Begini Pengaruh Positif setelah Persia dan Romawi Ditaklukkan Kaum Muslim
Kamis, 28 Desember 2023 - 16:12 WIB
loading...
Pihak Irak dan Persia merasakan unggulnya pihak Muslimin dari mereka justru karena keadilan pemerintahannya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Muhammad Husain Haekal menyebut kemenangan Muslimin, di era Khalifah Umar bin Khattab , menghadapi dua singa raksasa - Persia dan Romawi - salah satunya memberi pengaruh yang positif di negeri-negeri yang dikalahkan itu.
Menurutnya, ketika itu maraknya intrik-intrik di dalam istana menjadi penyebab utama ketidakstabilan dan kekacauan serta buruknya pemerintahan di Persia, dan penindasan agama menjadi penyebab utama buruknya pemerintahan Romawi di Syam dan Mesir .
"Setelah pasukan Muslimin dapat mengalahkan Irak dan Persia, tak ada lagi intrik-intrik dalam istana itu," ujar Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Umar bin Khattab" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987).
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Ditikam Abu Lu'lu'ah Orang Kafir Persia
Dengan demikian setiap amir (emir) disibukkan oleh emiratnya (wilayahnya) masing-masing. Mereka berusaha memperbaiki kebijakannya agar tidak mendapat teguran dan kemarahan wakil-wakil Muslimin dan Amirulmukminin.
Pihak Irak dan Persia merasakan unggulnya pihak Muslimin dari mereka justru karena keadilan pemerintahannya. Dengan nalurinya mereka sadar bahwa kalau mereka tidak memperlihatkan itikad baik kepada pihak Muslimin, rasa hina karena kekalahan mereka itu tak akan ada akhirnya, malah di mata pihak pemenang nasib mereka akan lebih buruk lagi, dan hanya akan menjadi ejekan dan hinaan.
Oleh karena itu, kata Haekal, mereka mulai memperlihatkan peninggalan bangsa mereka yang terbaik, juga sifat-sifat terbaik bangsa dalam ilmu, kesenian dan kerajinan, yang mereka warisi dari nenek moyang. "Dalam hal ini semua mereka memang sudah cukup kaya dan berpengaruh, yang dalam kenyataan memang tak dapat dikejar oleh orang Arab," tutur Haekal.
Begitu juga yang dilakukan pihak Syam dan Mesir. Sesudah kedatangan Muslimin membebaskan negeri mereka, tak ada lagi penindasan agama, dan dengan demikian kebencian dan kemarahan mereka pun berangsur reda, yang sedianya timbul karena buruknya pemerintahan dan kekacauan yang selalu terjadi di antara sesama mereka.
Mereka juga mulai memperlihatkan sifat-sifat terbaik dalam perdagangan, pertanian, kerajinan, ilmu dan seni yang mereka warisi dari nenek moyang.
Baca juga: Umar bin Khattab: "Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab"
Menurutnya, ketika itu maraknya intrik-intrik di dalam istana menjadi penyebab utama ketidakstabilan dan kekacauan serta buruknya pemerintahan di Persia, dan penindasan agama menjadi penyebab utama buruknya pemerintahan Romawi di Syam dan Mesir .
"Setelah pasukan Muslimin dapat mengalahkan Irak dan Persia, tak ada lagi intrik-intrik dalam istana itu," ujar Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Umar bin Khattab" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987).
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Ditikam Abu Lu'lu'ah Orang Kafir Persia
Dengan demikian setiap amir (emir) disibukkan oleh emiratnya (wilayahnya) masing-masing. Mereka berusaha memperbaiki kebijakannya agar tidak mendapat teguran dan kemarahan wakil-wakil Muslimin dan Amirulmukminin.
Pihak Irak dan Persia merasakan unggulnya pihak Muslimin dari mereka justru karena keadilan pemerintahannya. Dengan nalurinya mereka sadar bahwa kalau mereka tidak memperlihatkan itikad baik kepada pihak Muslimin, rasa hina karena kekalahan mereka itu tak akan ada akhirnya, malah di mata pihak pemenang nasib mereka akan lebih buruk lagi, dan hanya akan menjadi ejekan dan hinaan.
Oleh karena itu, kata Haekal, mereka mulai memperlihatkan peninggalan bangsa mereka yang terbaik, juga sifat-sifat terbaik bangsa dalam ilmu, kesenian dan kerajinan, yang mereka warisi dari nenek moyang. "Dalam hal ini semua mereka memang sudah cukup kaya dan berpengaruh, yang dalam kenyataan memang tak dapat dikejar oleh orang Arab," tutur Haekal.
Begitu juga yang dilakukan pihak Syam dan Mesir. Sesudah kedatangan Muslimin membebaskan negeri mereka, tak ada lagi penindasan agama, dan dengan demikian kebencian dan kemarahan mereka pun berangsur reda, yang sedianya timbul karena buruknya pemerintahan dan kekacauan yang selalu terjadi di antara sesama mereka.
Mereka juga mulai memperlihatkan sifat-sifat terbaik dalam perdagangan, pertanian, kerajinan, ilmu dan seni yang mereka warisi dari nenek moyang.
Baca juga: Umar bin Khattab: "Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab"
Lihat Juga :