Penaklukan Persia (14)

Hadapi Muslim, Persia Kerahkan 120.000 Pasukan dan 33.000 Gajah

loading...
Hadapi Muslim, Persia Kerahkan 120.000 Pasukan dan 33.000 Gajah
Ilustrasi/Ist
RUSTUM bin Farrakhzad sudah sampai di Kadisiah dengan pasukannya yang terdiri dari 120.000 orang, didahului oleh 33.000 gajah, di antaranya gajah putih milik Shapur. Gajah-gajah yang lain sudah jinak dan mengikutinya. Tetapi dia masih berharap — dengan kekuatannya yang begitu besar — sekiranya pasukan Arab itu mau pergi meninggalkan negerinya tanpa pertempuran, sebab dia tahu bahwa kalau dia kalah mereka akan menduduki Mada'in dan seluruh Persia. (Baca juga: Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menyebut Rustum seorang kesatria yang dielu-elukan orang di mana-mana, seorang panglima perang, pahlawan yang sangat besar kemampuannya, yang di seluruh Persia tak seorang pahlawan pun yang seperti dia.

Tetapi dari tanda-tanda penujuman itu dia sudah berprasangka buruk. Ditambah lagi dalam tidurnya ia dikerumuni oleh mimpi-mimpi yang disertai isyarat perbintangan untuk lebih memperkuat kepercayaannya. (Baca juga: Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia)

Di samping itu, pasukan Arab yang sudah memperlihatkan keberaniannya, tak dapat dibendung oleh pasukan dan perlengkapan Persia yang jumlahnya begitu besar, tak dapat dibendung oleh pasukan-pasukan gajah dalam peperangan yang bertubi-tubi sejak Musanna mulai menyerang Delta sampai ia mencapai kemenangan besar terhadap Persia di Buwaib.

Dalam semua pertempuran itu, baik jumlah orang ataupun perlengkapan pasukan Arab jauh di bawah Persia. Namun begitu, mereka lebih unggul dan dapat menundukkan lawan. Sesudah kemenangan itu mereka berhasil mengangkut rampasan perang yang bukan main besarnya.



Rupanya sudah menjadi suratan takdir mereka akan mendapat kemenangan. Buat Rustum sudah merupakan kemenangan kalau ia dapat memukul mundur mereka sampai ke Semenanjung tanpa bertempur dengan Asadi (Tulaihah bin Khuwailid) di negerinya dan di kerajaannya. (Baca juga: Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia)

Rustum sudah mengatur barisan pasukannya berhadap-hadapan dengan pasukan Muslimin dengan menempatkan pasukan gajah di depan. Dengan begitu, dengan memamerkan kekuatan itu sudah akan menimbulkan rasa takut. la mengutus orang kepada Sa’ad bin Abi Waqqash agar mengirim seorang pemikir dari Muslimin untuk menjelaskan kepadanya apa maksud kedatangan mereka. Yang diseberangkan kepadanya Mugirah bin Syu'bah yang kemudian diterima dan didudukkan di atas peterana. (Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam)

Syu'bah berbicara kepadanya tentang Rasulullah serta risalah yang dibawanya, seperti yang pernah disampaikan sahabat-sahabatnya kepada Yazdigird di Mada'in sebelumnya. Selanjutnya ia berkata: "Anak-anak kami sudah merasakan makanan negeri kalian, dan kata mereka sudah tak sabar lagi."



Pembicaraan itu berakhir seperti yang juga dikatakan sahabat-sahabatnya dulu: Menerima Islam atau membayar jizyah. Kalau semua itu ditolak, maka perang.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

(QS. Asy-Syura:51)
cover bottom ayah
preload video