Belajar dari Umar bin Abdul Aziz Menerapkan Hukum Islam Secara Bertahap
Senin, 05 Juni 2023 - 05:15 WIB
loading...
Kita dituntut untuk membuat perencanaan dan persiapan agar dapat menciptakan perubahan. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Belajar dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk menerapkan hukum Islam secara bertahap dikisahkan Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya yang berjudul "Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah" (Citra Islami Press, 1997).
Al-Qardhawi mengatakan tadarruj (tahapan) itu merupakan salah satu Sunah (ketetapan) Allah yang berlaku pada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sungguh Allah telah menciptakan manusia dalam beberapa fase, yaitu dari segumpal darah, kemudian segumpal daging, lalu diberi tulang dan seterusnya.
"Allah juga menciptakan dunia selama enam hari, Allah Maha Mengetahui terhadap setiap hari dari enam-hari tersebut berapa lamanya," ujarnya.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Hukum Islam yang Dicita-citakan Bukan dari Mazhab Tertentu
Menurut Al-Qardhawi, sebagaimana Allah telah memerintahkan dengan yang wajib dan melarang dari yang haram dengan proses dan tahapan. "Yang demikian ini karena mempertimbangkan kelemahan manusia dan karena kasih sayang kepada mereka," jelasnya.
Tidak diragukan lagi bahwa syari'at Islam itu telah sempurna, akan tetapi penerapannya pada saat ini memerlukan pengkondisian dan persiapan, untuk dapat mengarahkan masyarakat menuju iltizam (komitmen) kepada keislaman yang shahih, setelah sekian waktu mereka tenggelam dalam kehidupan yang kebarat-baratan.
Beberapa negara telah mulai melaksanakan sebagian dari hal tersebut, sementara sebagaian yang lain masih tetap konsisten dengan atribut kejahiliyahannya.
Ini semua, kata al-Qardhawi, memerlukan usaha dan kesungguhan yang maksimal, sehingga kita mampu menghilangkan kendala-kendala dan meredam goncangan-goncangan. Untuk kemudian berupaya mewujudkan alternatif pengganti dan mendidik kader-kader pelaksana yang terpercaya, yang tergabung padanya antara kekuatan dan amanah (kepercayaan), karena untuk memperoleh kedua-duanya pada diri manusia itu sungguh sulit dan langka.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Hukum Positif ke Negeri Muslim Mirip dengan Masuknya Bangsa Yahudi ke Tanah Palestina
Umar bin Khattab pernah berkata (berdoa): "Ya Allah, sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu akan lemahnya orang yang bisa dipercaya dan kuatnya orang yang fajir (tidak bisa dipercaya dan banyak dosa)."
Al-Qardhawi mengatakan tadarruj (tahapan) itu merupakan salah satu Sunah (ketetapan) Allah yang berlaku pada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sungguh Allah telah menciptakan manusia dalam beberapa fase, yaitu dari segumpal darah, kemudian segumpal daging, lalu diberi tulang dan seterusnya.
"Allah juga menciptakan dunia selama enam hari, Allah Maha Mengetahui terhadap setiap hari dari enam-hari tersebut berapa lamanya," ujarnya.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Hukum Islam yang Dicita-citakan Bukan dari Mazhab Tertentu
Menurut Al-Qardhawi, sebagaimana Allah telah memerintahkan dengan yang wajib dan melarang dari yang haram dengan proses dan tahapan. "Yang demikian ini karena mempertimbangkan kelemahan manusia dan karena kasih sayang kepada mereka," jelasnya.
Tidak diragukan lagi bahwa syari'at Islam itu telah sempurna, akan tetapi penerapannya pada saat ini memerlukan pengkondisian dan persiapan, untuk dapat mengarahkan masyarakat menuju iltizam (komitmen) kepada keislaman yang shahih, setelah sekian waktu mereka tenggelam dalam kehidupan yang kebarat-baratan.
Beberapa negara telah mulai melaksanakan sebagian dari hal tersebut, sementara sebagaian yang lain masih tetap konsisten dengan atribut kejahiliyahannya.
Ini semua, kata al-Qardhawi, memerlukan usaha dan kesungguhan yang maksimal, sehingga kita mampu menghilangkan kendala-kendala dan meredam goncangan-goncangan. Untuk kemudian berupaya mewujudkan alternatif pengganti dan mendidik kader-kader pelaksana yang terpercaya, yang tergabung padanya antara kekuatan dan amanah (kepercayaan), karena untuk memperoleh kedua-duanya pada diri manusia itu sungguh sulit dan langka.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Hukum Positif ke Negeri Muslim Mirip dengan Masuknya Bangsa Yahudi ke Tanah Palestina
Umar bin Khattab pernah berkata (berdoa): "Ya Allah, sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu akan lemahnya orang yang bisa dipercaya dan kuatnya orang yang fajir (tidak bisa dipercaya dan banyak dosa)."
Lihat Juga :