Kisah Awan Mengirim Hujan pada Petani yang Gemar Berderma
Kamis, 08 Oktober 2020 - 05:00 WIB
loading...
Ilustrasi/Shutterstock/alexander shadrin
A
A
A
SESUNGGUHNYA alam semesta ini milik Allah. Allah adalah Tuhannya, Penciptanya, dan Pengaturnya. Jika seorang hamba berjalan lurus di atas perintah-Nya, maka Allah akan memerintahkan alam agar menjaganya dan melakukan sesuatu yang mengandung kebaikan dan kemaslahatannya. (Baca juga: Asiya, Ratu dalam Pasungan yang Diperlihatkan Rumahnya di Surga )
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul " Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah " menukill sebuah hadis tentang seorang petani yang dicintai Allah Ta'ala.
Allah memerintahkan awan untuk menyiram kebun petani saleh itu. Berkah itu hanya untuk petani itu saja. Kebun-kebun yang lain tidak mendapat hujan. (Baca juga: Begini Kisah Nabi Ibrahim dalam Taurat yang Dikoreksi Hadis Nabi )
Kisah ini berdasar hadis yang diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya. Dari Abu Hurairah Nabi berkata, "Ketika seorang laki-laki berada di tempat yang sunyi, dia mendengar suara awan, 'Siramilah kebun fulan.'
Lalu awan itu menjauh dan menumpahkan airnya di tanah dengan bebatuan hitam. Ternyata ada saluran air yang telah dipenuhi oleh seluruh air itu. Laki-laki itu menelusuri jalannya air. Ternyata ada seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya, dia mengalirkan air dengan cangkulnya. (Baca juga: Kisah Pilu Tatkala Siti Hajar Menghapus Jejaknya Agar Tidak Terlacak Siti Sarah )
Dia bertanya, 'Wahai hamba Allah, siapa namamu?'
Dia menjawab, 'Fulan.' Nama yang didengarnya dari suara di awan. Dia berkata, 'Wahai hamba Allah mengapa kamu bertanya tentang namaku?'
Dia menjawab, 'Sesungguhnya aku mendengar suara di awan di mana airnya adalah ini. Suara itu berkata, 'Siramilah kebun Fulan.' Yaitu, namamu. Apa yang kamu lakukan padanya?' (Baca juga: Sejarah Kurban dan Kekayaan Nabi Ibrahim yang Mencapai 12.000 Ekor Ternak )
Dia menjawab, 'Karena kamu mengatakan itu, maka aku melihat hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga sisanya aku kembalikan kepadanya.'
Ahmad bin Abdata Ad-Dhabiy menyampaikannya kepada kami, Abu Dawud memberitakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Salamah menyampaikan kepada kami, Wahab bin Kaisan menyampaikan kepada kami dengan sanad ini. Hanya saja dia berkata, "Aku memberikan sepertiganya kepada orang-orang miskin, para pengemis, dan Ibnu Sabil." (Baca juga: Jibril Sumpal Mulut Fira'un dengan Lumpur Ketika Akan Bersyahadat )
Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabuz Zuhd war Raqaq, bab sedekah kepada orang-orang miskin, 4/2288, no. 2984.
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul " Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah " menukill sebuah hadis tentang seorang petani yang dicintai Allah Ta'ala.
Allah memerintahkan awan untuk menyiram kebun petani saleh itu. Berkah itu hanya untuk petani itu saja. Kebun-kebun yang lain tidak mendapat hujan. (Baca juga: Begini Kisah Nabi Ibrahim dalam Taurat yang Dikoreksi Hadis Nabi )
Kisah ini berdasar hadis yang diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya. Dari Abu Hurairah Nabi berkata, "Ketika seorang laki-laki berada di tempat yang sunyi, dia mendengar suara awan, 'Siramilah kebun fulan.'
Lalu awan itu menjauh dan menumpahkan airnya di tanah dengan bebatuan hitam. Ternyata ada saluran air yang telah dipenuhi oleh seluruh air itu. Laki-laki itu menelusuri jalannya air. Ternyata ada seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya, dia mengalirkan air dengan cangkulnya. (Baca juga: Kisah Pilu Tatkala Siti Hajar Menghapus Jejaknya Agar Tidak Terlacak Siti Sarah )
Dia bertanya, 'Wahai hamba Allah, siapa namamu?'
Dia menjawab, 'Fulan.' Nama yang didengarnya dari suara di awan. Dia berkata, 'Wahai hamba Allah mengapa kamu bertanya tentang namaku?'
Dia menjawab, 'Sesungguhnya aku mendengar suara di awan di mana airnya adalah ini. Suara itu berkata, 'Siramilah kebun Fulan.' Yaitu, namamu. Apa yang kamu lakukan padanya?' (Baca juga: Sejarah Kurban dan Kekayaan Nabi Ibrahim yang Mencapai 12.000 Ekor Ternak )
Dia menjawab, 'Karena kamu mengatakan itu, maka aku melihat hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga sisanya aku kembalikan kepadanya.'
Ahmad bin Abdata Ad-Dhabiy menyampaikannya kepada kami, Abu Dawud memberitakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Salamah menyampaikan kepada kami, Wahab bin Kaisan menyampaikan kepada kami dengan sanad ini. Hanya saja dia berkata, "Aku memberikan sepertiganya kepada orang-orang miskin, para pengemis, dan Ibnu Sabil." (Baca juga: Jibril Sumpal Mulut Fira'un dengan Lumpur Ketika Akan Bersyahadat )
Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabuz Zuhd war Raqaq, bab sedekah kepada orang-orang miskin, 4/2288, no. 2984.
Lihat Juga :