5 Hak Istri yang Wajib Ditunaikan Suami, Nomor 3 Digauli dengan Akhlak Mulia

loading...
5 Hak Istri yang Wajib Ditunaikan Suami, Nomor 3 Digauli dengan Akhlak Mulia
Para istri memiliki hak yang harus ditunaikan suaminya sebagaimana suami memiliki hak yang harus dipenuhi oleh istrinya. Foto ilustrasi/ist
Umumnya, percikan konflik dalam rumah tangga seringkali berakar dari diabaikannya hak-hak istri atau suami oleh pasangan mereka. Ada hak-hak yang tidak ditunaikan, salah satunya adalah soal hak-hak istri tersebut. Padahal Allah Ta'ala telah berfirman :

وَلَهُنَّ مِثۡلُ ٱلَّذِي عَلَيۡهِنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ


“Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang makruf.” (QS al-Baqarah: 228)

Lantas, apa saja hak-hak istri yang mesti ditunaikan suami? Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi rahimahullah menyatakan dalam tafsir ayat di atas bahwa para istri memiliki hak yang harus ditunaikan suaminya sebagaimana suami memiliki hak yang harus dipenuhi oleh istrinya.

Baca juga: Nasihat Syaikh Abdul Aziz Bin Baz Bagi Istri yang Tidak Diperlakukan dengan Baik oleh Suaminya

Hakim bin Mu’awiyah meriwayatkan sebuah hadis dari ayahnya, Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu anhu. Ayahnya berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,

“Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami yang wajib ditunaikan suaminya?” Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
“Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan dan engkau beri pakaian apabila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya[1], dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Daud)

Dinukil dari kitab "Shifat A-Zauf Ash-Salih wa Az-Zaujah Ash-Shalihah' Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi menjelaskan, beberapa hak yang dimiliki seorang istri terhadap suaminya, di antaranya, mendapatkan mahar, digauli suami dengan akhlak mulia, diberikan nafkah, diberikan tempat tinggal dan suami wajib berbuat adil kepada istri-istrinya. Tentang hak-hak istri dalam rumah tangga ini, dirangkum dari berbagai sumber inilah penjelasannya;

1. Mendapat mahar

Mahar ini hukumnya wajib dengan dalil ayat Allah Ta'ala,

وَءَاتُواْ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَٰتِهِنَّ نِحۡلَةً


“Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS An-Nisa: 4)

فَ‍َٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً


“Berikanlah kepada mereka (istri-istri kalian) maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban.” (QS An-Nisa: 24)

Dari As-Sunnah pun ada dalil yang menunjukkan wajibnya mahar. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada seorang sahabatnya yang ingin menikah dalam keadaan tidak memiliki harta,

“Lihatlah apa yang bisa engkau jadikan mahar dalam pernikahanmu walaupun hanya cincin dari besi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “(Ulama) kaum muslimin telah bersepakat tentang disyariatkannya mahar dalam pernikahan.” Mahar merupakan milik pribadi si perempuan. Ia boleh menggunakan dan memanfaatkannya sekehendaknya dalam batasan yang diperkenankan syariat. Adapun orang lain (ayahnya, saudara laki-lakinya, suaminya, atau selain mereka) tidak boleh menguasai mahar tersebut tanpa keridhaan si perempuan.

Allah Ta'ala mengingatkan,

وَإِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡجٍ مَّكَانَ زَوۡجٍ وَءَاتَيۡتُمۡ إِحۡدَىٰهُنَّ قِنطَارًا فَلَا تَأۡخُذُواْ مِنۡهُ شَيۡ‍ًٔاۚ أَتَأۡخُذُونَهُۥ بُهۡتَٰنًا وَإِثۡمًا مُّبِينًا


“Dan jika kalian ingin mengganti salah seorang istri dengan istri yang lain, sedangkan kalian telah memberikan kepada salah seorang di antara mereka (istri tersebut) harta yang banyak, janganlah kalian mengambil kembali dari harta tersebut walaupun sedikit. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata?” (QS An-Nisa: 20)
halaman ke-1
preload video