Ketika Nashruddin Membagi-bagi Uang kepada Katak

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 07:04 WIB
loading...
Ketika Nashruddin Membagi-bagi...
Ilustrasi/Ist
A A A
UANG oleh para Sufi dipandang sebagai suatu faktor aktif dalam hubungan antarmasyarakat, dan antarmasyarakat dengan lingkungannya. Karena persepsi kebanyakan dari realitas dipandang secara dangkal, maka tidak mengherankan jika penggunaan manusia normal terhadap uang juga sama-sama dibatasi oleh persepsi tersebut. (Baca juga: Mullah Nashruddin, Si Bakhil, dan Uang dari Tuhan )

Lelucon tentang katak dalam koleksi Mullah Nashruddin menjelaskan sesuatu tentang pandangan ini:

Seorang yang lewat melihat Nashruddin melemparkan uang ke kolam, dan menanyakannya mengapa ia melakukannya.

"Tadi aku berada di atas punggung keledaiku. Ia terpeleset dan tergelincir ke sisi kolam, lantas oleng dan jatuh. Tampaknya tidak ada harapan bahwa kami berdua akan selamat dari jatuh yang serius. Tiba-tiba katak-katak di air itu mulai bernyanyi keras-keras, suara ini membuat takut sang keledai. Ia bangkit dan dengan cara ini ia bisa menyelamatkan dirinya. Tidakkah katak-katak itu berhak memperoleh keuntungan karena telah menyelamatkan hidup kami?"

Baca juga: Indonesia Tidak Akan Selamat, Waktu 1,5 Bulan Tidak Cukup Hindari Resesi

Idries Shah dalam The Sufi menjelaskan meskipun pada tataran umum lelucon ini dipakai untuk memperlihatkan Nashruddin sebagai orang bodoh, tetapi makna yang lebih mendalam merupakan refleksi langsung dari sikap Sufi terhadap uang.

Baca juga: Sabar! 1,7 Juta Karyawan Masih Nunggu Transferan BLT Rp600.000

Katak-katak itu menggambarkan manusia yang tidak bisa menggunakan uang. Nashruddin memberi balasan kepada mereka karena adanya aturan umum bahwa sebuah balasan mengikuti suatu perbuatan yang baik. Meskipun suara katak-katak tersebut tampaknya kebetulan, tetapi itu merupakan faktor lain untuk direnungkan. Paling tidak, dalam satu pandangan (pengertian), katak-katak itu tidak lebih bersalah dibanding orang kebanyakan.

Baca juga: Pagebluk Covid-19 Robohkan Konsumsi, Seberapa Manjur BLT Pekerja

Mereka mungkin tidak mengira bisa menggunakan uang, dengan benar atau sebaliknya. Cerita ini juga digunakan dalam pengertian "melemparkan mutiara di depan babi", untuk menjawab penanya yang bertanya kepada seorang Sufi, mengapa ia tidak menjadikan pengetahuan dan hikmahnya tersedia bagi semua orang, terutama bagi orang yang (seperti katak) telah memperlihatkan kebaikan kepadanya dan yang mereka pikir bisa memahami.

Dalam rangka memahami aspek-aspek yang lebih luas dari pemikiran Sufi, dan sebelum kemajuan bisa dibuat selaras di luar jaring yang dilempar di atas kemanusiaan oleh Pendosa-Tua, dimensi-dimensi yang disyaratkan Nashruddin harus dikaji. Jika Nashruddin serupa dengan kotak Cina, dengan sekat ruang di dalam ruang, paling tidak ia menawarkan berbagai titik sederhana untuk mengenal dan terbiasa dengan cara baru dalam berpikir.

Untuk akrab dengan pengalaman Nashruddin adalah berarti mampu membuka banyak pintu pada teks-teks dan praktik-praktik para Sufi yang lebih membingungkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Lukisan Rembrandt yang...
Lukisan Rembrandt yang Hilang Selama 65 Tahun Tiba-tiba Muncul Kembali
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Eropa Dilanda Kemarau...
Eropa Dilanda Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved