Kisah Pembangunan Armada Laut di Era Khalifah Ustman bin Affan
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian Utsman menentukan serangan melalui laut itu sukarela buat yang berminat. Jadi dia tetap menjaga kebijakan Umar, yang dalam pada itu ia tidak pula menolak masalah yang dilihatnya sebagai pikiran yang baik dan jauh memandang ke depan.
Armada yang Pertama
Tak lama sesudah menerima surat Utsman, Mu'awiyah segera menyiapkan kapal-kapalnya untuk menghadapi perang itu. Setelah Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh mengetahui adanya persetujuan Utsman dengan Mu'awiyah itu ia pun segera menyiapkan beberapa kapal di pelabuhan Iskandariah, dan membawa mereka yang secara sukarela mau berperang di laut.
Baca juga: Kisah Teladan Utsman bin Affan, Khalifah Ketiga Khulafaur Rasyidin
Dengan demikian pihak Muslimin sudah mempunyai armada yang tak kalah perkasa dari armada Romawi. Di samping angkatan daratnya Kedaulatan Islam kini mempunyai juga angkatan laut di pantai-pantai Laut Tengah dan Laut Merah.
Dari sini persiapan sudah cukup untuk menghadapi pertempuran, yang buat orang Arab sebelum itu memang tak pernah dikenal.
Haekal mengatakan sudah tentu tepat sekali pendapat Mu'awiyah untuk membangun armada, menyerang Siprus dan membuat pangkalan di laut untuk melindungi Kedaulatan Islam yang masih muda itu.
Kedaulatan ini makin lama makin berkembang, pantai-pantai kini sudah bertambah luas. Buat Romawi, untuk berkuasa kembali di Mesir tak ada jalan lain kecuali melalui laut. Kalau mereka sudah yakin bahwa armada mereka akan berhadapan dengan kekuatan armada Muslimin seperti pasukan mereka di beberapa medan perang dulu ketika berhadapan dengan kekuatan pasukan Arab, hal ini akan mematahkan semangat mereka dan dengan demikian pintu perluasan terbuka di depan Muslimin sampai sejauh kekuatan dan angkatan bersenjata mereka dapat bertahan.
Ternyata kemudian para sukarelawan yang datang menyambutnya lebih banyak daripada yang diperkirakan oleh Utsman dan Mu'awiyah, dan dalam waktu singkat armada Kedaulatan Islam itu telah menjadi raja lautan yang disegani.
Armada ini kemudian menjadi alat yang sangat penting untuk memperluas usaha pembebasan dan untuk memperkuat tubuh Kedaulatan ini di kemudian hari.
Baca juga: Ini Akibat Umar bin Khattab Menolak Usul Muawiyah Memperkuat Angkatan Laut
Armada yang Pertama
Tak lama sesudah menerima surat Utsman, Mu'awiyah segera menyiapkan kapal-kapalnya untuk menghadapi perang itu. Setelah Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh mengetahui adanya persetujuan Utsman dengan Mu'awiyah itu ia pun segera menyiapkan beberapa kapal di pelabuhan Iskandariah, dan membawa mereka yang secara sukarela mau berperang di laut.
Baca juga: Kisah Teladan Utsman bin Affan, Khalifah Ketiga Khulafaur Rasyidin
Dengan demikian pihak Muslimin sudah mempunyai armada yang tak kalah perkasa dari armada Romawi. Di samping angkatan daratnya Kedaulatan Islam kini mempunyai juga angkatan laut di pantai-pantai Laut Tengah dan Laut Merah.
Dari sini persiapan sudah cukup untuk menghadapi pertempuran, yang buat orang Arab sebelum itu memang tak pernah dikenal.
Haekal mengatakan sudah tentu tepat sekali pendapat Mu'awiyah untuk membangun armada, menyerang Siprus dan membuat pangkalan di laut untuk melindungi Kedaulatan Islam yang masih muda itu.
Kedaulatan ini makin lama makin berkembang, pantai-pantai kini sudah bertambah luas. Buat Romawi, untuk berkuasa kembali di Mesir tak ada jalan lain kecuali melalui laut. Kalau mereka sudah yakin bahwa armada mereka akan berhadapan dengan kekuatan armada Muslimin seperti pasukan mereka di beberapa medan perang dulu ketika berhadapan dengan kekuatan pasukan Arab, hal ini akan mematahkan semangat mereka dan dengan demikian pintu perluasan terbuka di depan Muslimin sampai sejauh kekuatan dan angkatan bersenjata mereka dapat bertahan.
Ternyata kemudian para sukarelawan yang datang menyambutnya lebih banyak daripada yang diperkirakan oleh Utsman dan Mu'awiyah, dan dalam waktu singkat armada Kedaulatan Islam itu telah menjadi raja lautan yang disegani.
Armada ini kemudian menjadi alat yang sangat penting untuk memperluas usaha pembebasan dan untuk memperkuat tubuh Kedaulatan ini di kemudian hari.
Baca juga: Ini Akibat Umar bin Khattab Menolak Usul Muawiyah Memperkuat Angkatan Laut
(mhy)
Lihat Juga :