Sehat Jasmani, Salah Satu Kenikmatan yang Sering Diabaikan Manusia

loading...
Sehat Jasmani, Salah Satu Kenikmatan yang Sering Diabaikan Manusia
Sehat jasmani merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah Taala kepada kita, sayangnya nikmat sehat ini sering diabaikan dan ketika sakit akan terasa nikmat sehat itu ternyata luar biasa. Foto ilustrasi/ist
Allah Subhanahu wa ta'ala telah memberikan nikmat yang tak terbilang dan tak terhingga, baik itu nikmat lahiriah maupun nikmat batiniah. Akan tetapi manusia terkadang mengabaikan nikmat tersebut. Salah satu jenis nikmat yang sering diabaikan manusia ini, adalah nikmat sehat .

Dalam salah satu hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ ‌آمِنًا ‌فِي ‌سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا


“Barang siapa di antara kalian di pagi hari merasakan aman di tengah-tengah keluarganya, sehat jasmaninya, memiliki kebutuhan pokok untuk sehari-harinya, maka seakan-akan kenikmatan dunia ada di tangannya.” (HR. Tirmizi no. 2268)

Baca juga: Pentingnya Kesehatan, Ini Doa Nabi Agar Tetap Diberi Sehat

Hadis di atas merupakan pengingat akan nikmat-nikmat Allah yang sudah terbiasa didapatkan manusia. Akan tetapi, menurut Ustadz Abdul Halim Tri Hantoro yang juga mahasiswa pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam di IAIN Surakarta, kebanyakan manusia tidak merasakan akan kemuliaannya dan bahkan mengabaikannya.

Seperti nikmat sehat (sehat jasmani) yang disampaikan dalam hadis di atas seharusnya disyukuri benar-benar oleh kita. Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan di dalam Musnad-nya dari hadis Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ


“Ya Allah sesunguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila dan penyakit kusta serta dari sejelek-jeleknya penyakit.”

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala keselamatan dalam agama, dunia, jiwa, keluarga, dan harta beliau setiap pagi dan sore.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya untuk membacanya juga. Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan dari hadis ‘Abdullah bin’Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tak pernah meninggalkan doa-doa ini ketika pagi dan sore:

اَللَّهُمَّ إِنَي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدِّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوْذُ بِعِظَمَتِكَ مِنْ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحْتِي


"Ya Allah, sesungguhnya Saya memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepadamu ampunan dan keselamatan dalam agama dan dunia saya, keluarga, dan harta saya.Ya Allah, tutupilah kejelekan saya dan tentramkanlah hati saya. Ya Allah, lindungilah dari depan dan dari belakang saya, sebelah kanan dan kiri saya dari atas kepala saya, serta dengan keagungan-Mu aku berlindung dari upaya makar atas saya dari bawah saya. (HR. Abu Dawud no. 4412)

Imam at-Tirmidzi di dalam Sunan-nya meriwayatkan sebuah hadis dari Mu’adz bin Rifa’ah dari bapaknya berkata:

“Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu naik ke atas mimbar, kemudian beliau menangis lalu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di atas mimbar pada tahun pertama lalu menangis, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اسْأَلُوا ‌اللَّهَ ‌العَفْوَ ‌وَالعَافِيَةَ، فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ اليَقِينِ خَيْرًا مِنَ العَافِيَةِ


“Mintalah kepada Allah subhanahu wata’ala ampunan dan keselamatan, karena sesungguhnya tidaklah seseorang dikaruniai sesuatu yang lebih baik setelah dikaruniai keyakinan (iman) dibandingkan dengan keselamatan.” (HR. At-Tirmizi No. 3481)

Baca juga: Keutamaan Rasa Malu sebagai Akhlak Islam dan Dalil-dalilnya

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kebanyakan manusia melalaikan dan terpedaya dengan nikmat ini.
halaman ke-1
preload video