Saat Sultan Abdul Hamid II di Bawah Ancaman Konspirasi Utsmani Muda
Jum'at, 31 Juli 2020 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Sosok Labil
Mengenai Namiq Kamal ini, Sultan Abdul Hamid menyebutkan dalam buku catatan hariannya: “Kamal Beik (Namiq Kamal) adalah orang yang paling banyak menyita perhatian saya di antara orang-orang yang menyebut dirinya Sebagai ‘Utsmani Baru’.
Dia adalah sosok yang sangat labil. Sosok di mana antara kehidupan keluarganya tidak sesuai dengan kehidupan pribadinya dan antara kehidupan penanya sangat kontradiksi dengan kehidupan pemikirannya.
Baca juga: Begini Cara Sultan Muhammad Al-Fatih Memuliakan Ulama
Mungkin kau bisa menyebutkan bahwa seseorang mampu melakukan suatu pekerjaan tertentu atau tidak mampu. Namun hal ini tidak mau kau lakukan pada pribadi Kamal Beik. Sebab dia sendiri tidak tahu siapa dirinya. Kau bisa katakan bahwa dia adalah salah satu dari orang-orang yang sangat langka. Seorang yang memiliki kepribadian ganda. Di mana setiap langkah hidupnya selalu berbeda dengan yang lain sesuai dengan kondisinya.
Baca juga: Ada Duka dan Ada Pesta Saat Sultan Muhammad Al-Fatih Wafat
Barang siapa yang mengenalnya dari dekat, mereka akan tahu bahwa dia tatkala dekat dengan beberapa orang dia menulis Al-Tarikh Al-Utsmani, namun tatkala hubungan itu putus maka mereka akan mengenal dia adalah orang yang memotong kepala ikan besar dengan ucapannya, 'Anjinglah orang yang merasa aman dengan pemburu yang tidak adil.’
Baca juga: Konstantinopel Jadi Islambul: Al-Fatih Berambisi Jadikan Ibu Kota Terindah di Dunia
Sesungguhnya dia adalah orang yang tidak punya komitmen. Mungkin ada orang yang demikian ikhlas, sehingga memungkinkan hanya dalam hitungan jam telah kau jadikan dia memiliki cara pikir seperti cara kamu berpikir, namun tidak mungkin bagimu mengetahui hitungan jam atau hari-hari di mana kau akan bawa pikiran-pikiran itu."
Tatkala Sultan Abdul Hamid menyadari bahwa sekelompok “Orang-orang Utsmani Baru” yang dipimpin oleh Medhat Pasya selalu melakukan tekanan terus-menerus agar dia menerima pemikiran-pemikiran mereka, dan memaksanya terlibat dalam perang Rusia-Utsmani, maka Sultan dengan cara yang cerdas memecah anggota-anggota organisasi ini.
Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel
Tindakan itu dia mulai dengan cara membuang pemimpin besarnya yakni Medhat Pasya. Setelah dibuangnya Medhat Pasya, maka kelompok ini pun langsung melakukan aksi menendang Sultan dan melakukan dua konspirasi untuk menurunkan Sultan dari takhtanya. Yang pertama dipimpin oleh Ali Sa’awi yang merupakan anggota organisasi itu. Sedangkan yang satu lagi adalah gerakan Freemasonry yang dilakukan oleh organisasi Kalatani Sakalabiri-Aziz.
Dua konspirasi ini banyak disokong pemerintahan Inggris. Namun kedua konspirasi ini mengalami kegagalan total. Walaupun demikian, kedua gerakan ini telah membuat Sultan demikian keras menyikapi pemikiran tersebut dan orang-orang yang terpengaruh dengannya. (Baca juga: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid )
===
Keterangan Foto: Namik Kamal/Wikipedia
Mengenai Namiq Kamal ini, Sultan Abdul Hamid menyebutkan dalam buku catatan hariannya: “Kamal Beik (Namiq Kamal) adalah orang yang paling banyak menyita perhatian saya di antara orang-orang yang menyebut dirinya Sebagai ‘Utsmani Baru’.
Dia adalah sosok yang sangat labil. Sosok di mana antara kehidupan keluarganya tidak sesuai dengan kehidupan pribadinya dan antara kehidupan penanya sangat kontradiksi dengan kehidupan pemikirannya.
Baca juga: Begini Cara Sultan Muhammad Al-Fatih Memuliakan Ulama
Mungkin kau bisa menyebutkan bahwa seseorang mampu melakukan suatu pekerjaan tertentu atau tidak mampu. Namun hal ini tidak mau kau lakukan pada pribadi Kamal Beik. Sebab dia sendiri tidak tahu siapa dirinya. Kau bisa katakan bahwa dia adalah salah satu dari orang-orang yang sangat langka. Seorang yang memiliki kepribadian ganda. Di mana setiap langkah hidupnya selalu berbeda dengan yang lain sesuai dengan kondisinya.
Baca juga: Ada Duka dan Ada Pesta Saat Sultan Muhammad Al-Fatih Wafat
Barang siapa yang mengenalnya dari dekat, mereka akan tahu bahwa dia tatkala dekat dengan beberapa orang dia menulis Al-Tarikh Al-Utsmani, namun tatkala hubungan itu putus maka mereka akan mengenal dia adalah orang yang memotong kepala ikan besar dengan ucapannya, 'Anjinglah orang yang merasa aman dengan pemburu yang tidak adil.’
Baca juga: Konstantinopel Jadi Islambul: Al-Fatih Berambisi Jadikan Ibu Kota Terindah di Dunia
Sesungguhnya dia adalah orang yang tidak punya komitmen. Mungkin ada orang yang demikian ikhlas, sehingga memungkinkan hanya dalam hitungan jam telah kau jadikan dia memiliki cara pikir seperti cara kamu berpikir, namun tidak mungkin bagimu mengetahui hitungan jam atau hari-hari di mana kau akan bawa pikiran-pikiran itu."
Tatkala Sultan Abdul Hamid menyadari bahwa sekelompok “Orang-orang Utsmani Baru” yang dipimpin oleh Medhat Pasya selalu melakukan tekanan terus-menerus agar dia menerima pemikiran-pemikiran mereka, dan memaksanya terlibat dalam perang Rusia-Utsmani, maka Sultan dengan cara yang cerdas memecah anggota-anggota organisasi ini.
Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel
Tindakan itu dia mulai dengan cara membuang pemimpin besarnya yakni Medhat Pasya. Setelah dibuangnya Medhat Pasya, maka kelompok ini pun langsung melakukan aksi menendang Sultan dan melakukan dua konspirasi untuk menurunkan Sultan dari takhtanya. Yang pertama dipimpin oleh Ali Sa’awi yang merupakan anggota organisasi itu. Sedangkan yang satu lagi adalah gerakan Freemasonry yang dilakukan oleh organisasi Kalatani Sakalabiri-Aziz.
Dua konspirasi ini banyak disokong pemerintahan Inggris. Namun kedua konspirasi ini mengalami kegagalan total. Walaupun demikian, kedua gerakan ini telah membuat Sultan demikian keras menyikapi pemikiran tersebut dan orang-orang yang terpengaruh dengannya. (Baca juga: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid )
===
Keterangan Foto: Namik Kamal/Wikipedia
(mhy)
Lihat Juga :