Khubaib, Orang Pertama yang Mengerjakan Salat Sunnah Sebelum Dibunuh

Rabu, 13 Mei 2020 - 07:30 WIB
loading...
Khubaib, Orang Pertama...
Khubaib bin Adi, orang pertama yang mengerjakan salat sunnah 2 rakaat sebelum dibunuh. Sahabat Nabi ini wafat dalam keadaan syahid. Foto Ilustrasi/Ist
A A A
Ada satu kisah sahabat yang wafat syahid di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau adalah Khubaib bin 'Adi radhiyallahu'anhu, sahabat Nabi (kaum Anshar) yang ditawan dan dibunuh oleh kaum musyrikin di tiang gantungan.

Beliaulah orang pertama yang mengerjakan salat sunnah 2 rakaat sebelum dibunuh. Riwayat lain mengatakan beliau adalah muslim pertama yang dieksekusi mati dengan cara digantung. (Baca Juga: Orang-orang yang Mati Syahid Menurut Hadis Nabi)

Dalam buku "37 Masalah Populer" karya Ustaz Abdul Somad (dai yang lulusan S3 Oumdurman Islamic University Sudan) diceritakan kisah sahabat yang mulia ini. Dari Abu Hurairah, ia berkata, " Rasulullah SAW mengutus utusan sebanyak sepuluh orang. Mereka dipimpin ‘Ashim bin Tsabit al-Anshari kakek ‘Ashim bin Umar bin al-Khaththab. Ketika mereka berada di al-Hadah lokasi antara 'Asafan dan Makkah.

Berita kedatangan mereka disampaikan ke satu kawasan dari Hudzail bernama Bani Lihyan, lalu dipersiapkan untuk menghadapi mereka hampir seratus orang pemanah. Pasukan musuh mengikuti jejak pasukan kaum muslimin hingga pasukan musuh mendapati makanan pasukan kaum muslimin yaitu kurma di tempat yang mereka diami.

Pasukan musuh berkata, "Ini kurma Yatsrib (Madinah)". Pasukan musuh terus mengikuti jejak pasukan kaum muslimin. Ketika 'Ashim dan para sahabatnya merasa bahwa mereka diikuti, mereka pun singgah di suatu tempat. Pasukan musuh mengelilingi mereka dan berkata, "Turunlah kalian, serahkan diri kalian. Bagian kalian perjanjian. Kami tidak akan membunuh seorang pun dari kalian". Ashim bin Tsabit berkata, "Wahai sahabat, aku tidak akan turun ke dalam perlindungan orang kafir. Ya Allah, beritahukan Nabi-Mu tentang kami". Pasukan musuh memanah pasukan kaum muslimin, mereka berhasil membunuh Ashim.

Tiga orang turun berdasarkan perjanjian, di antara mereka adalah Khubaib, Zaid bin ad-Datsinah dan seorang laki-laki. Ketika pasukan musuh dapat menguasai mereka, pasukan musuh melepaskan tali busur panah mereka dan mengikat pasukan kaum muslimin. Laki-laki yang ketiga itu berkata, "Demi Allah, inilah tipuan pertama, aku tidak akan bersama dengan kamu. Sesungguhnya aku suri tauladan bagi mereka", yang ia maksudkan adalah dalam hal pembunuhan.

Pasukan musuh terus menyeret dan mengajaknya, tapi ia tetap menolak untuk ikut bersama mereka. Lalu Khubaib dan Zaid bin ad-Datsinah dibawa hingga pasukan musuh menjual mereka berdua setelah perang Badar. Bani Al-Harits bin ‘Amir bin Naufal membeli Khubaib. Khubaib adalah orang yang membunuh Al-Harits bin 'Amir saat perang Badar. (Baca Juga: Sahabat Nabi yang Wafat karena Wabah Penyakit)

Khubaib menetap di negeri mereka sebagai tawanan hingga mereka berkumpul untuk membunuhnya. Khubaib meminjam pisau silet kepada salah seorang perempuan dari anak perempuan al-Harits, perempuan itu meminjamkannya. Perempuan itu memiliki seorang anak laki-laki, ketika perempuan itu lengah, anak laki-lakinya datang kepada Khubaib. Perempuan itu mendapati anak laki-lakinya berada di atas pangkuan Khubaib sedangkan pisau silet berada di tangan Khubaib.

Perempuan itu berkata, "Aku sangat terkejut". Khubaib menyadari hal itu, ia berkata, "Apakah engkau khawatir aku membunuhnya? Aku tidak mungkin melakukan itu”. Perempuan itu berkata, "Demi Allah aku tidak pernah melihat seorang tawanan sebain Khubaib. Demi Allah, suatu hari aku dapati Khubaib memakan setangkai anggur di tangannya, padahal ia terikat dengan besi, sedangkan di Makkah tidak ada buah-buahan. Itulah adalah rezeki yang diberikan Allah Ta'ala kepada Khubaib".

Ketika pasukan musuh membawa Khubaib keluar untuk dibunuh di tanah halal (luar tanah haram). Khubaib berkata kepada mereka, "Biarkanlah aku melaksanakan salat dua rakaat". Mereka pun membiarkannya. Lalu Khubaib melaksanakan salat dua rakaat. Khubaib berkata, "Demi Allah, andai kalian tidak menyangka bahwa aku berkeluh-kesah, pastilah aku tambah (jumlah rakaat)".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Khotbah Jumat: Amalan-amalan...
Khotbah Jumat: Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji
Doa dan Amalan agar...
Doa dan Amalan agar Disegerakan Ibadah Umrah dan Haji
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rekomendasi
Tablet Berusia 3.500...
Tablet Berusia 3.500 Tahun Ditemukan, Isinya Daftar Belanja
Ilmuwan Temukan Kebocoran...
Ilmuwan Temukan Kebocoran Aneh di Dasar Laut Pemicu Gempa Besar
Air Kanal di Kota Argentina...
Air Kanal di Kota Argentina Berubah Warna Menjadi Merah Darah
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved