Lembah Keheranan dan Kebingungan: Sang Putri yang Mencintai Hambanya

Rabu, 23 September 2020 - 06:57 WIB
loading...
Lembah Keheranan dan...
Ilustrasi/Ist
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

SETELAH Lembah Keesaan menyusul Lembah Keheranan dan Kebingungan, di mana kita menjadi mangsa duka dan kesedihan. Di sana keluhan bagai pedang, dan setiap nafas ialah keluhan pedih; di sana, adalah duka dan ratapan, dan kerinduan yang menyala. (Baca juga: Lembah Keesaan: Cerita Lain tentang Mahmud dan Ayaz )

Siang dan malam pun serempak. Di sana, adalah api, namun kita merasa tertekan dan tak berpengharapan. Betapakah, dalam kebingungan ini, kita akan meneruskan perjalanan? Tetapi bagi yang telah mencapai keesaan, ia pun lupa akan segalanya dan lupa akan dirinya sendiri.

Jika ia ditanya, "Adakah kau, atau tak adakah kau? Apakah kau merasa ada atau tidak? Apakah kau ada di tengah atau di tepi? Apakah kau fana atau kekal?" maka ia akan menjawab dengan kepastian, "Aku tak tahu apa-apa, aku tak mengerti apa-apa. Aku tak sadar akan diriku sendiri. Aku sedang dalam bercinta, tetapi dengan siapa, tak tahu aku. Hatiku penuh dan sekaligus juga hampa cinta." (Baca juga: Lembah Kebebasan: Kisah Cinta Seorang Syaikh dan Putri Pemelihara Anjing )

Mencintai Hambanya
Seorang raja, dengan kerajaannya yang membentang hingga ke ufuk-ufuk jauh, mempunyai seorang puteri secantik bulan. Di hadapan kecantikannya, bahkan peri-peri pun merasa malu. Dagunya yang berlekuk serupa dengan sumur Yusuf, dan ikal rambutnya melukai seratus hati.

Kedua alisnya busur kembar. Dan bila dilepaskannya panah-panah dari busur itu, ruang di antaranya pun menyanyikan pujian-pujian untuknya. Matanya, yang sayu bagai kembang narsis, melemparkan duri-duri bulu matanya di jalan para arif. (Baca juga: Lembah Keinsafan: Pecinta, Sultan Mahmud, dan Si Gila Tuhan )

Wajahnya bagai matahari ketika menggantikan keperawanan bulan. Malaikat Jibril tak dapat mengalihkan matanya dari mutiara-mutiara dan manikam-manikam mulutnya.

Senyum bibirnya mengeringkan air hayat yang memandangnya, yang masih mengemis sedekah dari bibir itu juga. Siapa memandang dagunya akan jatuh terjungkir ke sumber air yang berbuih-buih. (Baca juga: Di Lembah Kedua: Pikiran Tak Bisa Tinggal Bersama Kedunguan Cinta )

Raja itu juga mempunyai seorang hamba, orang muda yang begitu tampan sehingga matahari pun menjadi pucat dan cahaya bulan suram. Bila orang muda itu berjalan di jalan-jalan dan di pasar, orang banyak pun berhenti hendak memandangnya.

Kebetulan pada suatu hari puteri raja melihat hamba itu, dan segera ia pun jatuh hati. Pikiran hilang dan cinta pun menguasainya. Menarik diri dari kawan-kawannya, puteri itu merenung-renung. Dan dengan merenung-renung dan membayangkan, ia mulai terbakar cinta.

Maka dipanggilnya kesepuluh dayang kehormatannya yang muda-muda. Mereka pemusik-pemusik ulung, pemain alat-alat tiup dan seruling; suara mereka seperti suara bulbul, dan nyanyian mereka, yang mencabik-cabik jiwa, sebanding dengan nyanyian Daud. (Baca juga: Mengarungi Tujuh Lembah, Kedua Adalah Lembah Cinta )

Setelah menyuruh mereka berkumpul di sekelilingnya, ia pun menceritakan keadaan dirinya dengan mengatakan bahwa ia bersedia mengorbankan nama, kemuliaan dan hidupnya demi cintanya terhadap orang muda itu: sebab bila orang begitu tenggelam dalam cinta, ia canggung bagi hal-hal yang lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht...
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht Firaun Raksasa yang Tak Pernah Tercatat dalam Sejarah
Ilmuwan Temukan Makhluk...
Ilmuwan Temukan Makhluk Tak Dikenal Bersembunyi di Gua Terpanjang di Dunia
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved