Ketika Tarekat Sufi Mengalami Radikalisasi

Rabu, 02 Agustus 2023 - 16:09 WIB
loading...
A A A
Antropolog dan peneliti Sufi Juergen Wasim Frembgen menggambarkan hubungan antara ketidakadilan dan ekstremisme dalam konteks budaya Pakistan dalam bukunya Sufi Hotel:

“Dengan klaim mereka atas kebenaran absolut, delusi mereka yang membara dan kode moral yang ketat, para Wahhabi dan Salafi yang sepenuhnya percaya diri ini – belum lagi para pendukung ISIS, yang banyak di antaranya diradikalisasi di Internet – sangat sedikit yang tahu tentang keyakinan mereka. Tapi tempat berkembang biak bagi fantasi mereka tentang penebusan dengan segala ketegasan dan kehati-hatian mereka adalah ketidakadilan besar-besaran dan kurangnya kesempatan untuk menjalani kehidupan yang layak yang selama beberapa dekade telah menjadi kenyataan nyata dari Afrika Utara hingga Asia Selatan."

Baca juga: Tasawuf dan Para Sufi Menurut Ibnu Taimiyah

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa “kesalahan utama untuk pembangunan ekonomi yang tidak setara terletak pada ideologi neoliberal Barat yang makmur dengan kepuasan diri, eksploitasi sumber daya tanpa ragu dan dukungan untuk rezim represif."

"Hari ini, dengan agama konsumsi individualnya, ia menjarah – seperti yang terjadi sebelumnya di era kolonialisme dan perdagangan budak – dan merusak mata pencaharian masyarakat, sehingga mendorong radikalisasi".

Fanatik agama radikal – apakah itu Taliban, gerakan Salafi, atau teroris IS – menyerang tasawuf. Tempat berkembang biaknya serangan-serangan ini diciptakan oleh wacana fundamentalis yang berpusat pada impian untuk memulihkan "Islam sejati" yang dianggap satu.

Dalam perjalanan perkembangan ini, sejumlah tarekat sufi mengalami radikalisasi. Di Pakistan, beberapa gerakan Sufi dalam beberapa dekade terakhir menjadi lebih terpolitisasi, dengan para pendukungnya secara teratur menarik perhatian pada diri mereka sendiri dengan membuat tuduhan penistaan dan tidak menghindar dari kekerasan.

"Berkali-kali, pencemaran nama baik yang sangat dipolitisasi seperti itu mengarah pada konflik kekerasan, pembunuhan atau proses pengadilan yang melanggar hak asasi manusia," demikian Marian Brehmer.

Baca juga: Ilmu Tasawuf: Cabang Keilmuan, Dasar dan Bentuk Ajarannya
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Rekomendasi
Terpantau Keluar dari...
Terpantau Keluar dari Rotasinya, Astronom Sebut Matahari Mulai Tidak Stabil
Ratusan Laba-laba Berjatuhan...
Ratusan Laba-laba Berjatuhan dari Langit, Ini Penyebabnya
Pabrik Senjata Berusia...
Pabrik Senjata Berusia 5.500 Tahun Ditemukan di Israel
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved