Kisah Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab: Si Kidal Penggembala Unta dengan Ayah yang Pemarah

loading...
Umar bin Khattab: Si Kidal Penggembala Unta dengan Ayah yang Pemarah
la berpendapat orang yang meninggalkan kepercayaan masyarakatnya telah merusak sendi-sendi pergaulan masyarakat Arab. Foto/Ilustrasi/Ist
GAMBARAN Umar bin Khattab semasa jahiliyah lebih mirip dalam dunia kelam. Gelap. Ayahnya yang miskin dan pemarah sering menghajarnya. Umar adalah si kidal penggembala unta. Badannya kekar, jago gulat dan pacuan kuda. Dia juga penggemar khamr dan wanita jelita. Tuhan? Lat dan Uzza sesembahannya. (Baca juga: Anggap Galak dan Pelit, Dua Perempuan Ini Tolak Lamaran Umar bin Khattab)

Inilah kabilah Umar. Ayahnya, al-Khattab bin Nufail bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adi bin Ka'b. Adi ini saudara Murrah, kakek Nabi Muhammad SAW yang kedelapan. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al-Mugirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. (Baca juga: Baca juga: Kisah Leluhur Rasulullah dan Jabatan Pemegang Kunci Ka'bah)

Khattab orang terpandang di kalangan masyarakatnya, tetapi dia bukan orang kaya, juga tak mempunyai khadam. Umar pernah menulis surat kepada Amr bin al-As yang ketika itu ditempatkan sebagai amir untuk Mesir, menanyakan asal usul hasil kekayaan yang dihimpunnya.

Dalam surat balasannya itu Amr marah, di antaranya ia mengatakan:



"...Sungguh, kalaupun dalam mengkhianati Anda itu halal, saya tidak akan mengkhianati Anda atas kepercayaan yang telah Anda berikan kepada saya. Saya turunan orang baik-baik, yang jika kami hubungkan ke sana tak perlu lagi saya mengkhianati Anda. Anda menyebutkan bahwa di samping Anda ada kaum Muhajirin yang mula-mula yang lebih baik dari saya. Kalau memang begitu, demi Allah wahai Amirul mukminin, saya tidak akan mengetuk pintu untuk Anda dan gembok pintu saya pun tidak akan saya bukakan kepada Anda."

Amr bin al-As begitu marah atas surat Umar itu sampai ia berkata kepada Muhammad bin Maslamah ketika ia datang sebagai utusan Umar untuk mengadakan perhitungan: "...Sial benar sejarah ini, yang telah membuat aku menjadi gubernur Umar! Saya dulu melihat Umar dan ayahnya sama-sama mengenakan jubah putih berbulu kasar tipis yang tak sampai di lekuk lututnya dan memikul seikat kayu bakar', sedang al-As bin Wa'il memakai pakaian sutera berumbai-rumbai."

"Sudahlah Amr! Umar lebih baik dari Anda, sedang bapak Anda dan bapaknya sudah sama-sama dalam neraka..." ujar Muhammad bin Maslamah mengingatkan.



Muhammad Husain Haekal dalam buku “Umar bin Khattab” mendiskripsikan bahwa Khattab, ayah Umar, adalah laki-laki yang berperangai kasar dan keras. Hal itu juga pernah disampaikan Umar. "Aku pernah menggembalakan ternak Khattab di tempat ini. Yang kuketahui dia kasar dan keras,” tutur Umar saat melewati sebuah tempat yang berpohon-pohon, yang disebut Dajnan. Kala itu, Umar sudah menjadi khalifah.
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-A’raf:96)
cover bottom ayah
preload video