Saat Sultan Abdul Hamid II di Bawah Ancaman Konspirasi Utsmani Muda

Jum'at, 31 Juli 2020 - 09:27 WIB
loading...
Saat Sultan Abdul Hamid...
Sultan Abdul Hamid II. Salah satu adegan dalam serial film Payitaht. Foto/ilustrasi/Ist
A A A
KALANGAN terpelajar Utsmani pada pertengahan abad kesembilan belas telah dipengaruhi pemikiran revolusi Prancis yang telah melahirkan pemerintahan demokratis. Pemikiran ini kemudian melahirkan apa yang disebut dengan pemikiran nasionalisme sekuler dan pembebasan dari kekuasaan personal. (Baca juga: Sultan Abdul Hamid II Tolak Rayuan Zionis Kuasai Bumi Palestina )

Mereka juga banyak terpengaruh dengan pemikiran nasionalisme Italia . yang dipimpin oleh Matazini dengan semua organisasi dan gerakannya.

Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah menjelaskan pemerintahan Utsmani mengalami ancaman dari provokasi militer dan media. Provokasi ini dimaksudkan untuk melemahkan pemerintahan Utsmani, sehingga mereka dengan gencar berusaha untuk mencabik-cabiknya.

Sedangkan negara-negara Eropa dengan dalih kondisi warga Kristen di dalam pemerintahan Utsmani, sepakat untuk melakukan intervensi.

Dalam kondisi yang demikian, tepatnya pada tahun 1856 M, enam orang pemuda Utsmani terpelajar melakukan pertemuan rahasia di sebuah taman pinggiran Kota Istanbul yang dikenal dengan sebutan “Hutan Belgrade”. (Baca juga: Bumi Utsmani Jadi Pintu Pertama dan Pondasi Gerakan Yahudi Internasional )

Para kalangan terpelajar ini membicarakan masalah politik, hingga akhirnya melahirkan pemikiran pembentukan sebuah organisasi rahasia yang mengambil model seperti apa yang ada di Italia yang terkenal dengan "Italia Muda” yang didirikan oleh pemimpin Italia Matazini pada tahun 1831 M. Gerakan ini bertujuan menyatukan Italia di bawah payung Republik. Para remaja itu menyebut organisasi rahasia yang mereka dirikan dengan sebutan “Kesatuan Tekad”.

Di antara remaja yang terlibat dalam organisasi ini, adalah seorang penyair yang di kemudian hari menjadi sangat terkenal yang bernama Namiq Kamil.

Baca juga: Kisah Heroik Sultan Abdul Hamid II Menghadapi Konspirasi Barat

Mereka berpendapat bahwa apa yang akan mereka kerjakan dalam rangka mengenalkan masyarakat terhadap hak-hak mereka dan bagaimana cara memperoleh hak-hak tersebut. Sehingga keinginan orang-orang Kristen untuk merdeka dari pemerintahan Utsmani tidak akan mendapatkan pembenaran dengan masuknya intervensi asing dengan alasan untuk membantu kelompok agama minoritas.

Mereka memandang bahwa untuk menyelamatkan pemerintahan Utsmani dari kemunduran yang dialaminya saat ini adalah dengan cara membentuk sistem politik yang berdasarkan pada demokrasi.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat dan Awal Penghancuran Khilafah Utsmaniyah

Pada saat yang sama, di Prancis terdapat Mushtafa Pasya seorang pangeran asal Mesir yang sedang bersaing dengan Fuad Pasya untuk menduduki kursi kekuasaan di Mesir. Di Prancis inilah sang pangeran mentahbiskan diri sebagai pendukung gerakan yang sedang menyerang pemerintahan Utsmani.

Dia kemudian mengajukan diri sebagai orang perwakilan dari Kelompok Turki Muda. Nama ini membuat orang-orang Eropa kagum. Maka lahirlah sejak saat itu Kelompok Turki Muda (Young Turkey) di Eropa.

Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan

Tiga orang dari kalangan media-revolusiner Utsmani mereka adalah Namiq Kamil, Muhammad Dhiya’ dan Ali Sa’awi bergabung dengan Mushtafa Fadhil di Paris. Mereka membentuk organisasi yang beri nama “Organisasi Utsmani Baru”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Masjid Hagia Sophia...
Masjid Hagia Sophia Turki : Mengenal Toleransi Islam di Dalam Masjid
Paham Menstrual Taboo:...
Paham Menstrual Taboo: Islam Mengikis Tradisi dan Mitos Yahudi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz Mengangkat Iyas bin Mu’awiyah sebagai Hakim
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Rekomendasi
Meteorit Allende Bukti...
Meteorit Allende Bukti Kehidupan Luar Angkasa dan Asal Usul Tata Surya
UNESCO Sebut 3 Kota...
UNESCO Sebut 3 Kota Besar Ini Terancam Digulung Tsunami dalam Waktu Dekat
Lubang Lapisan Ozon...
Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved