Diturunkannya 320.000 Bala di Bulan Ini, Mitos atau Nyata?

Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:21 WIB
loading...
Diturunkannya 320.000...
Banjir di Bantaeng Juni lalu. Foto/Ilustrasi/dok SINDOnews
A A A
KEPERCAYAAN terhadap adanya hari sial, nomor sial, orang yang bikin sial dan seterusnya bisa dilacak keberadaannya sejak zaman dulu kala, di masa jahiliyah , bahkan sejak Nabi Musa AS . Hari-hari tertentu dianggap sebagai hari yang membawa petaka atau kesialan, misalnya hari Rabu terakhir setiap bulannya. Keyakinan ini juga tetap ada setelah Islam datang, bahkan hingga kini. (Baca juga: Hari Ini, 320.000 Macam Bala Bencana Turun ke Bumi? )Dalam interaksi sosial, tak jarang kita mendengar bahwa kesialan-kesialan itu nyata dalam arti betul-betul terjadi sesuai tanda-tanda yang ada sehingga pelakunya menyarankan untuk menghindari kesialan tersebut. Berbagai testimoni tentang bahaya hari sial atau tanda-tanda sial itu makin membuat beberapa pihak yakin bahwa hari sial betul-betul ada. (Baca juga: Jaga-jaga dari Bencana, Luhut Ungkap Skema Asuransi Pertanian )

Prof Dr Ali Jum'ah Muhammad , Mufti Agung Al Azhar Mesir, mengatakan, anggapan adanya pertanda buruk pada sesuatu adalah salah satu tradisi kaum jahiliyah. Tradisi ini dihapuskan dan terlarang di dalam Islam.

Tak kurang, Firaun dan pengikutnya pernah menuding Musa sebagai pembawa sial. Tudingan itu disampaikan saat Allah mencabut kebaikan berupa kesuburan, kelapangan, dan kesehatan. Saat itu, Mesir dilanda musim kemarau yang panjang. Paceklik terjadi dan tumbuh-tumbuhan tak mau menghasilkan pangan. Padahal, dahulu mereka hidup dalam kemakmuran. Firaun lantas menuduh musibah itu disebabkan Musa. Allah pun berfirman bahwa kesialan yang mereka alami merupakan ketetapan dari Allah. Sedangkan, banyak di antara mereka yang tidak mengetahui (QS al-Araf [7] 130-131).

Pada zaman jahiliyah, masyarakat Makkah menganggap datangnya burung malam atau kadang disebut burung hantu sebagai penanda sial. Sebagian orang berkeyakinan kalau rumahnya didatangi burung tersebut, ada salah seorang dari penghuninya yang akan wafat.
(Baca juga: Berbagai Negara Gunakan Tes Antigen untuk Hadapi Gelombang Kedua Covid )

Bulan Sial
Pada masa Rasulullah SAW , ada sebagian orang yang berkeyakinan bahwa bulan Safar sebagai bulan kedua tahun Hijriyah adalah bulan sial dan penuh bala.

Acara bepergian serta aktivitas pun dibatalkan karena mitos ini. Mitos juga terjadi bahwa pada Rabu terakhir di bulan Shafar, diturunkan 320.000 bala. Bahkan, ada yang menyebarkan hadis palsu tentang bulan Shafar, yakni, "Barang siapa yang bergembira dengan keluarnya bulan Shafar maka aku akan berikan kabar gembira dengan surga ".

Dari aspek aqidah , meyakini adanya hari sial cukup bermasalah sebab kesialan atau keberuntungan itu hanya bisa diberikan oleh Allah semata berdasarkan sifat irâdah atau sifat Maha Berkehendak Bebas. (Baca juga: Sayid Quthub: Masyarakat Jahiliyah Modern Menolak Kekuasaan Allah Ta'ala )

Ketentuan beruntung atau sialnya seseorang sudah ditulis di Lauh Mahfudz sejak alam belum tercipta. Sama sekali tak ada hubungannya dengan hari atau momen tertentu.

Syaikh as-Suhaili, sebagaimana dinukil dalam Kasyf al-Khafâ’ menjelaskan bahwa kenahasan/kesialannya hanya bagi orang yang meyakini bahwa hal itu membawa sial (tasya’um) dan bagi orang yang meyakini tanda-tanda kesialan (tathayyur) berupa kebiasaannya untuk meyakini adanya kesialan melalui tanda-tanda dan meninggalkan ikut Nabi yang meninggalkan keyakinan seperti itu. (Baca juga: Selamat Datang Shafar, Bulan Peperangan dan Pesimisnya Arab Jahiliyah )

Ini adalah sifat orang yang sedikit tawakalnya, maka orang itulah yang tertimpa kesialannya ketika melakukan sesuatu di hari itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Apakah Korban Longsor...
Apakah Korban Longsor Termasuk Mati Syahid? Simak Penjelasannya
Bencana dan Klasifikasinya...
Bencana dan Klasifikasinya Menurut Petunjuk Al Quran dan Hadis, Simak di Sini!
Bencana Alam Terjadi...
Bencana Alam Terjadi di Mana-mana, Jangan Lupa Amalkan Doa Ini!
5 Penyebab Bencana Alam...
5 Penyebab Bencana Alam Menurut Al-Qur'an, Umat Islam Wajib Tahu!
Kumpulan Doa dan Zikir...
Kumpulan Doa dan Zikir Ketika Terjadi Bencana Alam
7 Adab Islam Terhadap...
7 Adab Islam Terhadap Lingkungan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Fenomena Cincin Asap...
Fenomena Cincin Asap Terlihat di Atas Gunung Berapi Italia
Jepang Luncurkan Video...
Jepang Luncurkan Video Dahsyatnya Letusan Gunung Fuji Meletus dengan AI
Dasar Laut Ambles, Lubang...
Dasar Laut Ambles, Lubang Gravitasi Berdiameter Besar Ditemukan di Samudra Hindia
Artikel Terkini
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Infografis
Ilmuwan Australia Berencana...
Ilmuwan Australia Berencana Bercocok Tanam di Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved