Begini Jampi-Jampi yang Dipraktikkan Malaikat Jibril dan Rasulullah

loading...
Begini Jampi-Jampi yang Dipraktikkan Malaikat Jibril dan Rasulullah
Ilustrasi/Ist
JAMPI-jampi yang dimaksud di sini tentu saja adalah jampi-jampi syariyah yang bersih dari syirik, terutama yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, dan khususnya jika dilakukan oleh orang muslim yang saleh. (Baca juga: Surah Paling Agung dalam Al-Qur'an dan Sering Dibaca untuk Ruqyah)

Jampi-jampi atau ruqyah adalah bacaan-bacaan yang dibacakan dengan niat untuk kesembuhan atau tolak bala atau semisalnya. Dalam hadis-hadis, ruqyah ada dua macam. Salah satunya yang syirik, yaitu yang terdapat padanya permohonan kepada selain Allah. Yang kedua adalah ruqyah yang syar’i, yang dibolehkan bahkan dianjurkan oleh Islam, yaitu yang terkumpul padanya tiga syarat:

Pertama, dengan kalamullah, ayat-ayat Al-Qur’an, atau dengan nama-nama Allah Taala dan sifat-sifat-Nya. Kedua, dengan bahasa Arab dan yang diketahui maknanya. Ketiga, meyakini bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, namun dengan takdir Allah SWT. (Baca juga: Keluhan Pemuda yang Mudah Terangsang: Beda Mani, Madzi, dan Wadi)

Imam Muslim meriwayatkan dari Auf bin Malik, ia berkata: "Kami menggunakan jampi-jampi pada zaman jahiliah, lalu kami tanyakan, Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu mengenai hal itu?'

Beliau menjawab, 'Tunjukkanlah kepadaku jampi-jampimu itu. Tidak mengapa menggunakan jampi-jampi, asalkan tidak mengandung kesyirikan.' (Muslim, "Kitab as-Salam," "Bab Laa Ba'sa bir-Ruqa Maa lam Yakun fihi Syirkun," hadits no. 2200).

Baca juga: Hukum Bercakap-cakap Ketika Melakukan Jimak



Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jabir, katanya: "Rasulullah SAW pernah melarang jampi-jampi. Kemudian datanglah keluarga Amr bin Hazm seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami mempunyai jampi-jampi yang biasa kami pergunakan kalau disengat kala.'

Jabir berkata, 'Lalu mereka menunjukkannya kepada Rasulullah.' Kemudian beliau bersabda, 'Saya lihat tidak apa-apa, barangsiapa yang dapat memberikan manfaat kepada saudaranya maka hendaklah ia memberikan manfaat kepadanya.'" (Muslim, "Kitab as-Salam," "Bab Istihbabur-Ruqyah minal-'Ain wan-Namlah wal-Hummah wan-Nazhrah," hadits nomor 2199)

Baca juga: Begini Hukum Menggugurkan Janin Hasil Pemerkosaan



Al-Hafizh dalam Fathul-Bari berkata, "Suatu kaum berpegang pada keumuman ini, maka mereka memperbolehkan semua jampi-jampi yang telah dicoba kegunaannya, meskipun tidak masuk akal maknanya. Tetapi hadis Auf itu menunjukkan bahwa jampi-jampi yang mengandung kesyirikan dilarang. Dan jampi-jampi yang tidak dimengerti maknanya yang tidak ada jaminan keamanan dari syirik juga terlarang, sebagai sikap kehati-hatian, di samping harus memenuhi persyaratan lainnya."
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
اَمَّنۡ هٰذَا الَّذِىۡ يَرۡزُقُكُمۡ اِنۡ اَمۡسَكَ رِزۡقَهٗ‌ ۚ بَلۡ لَّجُّوۡا فِىۡ عُتُوٍّ وَّنُفُوۡرٍ
Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).

(QS. Al-Mulk:21)
cover bottom ayah
preload video