Membesuk dan Mendoakan Orang Sakit Bisa Jadi Sebab Kesembuhan

loading...
Membesuk dan Mendoakan Orang Sakit Bisa Jadi Sebab Kesembuhan
Membesuk dan Mendoakan Orang Sakit Bisa Jadi Sebab Kesembuhan
KUNJUNGAN kepada orang sakit termasuk salah satu hak seorang muslim dengan muslim lainnya. Hukumnya mustahab. Supaya setiap individu tidak hanya berpikir urusan pribadinya saja, tetapi juga memiliki kepedulian kepada orang lain. Untuk memotivasi umat supaya gemar melakukan kegiatan sosial ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda:

عَائِدُ الْمَرِيْضِ فِيْ مَخْرَفَةْ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجْعَ

Orang yang menjenguk orang sakit akan berada di kebun-kebun surga sampai ia pulang. [HR Muslim, no. 2568].

Menurut cendekiawan Arab Saudi, Syeikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhailiy, membesuk orang sakit dan mendoakannya dengan doa yang ada tuntunannya termasuk sebab kesembuhan.



Disamping itu, juga merupakan bentuk hiburan dan dapat menyenangkan hatinya. Dari Ibnu Abbas radhiyaAllahu ‘anhuma (RA), dari Nabi SAW bersabda:

“Siapa yang mengunjungi orang sakit yang belum tiba ajalnya, lalu mendoakannya sebanyak tujuh kali, “Aku memohon kepada Allah yang Maha agung, Rabb ‘arsy yang agung agar menyembuhkanmu,” melainkan Allah akan menyembuhkannya dari penyakit itu.” Riwayat at-Tirmidzi (2083) dan Abu Dawud (3106) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami’ (5766).Kunjungan kepada orang sakit tidak terbatasi oleh sekat agama. Rasulullah SAW pernah menjenguk seorang anak Yahudi dan pamannya, Abu Thâlib yang masih musyrik.

Saat berkunjung, Rasulullah memotivasi dan menanamkan optimisme pada si sakit. Bahwa penyakit yang diderita bukan sebuah mimpi buruk. Ada rahasia Ilahi di baliknya. Dengan demikian, si sakit akan merasa lebih tenang, tidak mengeluhkan takdir atau mencaci penyakit yang sedang dideritanya. Beliau SAW pernah menegur orang yang mencaci demam (alhumma ) dengan sabdanya:



لَا تَسُبِّي الْحُمَّى
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَمَنۡ يَّقۡتُلۡ مُؤۡمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيۡهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيۡمًا
Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

(QS. An-Nisa:93)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video