alexametrics

Cara Makan Rasulullah yang Patut Diteladani (4)

loading...
Cara Makan Rasulullah yang Patut Diteladani (4)
Salah satu sunnah yang dianjurkan Beliau SAW adalah makan dengan menggunakan tiga jari. Foto Ilustrasi/Dok Njajan.com
Pada bagian ketiga (3) telah dijelaskan cara makan Rasulullah SAW yang tidak berlebihan dan tidak bermewah-mewahan. Beliau juga makan sambil duduk di atas tanah (lantai). [Baca Juga: Cara Makan Rasulullah yang Patut Diteladani (3)]

Adab lainnya sebagaimana dikutip dari Kitab Tha'amur-Rasul SAW wat-Tadawi bil-Ghidza (Inilah Makanan Rasulullah SAW) karya Prof Abdul Basith Muhammad as-Sayyid adalah Beliau SAW selalu memakan buah-buahan sebelum makan. Makan buah sebelum makan merupakan sunnah Nabi yang sering diabaikan banyak orang.

Menurut ilmu kedokteran, mengonsumsi buah sangat baik untuk kesehatan tubuh, karena buah-buahan membuat organ pencernaan lebih giat menjalankan tugasnya. Buah juga mengandung kadar kalori yang tinggi. Allah Ta'ala menerangkan bahwa para penghuni surga akan memakan buah-buahan terlebih dahulu, kemudian diteruskan dengan makanan lainnya.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan." (Surah Al-Waqi'ah 20-21). [Baca Juga: Cara Makan Rasulullah yang Patut Diteladani (2)]



Kemudian, Rasulullah makan dengan menggunakan tiga jari, lalu beliau menjilat ketiga jarinya sebelum membersihkannya. Jika ada satu suap makanan yang terjatuh dari tangan Rasul, beliau tidak akan meninggalkan makanan tersebut, tetapi mengambilnya dari tanah, lalu membersihkan dan memakannya.

Al-Hafizh Al-Iraqi berkata: "Nabi selalu makan dengan ketiga jarinya, lalu menjilat jari-jarinya itu untuk mendapatkan keberkahan."

Anas bin Malik meriwayatkan Rasulullah SAW bersaba: "Jika satu suap makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambillah, lalu bersihkan kotorannya, jangan biarkan untuk setan. Jangan bersihkan tangannya dengan sapu tangan, namun jilatlah jarinya karena dia tidak mengetahui bagian mana dari makanannya itu yang mengandung keberkahan. (HR Muslim)

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah juga bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah dia tidak membersihkan tangannya hingga tangannya itu dijilatnya sendiri atau dijilat oleh orang lain yang tidak merasa jijik dengannya seperti istri, anak, atau pelayannya. (HR Bukhari-Muslim)

Ketika pertama kali membayangkan cara makan dengan menggunakan tiga jari itu, mungkin kita akan merasa hal itu tidak mungkin kita lakukan. Akan tetapi, jika kita telah mencobanya sekali saja, lalu kita benar-benar melakukannya dengan seksama, kita akan terkagum-kagum dengan apa yang telah kita lakukan.

Ketahuilah, hikmah yang tersimpan dibalik cara makan dengan menggunakan tiga jarinya adalah setiap orang dapat mengukur porsi makanan yang cocok untuk dirinya. Selain itu, dia dapat menjadikan setiap suap yang masuk ke dalam mulut dapat dikunyah dan bercampur dengan air liur dengan baik. Dengan demikian, dia tidak akan mengalami gangguan pencernaan.

Adapun dalil disunnahkannya menjilat jari adalah sebuah hadis diriwayatkan dari Jabir, bahwa Rasulullah pernah memerintahkan kepadanya untuk menjilat jari dan piring (shahfah). Kemudian Rasul bersabda, "Kalian tidak mengetahui bagian mana dari makananmu itu yang mengandung berkah." (HR Muslim).

Seseorang dianjurkan untuk memulainya dari jari tengah, kemudian jari telunjuk, dan ibu jari. Dalam kitab Ihya' 'Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan, "Aktivitas makan itu dapat dilihat dari 4 sisi, yaitu: makan dengan menggunakan satu jari dapat menghindarkan seseorang dari sifat marah. Makan dengan menggunakan dua jari dapat menghindarkannya dari sifat sombong. Makan dengan menggunakan tiga jari dapat menghindarkannya dan sifat lupa. Makan dengan menggunakan empat jari dapat menghindarkannya dari sifat rakus".

Syeikh Al-Hikami berkata, "Jilatlah mangkuk besar digunakan untuk makan melalui jari-jari(mu), lalu ambilan makanan yang terjatuh, jangan kamu biarkan." Makan dengan menggunakan lebih dari tiga jari dibolehkan, jika makanan itu mengandung kuah atau sejenisnya yang tidak mungkin dimakan dengan menggunakan tiga jari. [Baca Juga: Cara Makan Rasulullah yang Patut Diteladani (1)]

(bersambung)
(rhs)
cover top ayah
قٰلَ اِنۡ لَّبِثۡـتُمۡ اِلَّا قَلِيۡلًا لَّوۡ اَنَّكُمۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
Dia (Allah) berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.”

(QS. Al-Mu’minun:114)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak