Mullah Nashruddin Belajar dari Seorang Pendeta tentang Meditasi
Selasa, 18 Agustus 2020 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
"Andai saja mereka tidak menempatkan air di dalamnya."
Dalam rangka meraih tujuan mistik, Sufi harus memahami bahwa pikiran tidak bekerja dengan cara seperti yang kita duga. Selain itu dua orang yang saling "kenal" mungkin benar-benar saling merasa ragu.
Suatu hari Nashruddin meminta istrinya untuk membuat sejumlah besar halwa (manisan), dan memberikan semua bahannya kepadanya.
Ia hampir memakan seluruh manisan tersebut.
Di tengah malam, Nashruddin membangunkan istrinya. (Baca juga: Nashruddin Sering Mainkan Peranan Orang yang Belum Tercerahkan )
"Aku baru saja memiliki pemikiran penting," ucap Nashruddin.
"Katakan kepadaku!" desak istrinya.
"Bawakan dulu sisa manisannya dan aku akan menceritakannya kepadamu!"
Ketika istrinya membawakan sisa manisan tersebut, ia memintanya lagi untuk menceritakan pemikirannya.
Pertama-tama Nashruddin menghabiskan manisan tersebut.
"Pemikiran itu," ucap Nashruddin, "adalah: 'Jangan pernah pergi tidur sebelum menghabiskan seluruh manisan yang dibuat sepanjang hari itu'." (Baca juga: Mullah Nashruddin, Keledai, dan Kualitas Magis Berkah )
Dalam rangka meraih tujuan mistik, Sufi harus memahami bahwa pikiran tidak bekerja dengan cara seperti yang kita duga. Selain itu dua orang yang saling "kenal" mungkin benar-benar saling merasa ragu.
Suatu hari Nashruddin meminta istrinya untuk membuat sejumlah besar halwa (manisan), dan memberikan semua bahannya kepadanya.
Ia hampir memakan seluruh manisan tersebut.
Di tengah malam, Nashruddin membangunkan istrinya. (Baca juga: Nashruddin Sering Mainkan Peranan Orang yang Belum Tercerahkan )
"Aku baru saja memiliki pemikiran penting," ucap Nashruddin.
"Katakan kepadaku!" desak istrinya.
"Bawakan dulu sisa manisannya dan aku akan menceritakannya kepadamu!"
Ketika istrinya membawakan sisa manisan tersebut, ia memintanya lagi untuk menceritakan pemikirannya.
Pertama-tama Nashruddin menghabiskan manisan tersebut.
"Pemikiran itu," ucap Nashruddin, "adalah: 'Jangan pernah pergi tidur sebelum menghabiskan seluruh manisan yang dibuat sepanjang hari itu'." (Baca juga: Mullah Nashruddin, Keledai, dan Kualitas Magis Berkah )
(mhy)
Lihat Juga :