Ketika Nashruddin Menjadi Hakim dan Orang Bodoh
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Di sini Nashruddin sampai pada jawaban tepat, tanpa melihat logika yang jelas dari situasinya.
Dalam cerita lainnya, di mana ia sendiri mengambil peranan orang bodoh (bagi Sufi ini merupakan "Jalan Kehinaan") dalam bentuk yang ekstrim, Nashruddin menggambarkan (cara) pemikiran manusia kebanyakan:
Baca juga: Pada Fase Tertentu Manusia Dapat Terbang dengan Kekuatannya Sendiri
Seorang pelawak bertanya kepada Nashruddin untuk menebak apa yang ada dalam tangannya.
"Beri aku suatu tanda," kata Mullah.
"Aku akan memberikan beberapa tandanya," tutur sang pelawak, "yang berbentuk seperti telur, seukuran telur, penampilan, rasa dan baunya seperti telur. Di dalamnya ada (benda) berwarna kuning dan putih. Benda di dalamnya tersebut cair sebelum Anda memasaknya, tetapi lewat pemanasan akan mengeras. Selain itu, benda ini dihasilkan seekor unggas piaraan ..." "Aku tahu!" sela Mullah, "ia sejenis kue."
Baca juga: Tradisi Alkimia Masuk ke Barat Melalui Sumber-Sumber Arab
Idries mengaku pernah mencoba pertanyaan serupa di London. Kepada tiga orang penjual rokok, secara beruntun ia menanyakan tentang, "Benda berbentuk silinder dari kertas yang dipenuhi racikan tembakau, panjangnya sekitar tiga inci, dibungkus dalam karton, kemungkinan dengan diberi gambar padanya."
"Tidak satu pun dari orang-orang yang sehari-harinya menjual rokok tersebut bisa mengenali apa yang saya inginkan. Dua orang dari mereka memberikan jawaban sekenanya -- yang satunya mengarahkannya kepada grosir mereka, sementara yang lain kepada sebuah toko yang khusus menjual barang-barang impor eksotik bagi para perokok," katanya.
Baca juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali
Dalam cerita lainnya, di mana ia sendiri mengambil peranan orang bodoh (bagi Sufi ini merupakan "Jalan Kehinaan") dalam bentuk yang ekstrim, Nashruddin menggambarkan (cara) pemikiran manusia kebanyakan:
Baca juga: Pada Fase Tertentu Manusia Dapat Terbang dengan Kekuatannya Sendiri
Seorang pelawak bertanya kepada Nashruddin untuk menebak apa yang ada dalam tangannya.
"Beri aku suatu tanda," kata Mullah.
"Aku akan memberikan beberapa tandanya," tutur sang pelawak, "yang berbentuk seperti telur, seukuran telur, penampilan, rasa dan baunya seperti telur. Di dalamnya ada (benda) berwarna kuning dan putih. Benda di dalamnya tersebut cair sebelum Anda memasaknya, tetapi lewat pemanasan akan mengeras. Selain itu, benda ini dihasilkan seekor unggas piaraan ..." "Aku tahu!" sela Mullah, "ia sejenis kue."
Baca juga: Tradisi Alkimia Masuk ke Barat Melalui Sumber-Sumber Arab
Idries mengaku pernah mencoba pertanyaan serupa di London. Kepada tiga orang penjual rokok, secara beruntun ia menanyakan tentang, "Benda berbentuk silinder dari kertas yang dipenuhi racikan tembakau, panjangnya sekitar tiga inci, dibungkus dalam karton, kemungkinan dengan diberi gambar padanya."
"Tidak satu pun dari orang-orang yang sehari-harinya menjual rokok tersebut bisa mengenali apa yang saya inginkan. Dua orang dari mereka memberikan jawaban sekenanya -- yang satunya mengarahkannya kepada grosir mereka, sementara yang lain kepada sebuah toko yang khusus menjual barang-barang impor eksotik bagi para perokok," katanya.
Baca juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali
Lihat Juga :