alexametrics

Kurban via Aplikasi Digital, Bagaimana Menurut Fiqih?

loading...
Kurban via Aplikasi Digital, Bagaimana Menurut Fiqih?
Idul Adha dikenal juga sebagai hari raya kurban, umat muslim yang memiliki kemampuan dianjurkan untuk berkurban. Foto ilustrasi/ist
Sesuai syariat, berkurban dilakukan melalui transaksi jual beli langsung ke pedagang hewan kurban. Namun, dalam perkembangannya, inovasi berkurban berkembang sesuai keadaan zaman. Misalnya, di era pandemi Covid 19 ini, yang mengharuskan kegiatan dilakukan secara online atau virtual. Secara umum, bahkan fenomena digital telah mempengaruhi kegiatan berkurban. Artinya, kurban bisa dilakukan secara online.

Nah, bagaimana sebenarnya kaidah fiqih menilai berkurban secara online ini? Artinya, kurban online adalah membeli hewan kurban secara online, pakai aplikasi atau lewat situs web penyedia. Inovasi yang lebih jauh lagi, hewan kurban yang dibeli pun tidak lalu dikirim ke rumah atau lokasi yang diminta pekurban.

Praktik muamalah seperti ini menurut para ulama, termasuk kategori wakalah atau perwakilan. Yakni kita mewakilkan keperluan kepada lembagaatau panitia yang siap memenuhi kebutuhan ibadah kurban. Wakalah jelas diperbolehkan menurut Al-Qur'an dan hadis, karena cukup membantu dan mempermudah terselenggaranya ibadah. (Baca juga : Bolehkah Perempuan Ikut Bertakbiran dan Bagaimana Tata Caranya?)

Dalam sebuah hadis disebutkan,



وَأَجْمَعَتْ الْأُمَّةُ عَلَى جَوَازِ الْوَكَالَةِ فِي الْجُمْلَةِ وَلِأَنَّ الْحَاجَةَ دَاعِيَةٌ إلَى ذَلِكَ ؛ فَإِنَّهُ لَا يُمْكِنُ كُلَّ وَاحِدٍ فِعْلُ مَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ، فَدَعَتْ الْحَاجَةُ إلَيْهَا

“(Ulama) umat ini sepakat atas kebolehan wakalah secara umum atas hajat yang perlu adanya perwakilan, karena setiap orang tidak mungkin menangani segala keperluannya sendiri, sehingga ia memerlukan perwakilan untuk hajatnya,” (Ibnu Qudamah, Al Mughni).



Adapun pendapat Imam Jalaluddin Al Mahalli terkait syaratwakalah dalam Syarah Mahalli ala Minhajut Thalibin sebagai berikut,

وَيُشْتَرَطُ أَنْ يَكُوْنَ كُلٌّ مِنْهُمْ مُمَيِّزًا مَأْمُوْنًا وَأَنْ يُظَنَّ صِدْقُهُ إِلَى أَنْ قَالَ (قَوْلُهُ وَإِيْصَالِ هَدِيَّةٍ) وَدَعْوَةِ وَلِيْمَةٍ وَذَبْحِ أُضْحِيَّةٍ وَتَفْرِقَةِ زَكَاةٍ إهـ

“Masing-masing dari mereka itu disyaratkan sudah tamyiz (mampu membedakan mana yang baik dan buruk), terpercaya, dan terduga kejujurannya. Pengertian ‘menyampaikan hadiah’ mencakup undangan pengantin, menyembelih binatang kurban, dan membagikan zakat,”.
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَ مَنۡ يَّعۡمَلۡ سُوۡٓءًا اَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهٗ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. An-Nisa:110)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak