Cinta kepada Allah dan 7 Ujian ke Arah Sana (3-Habis)
Kamis, 18 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali: Pemeriksaan Diri dan Zikir Kepada Allah (2)
Allah memerintahkan Nabi Daud a.s. untuk pergi dan berkata kepadanya: "Engkau telah mencampurkan kecintaan kepada seekor burung yang merdu dengan kecintaan kepadaKu; maka tingkatanmu di kalangan para wali pun terendahkan."
Di pihak lain, beberapa orang telah mencintai Allah dengan kecintaan sedemikian rupa, sehingga ketika mereka sedang berkhidmat dalam ibadah, rumah-rumah mereka telah terbakar dan mereka tidak mengetahuinya.
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (1
Ujian keenam adalah bahwa ibadah pun menjadi mudah baginya.
Seorang wali berkata: "Selama tigapuluh tahun pertama saya menjalankan ibadah malamku dengan susah payah, tetapi tiga puluh tahun kemudian hal itu telah menjadi suatu kesenangan bagiku."
"Jika kecintaan kepada Allah sudah sempurna, maka tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah," kata Imam Ghazali.
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (2-Habis)
Ujian ketujuh adalah bahwa pencinta Allah akan mencintai orang-orang yang menaatiNya, dan membenci orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak taat, sebagaimana kata al-Qur'an: "Mereka bersikap keras terhadap orang kafir dan berkasih sayang dengan sesamanya."
Nabi SAW pernah bertanya kepada Allah: "Ya Allah, siapakah pencinta-pencintaMu?"
Dan jawabannya pun datang: "Orang-orang yang berpegang erat-erat kepadaKu sebagaimana seorang anak kepada ibunya; yang berlindung di dalam pengingatan kepadaKu sebagaimana seekor burung mencari naungan pada sarangnya; dan akan sangat marah jika melihat perbuatan dosa sebagaimana seekor macan marah yang tidak takut kepada apa pun."
(Baca juga: Iman Kepada Allah: Ibadah Hati yang Paling Dicintai Allah)
Allah memerintahkan Nabi Daud a.s. untuk pergi dan berkata kepadanya: "Engkau telah mencampurkan kecintaan kepada seekor burung yang merdu dengan kecintaan kepadaKu; maka tingkatanmu di kalangan para wali pun terendahkan."
Di pihak lain, beberapa orang telah mencintai Allah dengan kecintaan sedemikian rupa, sehingga ketika mereka sedang berkhidmat dalam ibadah, rumah-rumah mereka telah terbakar dan mereka tidak mengetahuinya.
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (1
Ujian keenam adalah bahwa ibadah pun menjadi mudah baginya.
Seorang wali berkata: "Selama tigapuluh tahun pertama saya menjalankan ibadah malamku dengan susah payah, tetapi tiga puluh tahun kemudian hal itu telah menjadi suatu kesenangan bagiku."
"Jika kecintaan kepada Allah sudah sempurna, maka tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah," kata Imam Ghazali.
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (2-Habis)
Ujian ketujuh adalah bahwa pencinta Allah akan mencintai orang-orang yang menaatiNya, dan membenci orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak taat, sebagaimana kata al-Qur'an: "Mereka bersikap keras terhadap orang kafir dan berkasih sayang dengan sesamanya."
Nabi SAW pernah bertanya kepada Allah: "Ya Allah, siapakah pencinta-pencintaMu?"
Dan jawabannya pun datang: "Orang-orang yang berpegang erat-erat kepadaKu sebagaimana seorang anak kepada ibunya; yang berlindung di dalam pengingatan kepadaKu sebagaimana seekor burung mencari naungan pada sarangnya; dan akan sangat marah jika melihat perbuatan dosa sebagaimana seekor macan marah yang tidak takut kepada apa pun."
(Baca juga: Iman Kepada Allah: Ibadah Hati yang Paling Dicintai Allah)
(mhy)
Lihat Juga :