Sultan Abdul Hamid: Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita

Minggu, 26 Juli 2020 - 10:57 WIB
loading...
A A A
“Kakek saya Sultan Mahmud ll,” katanya lagi. “Telah melebarkan sayap intelijen negara dengan menjadikan para darwis (kalangan sufi di Turki) sebagal bagian intelijen. Hal ini juga saya lakukan dan akan terus berlangsung,” paparnya.

“Satu hari saya mendengar kabar dari Mosurus Pasya, duta besar kami di London, bahwa Perdana Menteri sebelumnya, Sir Askar Husein Auni Pasya menerima sejumlah uang tunai dari lnggris. Jika seorang Perdana Menteri yang tak lain adalah seorang yang memerintah negeri ini atas nama Sultan bisa melakukan pengkhianatan pada pemerintahan, maka tidak boleh tidak para intelijennya harus menyampaikan ke istana, bahwa dia telah melakukan pekerjaannya dalam bentuknya yang paling sempurna. Oleh sebab itulah, dia sangat terpengaruh dan terpukul di hari-hari itu,” lanjutnya.

Baca juga: Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih Ubah Daratan Menjadi Lautan

“Suatu saat Mahmud Pasya datang menemui saya, dan memberitahukan beberapa kabar tentang anggota "Turki Muda” (Young Turk}. Kabar-kabar yang dia berikan itu sangat penting. Saya tanyakan kepadanya, bagaimana dia bisa menerima semua kabar itu. Maka saya ketahui, bahwa dia telah membentuk intelijen khusus. Mereka terdiri dari beberapa orang yang tergabung dalam Turki Muda. Merekalah yang berbicara dengan kerabat-kerabatnya dan mendengarkan dari mereka kemudian memberitahukannya. Kemudian dia membayar uang pada mereka.”

Memang benar, dia adalah suami saudariku. Hanya saja, tidak boleh bagi seorang Pasya yang menjabat jabatan pemerintahan untuk membentuk badan intelijen independen yang terpisah dari intelijen negara.

Baca juga: Pecat Syaikh Kurani sebagai Hakim, Sultan Muhammad Al-Fatih Menyesal

Saya katakan padanya, agar dia segera membubarkan jaringan intelijennya itu dengan segera dan jangan sampai mengulangi pekerjaan ini kembali dan saya akan ambil alih jaringan itu.

Apa yang saya lakukan membuat dia tidak suka. Sebab sangat tidak mungkin bagi sebuah negara bisa aman, jika sebuah negara asing bisa membikin orang-orang sebagai tentara yang akan merealisasikan target-targetnya yang memiliki posisi sebagai Perdana Menteri. Atas dasar inilah, maka saya membentuk badan intelijen yang langsung berhubungan dengan saya. Badan inilah yang disebut oleh musuh-musuh saya sebagai "Jurnalijiyah" (tentara rahasia/mata-mata).

Maka, wajib bagi saya untuk mengetahui bahwa di antara anggota intelijen saya itu orang-orang yang betul-betul ikhlas dan beberapa orang yang tercemar. Namun saya tidak langsung mempercayai sesuatu yang datang dari lembaga ini, tanpa seleksi dan penelitan yang mendalam.

Baca juga: Begini Cara Sultan Muhammad Al-Fatih Memuliakan Ulama

Kakek saya Sultan Salim II pernah suatu saat berteriak, ‘Sesungguh-nya tangan-tangan orang asing menggerayang di atas hati kita. Oleh sebab itulah, wajib bagi kita untuk mengirimkan para duta besar ke negeri-negeri asing untuk mentransfer kemajuan yang dicapai oleh negara-negara Eropa. Wajib bagi kita untuk mengirim utusan ke luar, agar kita segera bekerja sesuai dengan apa yang mereka capai.”

Saya juga merasa, bahwa tangan-tangan asing itu bukan hanya menggerayang di atas hati kita, namun di dalam hati kita. Mereka telah membeli menteri-menteri besar dan menteriku, dan menggunakannya untuk melawan negeriku. Bagaimana mungkin ini semua terjadi, padahal saya adalah orang yang memberi belanja kepada mereka dari kas negara? Namun ternyata, saya tidak tahu apa yang sedang mereka kerjakan, apa yang mereka rencanakan dan apa yang sedang mereka siapkan? Memang benar saya telah membentuk badan intelijen dan saya yang mengaturnya. Lalu kapan ini semua terjadi?

Baca juga: Konstantinopel Jadi Islambul: Al-Fatih Berambisi Jadikan Ibu Kota Terindah di Dunia

Setelah saya melihat beberapa menteri besarku menerima suap dari negara-negara asing sebagai imbalan agar mereka menghancurkan dan melakukan konspirasi terhadap Sultannya, saya dirikan badan intelijen ini bukan untuk dijadikan sebagai sarana untuk melawan warga negara, namun untuk melihat dan mengawasi mereka yang sengaja melakukan pengkhianatan terhadap negara saya. Padahal mereka adalah orang-orang yang menerima gaji dari kas negara, dan pada saat dimana nikmat pemerintahan Utsmani telah memenuhi perut mereka hingga ke tenggorokannya."

Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel

Ash-Shalabi mengatakan banyak kritikan gencar dan pedas yang dilancarkan oleh Organisasi Persatuan dan Pembangunan, karena dia membentuk badan intelijen itu. Padahal pada hakikatnya, badan ini telah banyak menghasilkan hal-hal yang positif bagi pemerintahan Utsmani. Maka tatkala kalangan pemberontak dan teroris mendorong orang-orang Armenia untuk melakukan pembangkangan melawan pemerintahan Utsmani, tentara Utsmani selalu melawan mereka dan begitu banyak darah yang mengalir.

Namun jaringan intelijen yang dibentuk Sultan Abdul Hamid –dalam jangka waktu 30 tahun—selalu memberitahukan pada Sultan tentang munculnya sebuah gerakan. Oleh sebab itulah Sultan berhasil memadamkan setiap pemberontakan internak dengan segera. (Baca juga: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Masjid Hagia Sophia...
Masjid Hagia Sophia Turki : Mengenal Toleransi Islam di Dalam Masjid
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Terbentuknya Daulah...
Terbentuknya Daulah Utsmaniyah: Pada Mulanya Mengabdi ke Turki Seljuk
Kisah Turki Utsmani...
Kisah Turki Utsmani Menaklukkan Kesultanan Mamalik Mesir
Kisah Ottoman Membuat...
Kisah Ottoman Membuat Eropa Tak Berdaya: Pasar Rempah-Rempah Dikuasai Umat Islam
Rekomendasi
Cacing Api Serbu Pesisir...
Cacing Api Serbu Pesisir Teluk Texas, Warga AS Diminta Hindari Pantai
Kotoran Manusia Termahal...
Kotoran Manusia Termahal di Dunia Berasal dari Bangsa Viking
Fenomena Hujan Es, Begini...
Fenomena Hujan Es, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Artikel Terkini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved