Misteri Umar bin Khattab Saat Ikut Hijrah ke Madinah

Senin, 08 Juni 2020 - 09:45 WIB
loading...
A A A
Haekal menulis, kedudukan dan kekuatan yang dicapai Muslimin dalam kehidupan masyarakat di Madinah telah membuka cakrawala baru bagi Umar bin Khattab, yang selama di Makkah tak pernah ada. Dia laki-laki yang penuh disiplin, laki-laki bijaksana yang telah berjuang demi disiplin.

Baca juga: Anggap Galak dan Pelit, Dua Perempuan Ini Tolak Lamaran Umar bin Khattab

Kaum Muslimin di Makkah merupakan kaum minoritas yang dilindungi oleh keimanan mereka yang kuat kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka tidak tergoda dan tidak menjadi lemah, dengan bersikap negatif dalam perlawanan terhadap mereka yang mencoba menggoda agar meninggalkan agama Allah.

Baca juga: Preman Pasar Ukaz yang Jago Gulat dan Pacuan Kuda Itu Bernama Umar

Perlawanan negatif demikian tidak sesuai dengan watak Umar yang selalu memberontak meluap-luap menantang siapa saja yang mau merintanginya. Untuk itu di Makkah tidak cukup tempat untuk melaksanakan segala kegiatannya sehingga menampakkan hasil.

Baca juga: Sebelum Kenabian, Sepupu Umar bin Khattab Sudah Berakidah Tauhid

Tetapi dalam kehidupan Muslimin di Madinah dengan segala disiplinnya yang begitu jelas, bagi Umar sudah tiba saatnya untuk memperlihatkan kepribadiannya dan harus ada pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat. Bahkan ada sifat-sifat Umar yang di Makkah dulu tak terlihat sudah mulai tampak: sebagai manusia yang dapat melihat peristiwa sebelum terjadi, dan apa yang terjadi seolah sudah diduganya.

Baca Juga: Biografi Umar Bin Khattab, Khalifah Kedua yang Menaklukkan Romawi dan Persia

Panggilan Salat
Sesudah Rasulullah merasa tenang di Madinah, pada waktunya tanpa dipanggil orang-orang datang berkumpul untuk salat. Rasulullah ingin menggunakan trompet seperti trompet orang Yahudi untuk memanggil Muslimin. Tetapi ia tidak menyukai trompet, maka dimintanya menggunakan genta yang ditabuh pada waktu salat seperti dilakukan orang Nasrani. Genta dibuat dengan menugaskan Umar agar keesokannya membeli dua potong kayu. Sementara Umar sedang tidur di rumahnya ia bermimpi: "Jangan gunakan genta, tetapi untuk salat serukanlah azan ."

Baca juga: Kisah Syahidnya Umar bin Khattab dan Kenaikan Pajak

Umar pergi menemui Rasulullah memberitahukan mimpinya. Tetapi wahyu sudah mendahuluinya. Ada juga disebutkan bahwa Abdullah bin Zaid (bin Sa'labah) sudah lebih dulu datang kepada Rasulullah dengan mengatakan: "Rasulullah, semalam saya seperti bermimpi: Ada laki-laki beipakaian hijau lewat di depan saya membawa genta.

Saya tanyakan kepadanya: Hai hamba Allah, akan Anda jual genta itu? Orang itu menjawab dengan bertanya: Akan Anda apakan? 'Untuk memanggil orang salat,' jawab saya. 'Boleh saya tunjukkan yang lebih baik?' tanyanya lagi.

Baca juga: Pesan Nabi, Teladanilah Dua Orang Ini Sepeninggalku

Kemudian ia menyebutkan kepadanya lafal azan. Rasulullah pun lalu menyuruh Bilal dan ia menyerukan azan dengan lafal itu. Umar di rumahnya mendengar suara azan itu, ia keluar menemui Rasulullah sambil menyeret jubahnya dan berkata: "Rasulullah, demi Yang mengutus Anda dengan sebenarnya, saya bermimpi seperti itu."

Sejak itu suara azan bergema di udara Madinah setiap hari lima kali, dan ini merupakan bukti yang nyata bahwa Muslimin kini di atas angin, lebih unggul. (Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab, Khalifah Kedua yang Ditakuti Setan )

Azan untuk salat merupakan seruan kepada disiplin yang menambah kekuatan orang yang berpegang pada disiplin itu. Bahwa hal ini sudah dikatakan Umar sebelum turun wahyu, suatu bukti bahwa agama telah menyerap ke dalam diri orang kuat ini, sehingga pikirannya hanya tertumpu pada disiplin yang akan membuat agama ini makin kukuh dan tersebar luas.(Baca juga: Dua Versi Tentang Kisah Masuknya Islam Umar Bin Khattab )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Rekomendasi
Temuan Fosil Kaki di...
Temuan Fosil Kaki di Afrika Menulis Ulang Kisah Asal-usul Dinosaurus
Ilisionis Sebut Lokasi...
Ilisionis Sebut Lokasi Tabut Perjanjian Suci yang Pernah Diburu Adolf Hitler
Misteri Dagon hingga...
Misteri Dagon hingga Bulan Terbentuk dari Tabrakan antar Kosmis
Artikel Terkini
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Nafkah Anak Setelah...
Nafkah Anak Setelah Perceraian: Berapa Besar yang Wajib Diberikan Ayah?
Hak Harta Pernikahan...
Hak Harta Pernikahan dalam Islam: Aturan dan Pembagiannya Saat Perceraian
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Kumpulan Ayat-ayat Al...
Kumpulan Ayat-ayat Al Quran tentang Pernikahan yang Penting Diketahui
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved