Pentingnya Berwudhu Sebelum Mandi Junub

Senin, 30 November 2020 - 12:41 WIB
loading...
Pentingnya Berwudhu...
Dengan seseorang memenuhi rukun mandi ini, maka mandi junub dianggap sah, asalkan disertai niat untuk mandi wajib. Foto ilustrasi/ist
A A A
Syariat Islam mengatur suatu kebiasaan dapat menjadi hal yang bernilai ibadah . Salah satunya adalah perkara mandi. Dalam kehidupan sehari-hari, mandi adalah kebiasaaan. Namun, Islam mengatur ada mandi yang menjadi ibadah, yakni mandi wajib (al ghuslu).

Hakikat mandi wajib adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit. Dalil yang menunjukkan bahwa hanya mengguyur seluruh badan dengan air itu merupakan rukun (fardhu) mandi dan bukan selainnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah.

(Baca juga : Jodoh dan Kriterianya Menurut Syariat )

Ummu Salamah mengatakan :

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَ رَأْسِى فَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ قَالَ « لاَ إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِى عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ ثُمَّ تُفِيضِينَ عَلَيْكِ الْمَاءَ فَتَطْهُرِينَ ».

“Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub?” Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim).

Dengan seseorang memenuhi rukun mandi ini, maka mandinya dianggap sah, asalkan disertai niat untuk mandi wajib

(Baca juga : Perempuan Gila yang Gigih Menutup Aurat )

Aisyah radhiyallahu‘anha, meriwayatkan :

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

(Baca juga : Sempurnakan Wudhu agar Ibadah Diterima Allah Ta'ala )

Hadis itu menjelaskan tentang sunnah berwudhu sebelum mandi junub. Artinya, wudhu termasuk bagian dari sunnah tapi terabaikan dalam pengamalannya oleh kebanyakan umat dalam bab thaharah.

Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata :

إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، غَسَلَ يَدَيْهِ، وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ

“Jika (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mandi junub, beliau mencuci tangannya lalu berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Kemudian beliau mandi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

(Baca juga : Warga DKI Jakarta Mulai Jarang Nabung, Pertanda Apa? )

Dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, disebutkan bahwa Al-Hafizh Ibnu Daqiq al-‘Id menjelaskan, “Perkataan Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Seperti wudhu untuk salat,’ menunjukkan sunnahnya mendahulukan membasuh anggota wudhu sebelum mandi junub, dan tak diragukan sama sekali tentang hal itu.”

Imam al-Bukhari membuat satu bab, yaitu bab: wudhu sebelum mandi. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani pensyarah kitab Shahih al-Bukhari memberikan keterangan pada bab tersebut, “Maksudnya, sunnahnya berwudhu sebelum mandi.” (Hal ini disebutkan dalam Fathul Bari karangan Ibnu Hajar al-‘Asqalani).

(Baca juga : RSCM Ungkap Kondisi Terkini Abu Bakar Ba'asyir )

Diriwayatkan pula dari Maimunah, ia berkata,

أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلَهُ مِنْ الْجَنَابَةِ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ ثُمَّ أَفْرَغَ بِهِ عَلَى فَرْجِهِ وَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ فَدَلَكَهَا دَلْكًا شَدِيدًا ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ مِلْءَ كَفِّهِ ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ ثُمَّ تَنَحَّى عَنْ مَقَامِهِ ذَلِكَ فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ

“Aku pernah membawa air mandi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena junub. Lalu beliau membasuh dua telapak tangan sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangan ke dalam wadah berisi air, lalu menyiramkan air tersebut ke atas kemaluan serta membasuhnya dengan tangan kiri. Setelah itu, beliau menggosokkan tangan kiri ke tanah dengan pijatan yang kuat, lalu berwudhu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan salat. Kemudian beliau menuangkan air yang diciduk dengan dua telapak tangan ke kepala sebanyak tiga kali sepenuh telapak tangan. Lalu beliau membasuh seluruh tubuh, lalu beralih dari tempat tersebut dan membasuh kedua kaki.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

(Baca juga : Mobil Dua Muka Muncul di New York Setelah di Indonesia )

Wallahu A'lam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Wudu dengan Air Hujan,...
Wudu dengan Air Hujan, Sunnah Nabi yang Sering Dilalaikan
Pentingnya Berwudu Sebelum...
Pentingnya Berwudu Sebelum Mandi Wajib, Begini Alasannya!
Perbedaan Mandi Junub...
Perbedaan Mandi Junub dan Setelah Haid, Kaum Muslimah Wajib Tahu!
Alasan Mengapa Harus...
Alasan Mengapa Harus Selalu Menjaga Wudu, Begini Penjelasannya
Apakah Boleh Seseorang...
Apakah Boleh Seseorang dalam Keadaan Junub Menunda Mandi Wajib?
Hukum Wudu Pakai Air...
Hukum Wudu Pakai Air yang Terkena Limbah, Apakah Diperbolehkan?
Rekomendasi
Selandia Baru Diterjang...
Selandia Baru Diterjang Gelombang Panas Terparah sejak 1909
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
3.000 Gletser Hilang...
3.000 Gletser Hilang Setiap Tahunnya Bukti Bumi Tak Bisa DIselamatkan
Artikel Terkini
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Infografis
Fenomena Si Janda Bolong,...
Fenomena Si Janda Bolong, Tanaman Hias dengan Harga Selangit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved