Nashruddin Sering Mainkan Peranan Orang yang Belum Tercerahkan

Senin, 10 Agustus 2020 - 08:53 WIB
loading...
A A A
"Ajaran apakah yang bisa Tuan ambil dari peristiwa ini, Guru?" tanya salah satu muridnya.

"Hindari kepercayaan terhadap kepastian atau sesuatu yang tidak bisa dihindari, meskipun hukum sebab-akibat tampak tidak bisa ditolak! Ajukan pertanyaan-pertanyaan teoritis seperti: 'Jika seseorang jatuh dari atap, apakah lehernya akan patah?' Ia yang jatuh -- tetapi justru leherku yang patah!"

Baca juga: Imam Al-Ghazali dari Persia, Sang Pembela Islam

Karena orang kebanyakan berpikir dalam pola-pola (baku) dan tidak bisa menyesuaikan dirinya pada suatu cara pandang yang benar-benar berbeda, maka ia kehilangan sejumlah besar makna kehidupan. Ia mungkin hidup, bahkan maju, tetapi tidak bisa memahami semua yang terjadi. Cerita tentang penyelundup menjadikan hal ini semakin jelas.

Nashruddin biasa membawa keledainya yang punggungnya dimuati kantong-kantong penuh berisi sekam, menyeberangi perbatasan setiap hari. Karena mengaku sebagai penyelundup kala berjalan pulang naik keledainya setiap malam, maka para penjaga perbatasan memeriksanya berkali-kali. Mereka memeriksa orangnya, menurunkan sekamnya, kemudian memasukkannya ke dalam air dan bahkan membakarnya dari waktu ke waktu.

Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi

Meskipun demikian ia menjadi semakin makmur dan mencolok. Pada saatnya ia berhenti dan pindah ke negeri lain. Di tempat baru ini ia sudah bertahun-tahun, dimana salah satu petugas bea cukai bertemu dengannya.

"Sekarang Anda bisa menceritakan kepadaku, Nashruddin!" ucapnya. "Apa sebenarnya yang Anda selundupkan dulu, sehingga kami tidak pernah bisa menangkapnya?"

"Keledai," jawab Nashruddin.

Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri

Cerita ini juga menekankan salah satu dari kandungan besar sufisme --bahwa pengalaman yang tidak biasa dan tujuan mistik merupakan sesuatu yang lebih dekat kepada manusia dibanding yang disadari. Anggapan bahwa sesuatu yang esoteris atau transenden pastilah jauh atau rumit telah dianut oleh orang-orang bodoh. Dan orang semacam ini tidak memiliki syarat untuk memberikan penilaian terhadap persoalan. Ini menjadi " jauh" hanya dalam arah yang tidak ia sadari.

Nashruddin, seperti sufi lainnya, tidak merusak kaidah-kaidah zamannya. Tetapi Ia menambahkan suatu dimensi baru bagi kesadarannya, dengan menolak menerima terhadap tujuan-tujuan khusus dan terbatas. Bahwa kebenaran, katakanlah demikian, merupakan sesuatu yang bisa diukur sebagaimana sesuatu yang lain.

Baca juga: Intelektualitas Al-Ghazali Berada di Tingkatan yang Sulit Dilampaui

Apa yang disebut oleh masyarakat sebagai kebenaran adalah relatif pada situasi mereka. Dan ia tidak bisa menekannya sampai menyadarinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda...
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda Awal Kepunahan Ganda di Bumi
Zat Ini Jadi Jam Alami...
Zat Ini Jadi Jam Alami yang Bisa Menentukan Waktu Kematian Seseorang
Fosil Laut Ungkap Kekuatan...
Fosil Laut Ungkap Kekuatan Arus Teluk yang Mengkhawatirkan
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved