Tipu Daya Duniawi (2): Kemewahan dan Kenikmatan Dunia Sebagai Ujian
Senin, 23 Agustus 2021 - 16:04 WIB
loading...
Ilustrasi/Dok, SINDOnews
A
A
A
Dunia adalah sebagai tempat ujian.Suatu anggapan yang keliru apabila cobaan hanya terbatas pada hal yang tidak mengenakkan saja. Sebut misalnya kefakiran dan penyakit. Pandangan yang sempit tentang cobaan tersebut merupakan akibat dari ketidaktahuan seorang tentang kehidupan dunia.
Baca juga: Tipu Daya Duniawi (1): Banyak Ayat Al-Quran dan Hadits yang Mencela Dunia
Allah SWT dalam banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah SAW dalam sekian haditsnya, nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan cobaan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةًۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” ( QS al-Anbiya: 35 )
Ibnu Abbas radhialllahu anhuma berkata menafsirkan ayat ini, “(Kami menguji kalian) dengan kesusahan dan kesenangan, dengan sehat dan sakit, dengan kekayaan dan kefakiran, serta dengan yang halal dan yang haram. Semuanya adalah ujian.”
Ibnu Yazid rahimahullah mengatakan, “Kami uji kalian dengan sesuatu yang disenangi dan yang dibenci oleh kalian, agar Kami melihat bagaimana kesabaran dan syukur kalian.”
Al-Kalbi rahimahullah berkata, “(Maksud Kami menguji) dengan kejelekan ialah yang berupa kefakiran dan musibah. Adapun diuji dengan kebaikan ialah yang berupa harta dan anak.”
Baca juga: Ngaji Gus Baha Terbaru: Tipu Daya Duniawi, Melupakan Akhirat
Baca juga: Tipu Daya Duniawi (1): Banyak Ayat Al-Quran dan Hadits yang Mencela Dunia
Allah SWT dalam banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah SAW dalam sekian haditsnya, nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan cobaan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةًۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” ( QS al-Anbiya: 35 )
Ibnu Abbas radhialllahu anhuma berkata menafsirkan ayat ini, “(Kami menguji kalian) dengan kesusahan dan kesenangan, dengan sehat dan sakit, dengan kekayaan dan kefakiran, serta dengan yang halal dan yang haram. Semuanya adalah ujian.”
Ibnu Yazid rahimahullah mengatakan, “Kami uji kalian dengan sesuatu yang disenangi dan yang dibenci oleh kalian, agar Kami melihat bagaimana kesabaran dan syukur kalian.”
Al-Kalbi rahimahullah berkata, “(Maksud Kami menguji) dengan kejelekan ialah yang berupa kefakiran dan musibah. Adapun diuji dengan kebaikan ialah yang berupa harta dan anak.”
Baca juga: Ngaji Gus Baha Terbaru: Tipu Daya Duniawi, Melupakan Akhirat
Lihat Juga :