Nafisah binti Al Hasan, Ulama Perempuan Tersohor Cicit Rasulullah
Minggu, 27 Desember 2020 - 14:48 WIB
loading...
ilmu. Nafisah sangat senang mempelajari ilmu Tafsir dan Hadis dengan para ulama di Madinah, hingga ia mendapat julukan Nafisatul’ilmi. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Salah satu keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah Nafisah Binti Al – Hasan. Ia adalah cicit Rasulullah yang dikenal sebagai muslimah mulia yang begitu taat kepada Allah . Setiap harinya dihabiskan untuk beribadah, setiap tarikan nafasnya beriring dengan zikrullah .
Nafisah dilahirkan di Makkah pada 1 Rabiul Awal 145 Hijriah. Cicit Rasul dari Hasan ini sangat mahir dalam berbagai bidang disiplin ilmu, Kedalaman ilmu dan kecerdasannya diakui oleh para ulama. Bahkan ulama yang termasyur seperti Imam Syafi’i dan Imam Hanbali berguru padanya.
(Baca juga: Inilah Rahasia Kecantikan Perempuan yang Jarang Diketahui )
Dirangkum dari berbagai sumber, dijelaskan bahwa sejak usia 8 tahun, Nafisah telah mampu menghafal keseluruhan Al – Qur’an. Tumbuh dan berkembang di Madinah membuat Nafisah menjadi pribadi yang matang dan sangat mencintai ilmu. Nafisah sangat senang mempelajari ilmu Tafsir dan Hadis dengan para ulama di Madinah, hingga ia mendapat julukan Nafisatul’ilmi.
Kemudian, ia menikah dengan Ishaq Al-Mu’tamin putra dari Ja’far Ash-Shadiq bin Al – Husain pada bulan Rajab 161 Hijriah, dengan pernikahan tersebut bersatulah keturunan dari Al – Hasan dan Al – Husain dalam sebuah keluarga yang dipenuhi keberkahan.
(Baca juga: Jadilah Manusia yang Tidak Akan Merugi di Akhirat )
Nafisah selalu meletakan akhirat di hatinya dan menjadi tujuan utamanya, kebanyakan waktunya dihabiskan di Masjid Nabawi untuk beribadah. Keponakan Zainab, cucu Rasul yang pertama yang selalu membantu Nafisah berkata “Aku tak pernah melihatnya tidur pada malam hari dan tak pernah tak melihatnya puasa kecuali hari ‘ied dan tasyrik. Sampai ku bertanya padanya, Apa kau tidak mengasihani dirimu sendiri?”
“Bagaimana aku mampu mengasihani diriku, padahal di depanku ada jurang yang bisa melewatinya kecuali hanyalah orang yang beruntung.”
(Baca juga: Peringatan Allah Tentang Tipu Daya Dunia dan Bahayanya )
Disambut di Mesir
Nafisah dilahirkan di Makkah pada 1 Rabiul Awal 145 Hijriah. Cicit Rasul dari Hasan ini sangat mahir dalam berbagai bidang disiplin ilmu, Kedalaman ilmu dan kecerdasannya diakui oleh para ulama. Bahkan ulama yang termasyur seperti Imam Syafi’i dan Imam Hanbali berguru padanya.
(Baca juga: Inilah Rahasia Kecantikan Perempuan yang Jarang Diketahui )
Dirangkum dari berbagai sumber, dijelaskan bahwa sejak usia 8 tahun, Nafisah telah mampu menghafal keseluruhan Al – Qur’an. Tumbuh dan berkembang di Madinah membuat Nafisah menjadi pribadi yang matang dan sangat mencintai ilmu. Nafisah sangat senang mempelajari ilmu Tafsir dan Hadis dengan para ulama di Madinah, hingga ia mendapat julukan Nafisatul’ilmi.
Kemudian, ia menikah dengan Ishaq Al-Mu’tamin putra dari Ja’far Ash-Shadiq bin Al – Husain pada bulan Rajab 161 Hijriah, dengan pernikahan tersebut bersatulah keturunan dari Al – Hasan dan Al – Husain dalam sebuah keluarga yang dipenuhi keberkahan.
(Baca juga: Jadilah Manusia yang Tidak Akan Merugi di Akhirat )
Nafisah selalu meletakan akhirat di hatinya dan menjadi tujuan utamanya, kebanyakan waktunya dihabiskan di Masjid Nabawi untuk beribadah. Keponakan Zainab, cucu Rasul yang pertama yang selalu membantu Nafisah berkata “Aku tak pernah melihatnya tidur pada malam hari dan tak pernah tak melihatnya puasa kecuali hari ‘ied dan tasyrik. Sampai ku bertanya padanya, Apa kau tidak mengasihani dirimu sendiri?”
“Bagaimana aku mampu mengasihani diriku, padahal di depanku ada jurang yang bisa melewatinya kecuali hanyalah orang yang beruntung.”
(Baca juga: Peringatan Allah Tentang Tipu Daya Dunia dan Bahayanya )
Disambut di Mesir
Lihat Juga :