Hasad yang Terpuji? Bagaimana Bentuknya?

loading...
Hasad yang Terpuji? Bagaimana Bentuknya?
Salah satu hasad terpuji adalah berlomba-lomba dalam kebaikan, ketaatan, amal shalih, ibadah dan lain sebagainya dengan saudara-saudara kita, itu adalah sesuatu yang terpuji. Foto ilustrasi/ist
Al-Hasad yang artinya iri hati dan dengki adalah salah satu penyakit hati yang sering menimpa kebanyakan manusia. Hasad hukumnya haram, bahkan ia merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan pelakunya di dunia dan akhirat.

Hasad memiliki bahaya yang banyak, di antaranya adalah sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah di dalam sebuah hadis yang shahih berikut ini: "Waspadalah engkau dari sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu menggerogoti amal-amal kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar."

(Baca juga :Mendidik dan Mengajarkan Anak Karakter Ikhlas)

Namun,ternyata terdapat hasad yang terpuji dan pelakunya tidak tercela dan tidak berdosa. Apa maksud hasad terpuji ini? Ustadz Abu Ihsan Al Atsaary menjelaskan, salah satu hasad terpuji adalah berlomba-lomba dalamkebaikan. Nabi Muhamaad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan, “Jangan kamu saling berlomba-lomba dalam keburukan dan jangan kamu saling hasad satu sama lain.”



(Baca juga :Tuntunan Hadis dalam Meraih Keberkahan Makanan)

Kita berlomba-lomba dalam kebaikan, ketaatan, amal shalih, ibadah dan lain sebagainya dengan saudara-saudara kita, itu adalah sesuatu yang terpuji. Bahkan ini termasuk akhlak yang terpuji. Hal ini menunjukkan level iman seseorang. Begitulah para sahabat terdahulu. Mereka saling berlomba dan seolah tidak mau kalah dengan saudaranya didalam kebaikan-kebaikan. Ini adalah hal yang positif dan membawa kepada keutamaan-keutamaan.

(Baca juga :Menaker Pastikan Subsidi Gaji Termin II Ditransfer Awal November)



Jadi munafasah ini adalah usaha keras seseorang untuk menyerupai dan menyamai orang lain didalam hal kebaikan-kebaikan tanpa merasa benci terhadap orang tersebut apalagi menginginkan keburukan atas orang itu. Sementara hasad itu muncul dari perasaan benci terhadap kelebihan-kelebihan yang ada pada orang lain dan kadang kala diiringi dengan keinginan-keinginan buruk. Adapun munafasah adalah keinginan untuk sama dengan orang lain didalam kebaikan-kebaikan. Tentunya dengan cara-cara yang dibenarkan didalam syariat Islam.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
قُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ يَغُـضُّوۡا مِنۡ اَبۡصَارِهِمۡ وَيَحۡفَظُوۡا فُرُوۡجَهُمۡ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَزۡكٰى لَهُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا يَصۡنَـعُوۡنَ
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

(QS. An-Nur:30)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video