap (istislam) dapat dilakukan dengan cara berdiri sembari memberikan isyarat ke arah Hajar Aswad dengan tongkat atau benda-benda selainnya, termasuk dengan tangan kanan.

Disebut dalam buku Fiqih Empat Mazhab, sebagai berikut:

فإن عجز عن الإستسلام بيده فاستسلم بنحو عصا ويقبل ما أصابه به فإن عجز بذالك أيضا أشار إليه بيده أو بما فيه واليمين أفضل


Artinya: “Jika tidak mungkin mengusap (hajar aswad) dengan tangan, maka dapat dilakukan dengan menggunakan tongkat, lalu menciumnya. Jika tidak bisa juga maka cukup memberi isyarat dengan tangan, atau dengan apapun yang ada padanya, hanya saja menggunakan tangan kanan lebih utama."

Bagi jemaah lansia yang kondisi fisiknya lemah, Islam memberikan alternatif kemudahan, termasuk saat hendak mengusap ataupun mencium Hajar Aswad . Hal itu lantaran kondisinya yang tidak normal (dharurah). Kaidah fikih menegaskan,
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Doa Saat Memasuki Masjidil...
Doa Saat Memasuki Masjidil Haram, Singkat dan Mudah Dihapal Jemaah Haji
Rekomendasi
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
AS Tepis Bisa Matikan...
AS Tepis Bisa Matikan Jet Tempur Siluman F-35 dari Jarak Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved