Menurut Taurat Ayyub Bukan Nabi, Dia Marah Terima Cobaan dari Allah Ta'ala

Rabu, 21 Oktober 2020 - 12:14 WIB
loading...
A A A
Pada hari ketika Ayyub berdoa kepada Allah, dia terlambat kembali kepada istrinya yang sedang menunggunya. Allah mewahyukan kepada Ayyub agar menjejakkan kakinya yang lemah ke tanah, maka dari tempat yang dijejaknya itu memancarlah air. Allah meminta Ayyub agar minum air itu dan mandi darinya. Air itu menghilangkan penyakit di tubuhnya, lahir dan batin.

Ayyub kembali sehat dan bersemangat pada saat itu juga. Kesehatan dan kekuatannya pulih seperti ia tidak pernah sakit.

Ayyub menemui istrinya dengan penuh semangat dan gairah seperti sebelum dia diserang penyakit. Ketika istrinya melihatnya, dia tidak mengenalinya walaupun dia melihatnya seperti suaminya yang dahulu sehat wal ’afiat. (Baca juga: Akhirnya, Nabi Musa Dibikin Telanjang Bulat di Depan Laki-Laki Kaumnya )

Dia bertanya kepadanya tentang suaminya, seorang Nabi yang sakit-sakitan. Dia menyebutkan apa yang pernah dilihatnya dari suaminya pada saat suaminya masih sehat dan kuat. Dia sama sekali tidak menduga bahwa suaminya bisa sehat dan sembuh dari penyakitnya dalam waktu yang sesingkat itu, yaitu sewaktu dia terlambat untuk kembali kepadanya.

Kebahagiaannya begitu besar manakala dia melihat nikmat Allah kepada suaminya dalam bentuk kembalinya kesehatan dan kekuatan kepadanya. Sebagaimana Allah mengembalikan kesehatan dan kekuatannya, Allah juga mengembalikan hartanya yang hilang sebanyak dua kali lipat, serta menganugerahkan anak-anak kepadanya dua kali lipat pula. (Baca juga: Taurat Anggap Nabi Luth Berzina dengan Dua Putrinya, Al-Qur'an dan Hadis Mengoreksi )

Allah mengirim dua awan yang tidak membawa hujan, tetapi membawa emas dan perak. Ayyub memiliki dua tempat penyimpanan hasil bumi. Yang pertama untuk gandum dan yang lain untuk jewawut. Awan pertama menumpahkan emas di tempat penyimpanan gandum dan awan kedua menumpahkan perak di tempat penyimpanan jewawut.

Pada waktu sakit Ayyub pernah marah kepada istrinya. Dia bernadzar, jika dia sembuh, dia akan memukulnya seratus kali. Setelah sembuh Ayyub merasa berat memukul istrinya yang selama dia sakit begitu sabar merawatnya, tetapi dia juga merasa berat karena tidak menunaikan nazar kepada Tuhannya. Maka Allah memberikan jalan keluar dan kemudahan. (Baca juga: Kisah Nabi Ayyub, Penghibur Bagi Orang yang Ditimpa Musibah )

Dia memerintahkan Ayyub agar mengambil seikat batang gandum atau jewawut dan memukul istrinya dengan itu satu kali pukulan, dengan itu Ayyub telah menunaikan nazarnya dan tetap tidak menyakiti istrinya. Allah berfirman untuk Ayyub, "Dan ambillah dengan tanganmu seikat rumput, maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah." (QS. Shad: 44)

Ayyub adalah seorang yang gesit, dermawan dan humoris dalam kejujuran. Rasulullah telah memberitakan kepada kita di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Nasa’i dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Manakala Ayyub sedang mandi telanjang, sekelompok belalang dari emas jatuh kepadanya, maka Ayyub memunguti dan menyimpannya di bajunya. Maka Tuhannya memanggilnya, 'Wahai Ayyub, bukankah Aku telah membuatmu kaya seperti yang kamu lihat?' Ayyub menjawab, 'Benar, ya Rabbi, akan tetapi aku selalu memerlukan keberkahan-Mu."

Versi Taurat
Barangsiapa membaca kisah Ayyub di dalam Al-Qur'an dan hadis yang sahih lalu membaca kisah ini dalam Taurat , maka dia akan meyakini bahwa salah satu sasaran pemaparan versi dalam Al-Qur'an dan penjelasan detail-detailnya di dalam hadis adalah untuk membongkar penyelewengan kisah ini menurut versi Bani Israil dan membebaskan Nabiyullah Ayyub dari tuduhan palsu dan dusta oleh orang-orang yang menyeleweng lagi zalim.

Menurut Syaikh Umar, klaim pertama yang harus diluruskan dan dikoreksi adalah klaim para penulis kisahnya dalam Taurat bahwa Ayyub bukan seorang Nabi. Dia hanyalah seorang laki-laki saleh lagi lurus.

"Klaim kedua yang harus diluruskan dan dikoreksi adalah apa yang dikatakan oleh Taurat bahwa Ayyub marah kepada Tuhannya ketika menjalani cobaan," tutur Syaikh Umar.

Kemarahan Ayyub kepada Tuhannya ini dipaparkan lewat perbincangan panjang antara Ayyub dan ketiga orang temannya. Walau Ayyub dengan imannya dan kepercayaannya kepada Tuhannya, dia tetap berbicara panjang kepada teman-temannya untuk menampakkan penderitaannya karena cobaan dari Allah, walaupun dia tetap baik, lurus dan melakukan kebaikan. (Baca juga: Doa Nabi Ayyub Ketika Ditimpa Penyakit )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mukjizat dan Kisah Nabi...
Mukjizat dan Kisah Nabi Ayub, Penuh Keteladanan dalam Kesabaran dan Keimanan
Genosida Israel: Inggris...
Genosida Israel: Inggris Masukkan Muslim Pro-Palestina sebagai Ekstremis
Benarkah Tidak Semua...
Benarkah Tidak Semua Taurat Karangan Nabi Musa Sendiri? Begini Analisis Maurice Bucaille
Mengenal Menorah, Lambang...
Mengenal Menorah, Lambang Israel yang Berbentuk Lilin
Doa dan Curhat Nabi...
Doa dan Curhat Nabi Ayyub saat Ditimpa Sakit Berat
Kisah Nazar Nabi Ayub...
Kisah Nazar Nabi Ayub Akan Memukul Isrinya 100 Kali, Begini Akhirnya
Rekomendasi
3 Laut Paling Dalam...
3 Laut Paling Dalam di Indonesia
Arkeolog Temukan Campur...
Arkeolog Temukan Campur Tangan Tuhan di Balik Hancurnya Kota Sodom
Fosil 565 Juta Tahun...
Fosil 565 Juta Tahun Ini Ungkap Sejarah Evolusi Bumi
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved