Mahkota Sufi Imam Al-Ghazali (5)

Pada Fase Tertentu Manusia Dapat Terbang dengan Kekuatannya Sendiri

loading...
Pada Fase Tertentu Manusia Dapat Terbang dengan Kekuatannya Sendiri
Patung. Foto/Ilustrasi/alibaba
Idries Shah dalam The Sufis yang diterjemahkan M. Hidayatullah dan Roudlon, S.Ag. menjadi Mahkota Sufi : Menembus Dunia Ekstra Dimensi, menyebut ada tiga kualitas sebagai hasil dari spesialisasi sufi yang dapat diungkapkan dengan istilah yang dapat dipahami pembaca awam: (Baca juga: Tradisi Alkimia Masuk ke Barat Melalui Sumber-Sumber Arab )

1. Kemampuan ekstra persepsi, yang secara dasar dikerahkan.
2. Kemampuan mengeluarkan diri dari lingkungannya.
3. Kesadaran langsung atas pengetahuan. Bahkan apa yang biasanya sulit dicapai, mereka memahaminya melalui iluminasi atau pengamatan batiniah.

Baca juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali

Kemampuan-kemampuan tersebut mungkin tampak khusus atau asing, namun semua itu sebenarnya hanya sebagian tingkat wujud atau eksistensi yang lebih tinggi, dan hanya dapat diterima orang awam melalui cara yang kasat ini. "Hubungan timbal balik (kesalingterkaitan) ini tidak dapat dijelaskan secara biasa; seperti dalam banyak hal lainnya, kita tidak dapat menjelaskan pengaruh puisi terhadap orang yang telinganya tidak dapat menangkapnya, atau pengaruh warna terhadap orang yang fungsi penglihatannya cacat."

Imam Al-Ghazali menjelaskan, manusia mampu hidup dalam beberapa taraf yang berbeda. Manusia biasanya tidak cukup tahu tentang kemampuannya untuk membedakan.

Baca juga: Imam Al-Ghazali dari Persia, Sang Pembela Islam

Manusia (biasanya) berada pada salah satu taraf berikut ini. "Taraf pertama, ketika ia seperti seekor ngengat. Mempunyai penglihatan, tapi tidak mempunyai memori. Ia akan terus-menerus melapukkan (kain) dengan cara yang sama. Taraf kedua, ibarat seekor anjing, walaupun sedang lelah ia akan lari tunggang-langgang ketika melihat sebuah tongkat (pemukul). Taraf ketiga, seperti seekor kuda atau domba, keduanya akan segera lari ketika melihat seekor singa atau serigala yang merupakan musuh alami mereka. Namun keduanya tidak akan lari karena seekor unta atau kerbau, meskipun hewan tersebut lebih besar dari musuh turun-temurunnya itu."

Taraf keempat, manusia sepenuhnya melampaui keterbatasan-keterbatasan binatang tersebut. Kini ia mampu menggunakan beberapa kedalaman pandangan inderawi secara fungsional. Hubungan antara taraf yang berkenaan dengan daya penggerak tersebut dapat disetarakan dengan:

1. Berjalan di atas tanah.
2. Menumpang perahu.
3. Naik kereta.
4. Berjalan di atas laut.

Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi
halaman ke-1
cover top ayah
يَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَيۡرَ الۡاَرۡضِ وَالسَّمٰوٰتُ‌ وَبَرَزُوۡا لِلّٰهِ الۡوَاحِدِ الۡقَهَّارِ‏
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.

(QS. Ibrahim:48)
cover bottom ayah
preload video