Beda Rafidhah dan Khawarij, yang Satu Gemar Berdusta
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
Kaum Rafidhah merupakan kebalikan kaum Khawarij. Bid'ah yang dilakukan kaum Rafidhah timbul dari sikap pura-pura Islam (zindiq) dan dari kekafiran (ilhad). Mereka menghalalkan sikap dusta, yang disebut taqiyyah, sebagai ajaran agama.
Mereka membikin hadis-hadis palsu untuk membenarkan sikap mengutamakan Ahlul Bayt dan menghinakan para sahabat. Mereka berlebih-lebihan dalam melakukan semua itu, sesuka hati, hingga ke batas ekstrimitas yang memalukan.
Ini diakui oleh ibn Abil Hadid di dalam buku komentarnya terhadap kitab Nahj al-Balaghah karya 'Ali ibn Abi Thalib. Ibn Abil Hadid menulis begini: "Ketahuilah, hadis-hadis palsu yang menerangkan keutamaan (Ahlul Bait) berasal dari orang-orang Syi'ah."
Baca juga: Kalah Berdebat dengan Sepupu Nabi SAW, 20.000 Orang Khawarij Tobat
Penganut Rafidhah umumnya para agamawan politik yang menjilat kepada para penguasa, dengan cara berkhianat kepada ummat. Sejarah mencatat pengkhianatan mereka. Misalnya, ketika Hulagu Khan hendak menaklukkan Baghdad, sejumlah tokoh Rafidhah seperti Nasiruddin al Thusi, Ibn al-Alqami dan ibn Abil Hadid, berusaha mengelabui al-Mu'tashim, khalifah 'Abbasiyah waktu itu.
Itu sebabnya, ulama hadis menerima riwayat kaum Khawarij, tetapi menolak riwayat kaum Rafidhah. Jelasnya, ada dua sebab.
Pertama, bid'ah yang diciptakan kaum Khawarij timbul dari kebodohan dan kesalahan mentakwil ayat al-Qur'an dan Sunnah. Sedangkan bid'ah kaum Rafidhah timbul dari sikap zindiq dan ilhad.
Kedua, kaum Khawarij itu jujur serta mengharamkan sikap berdusta kepada sesama manusia, apalagi mengenai Rasulullah SAW. Sementara itu, kaum Rafidhah bahkan menjadikan cara berdusta sebagai agama, selama cara itu dapat menguatkan pendapat bid'ah mereka.
Baca juga: Al-Fitnat Al-Kubra: Lahirnya Golongan Khawarij, Syiah dan Sunnah
Mereka membikin hadis-hadis palsu untuk membenarkan sikap mengutamakan Ahlul Bayt dan menghinakan para sahabat. Mereka berlebih-lebihan dalam melakukan semua itu, sesuka hati, hingga ke batas ekstrimitas yang memalukan.
Ini diakui oleh ibn Abil Hadid di dalam buku komentarnya terhadap kitab Nahj al-Balaghah karya 'Ali ibn Abi Thalib. Ibn Abil Hadid menulis begini: "Ketahuilah, hadis-hadis palsu yang menerangkan keutamaan (Ahlul Bait) berasal dari orang-orang Syi'ah."
Baca juga: Kalah Berdebat dengan Sepupu Nabi SAW, 20.000 Orang Khawarij Tobat
Penganut Rafidhah umumnya para agamawan politik yang menjilat kepada para penguasa, dengan cara berkhianat kepada ummat. Sejarah mencatat pengkhianatan mereka. Misalnya, ketika Hulagu Khan hendak menaklukkan Baghdad, sejumlah tokoh Rafidhah seperti Nasiruddin al Thusi, Ibn al-Alqami dan ibn Abil Hadid, berusaha mengelabui al-Mu'tashim, khalifah 'Abbasiyah waktu itu.
Itu sebabnya, ulama hadis menerima riwayat kaum Khawarij, tetapi menolak riwayat kaum Rafidhah. Jelasnya, ada dua sebab.
Pertama, bid'ah yang diciptakan kaum Khawarij timbul dari kebodohan dan kesalahan mentakwil ayat al-Qur'an dan Sunnah. Sedangkan bid'ah kaum Rafidhah timbul dari sikap zindiq dan ilhad.
Kedua, kaum Khawarij itu jujur serta mengharamkan sikap berdusta kepada sesama manusia, apalagi mengenai Rasulullah SAW. Sementara itu, kaum Rafidhah bahkan menjadikan cara berdusta sebagai agama, selama cara itu dapat menguatkan pendapat bid'ah mereka.
Baca juga: Al-Fitnat Al-Kubra: Lahirnya Golongan Khawarij, Syiah dan Sunnah
(mhy)
Lihat Juga :