alexametrics

40 Hadis Amalan Ringan Berpahala Besar (2)

loading...
40 Hadis Amalan Ringan Berpahala Besar (2)
Rasulullah SAW mengajarkan amalan-amalan sunnah yang memiliki keutamaan dan pahala besar bagi yang mengerjakannya. Foto Ilustrasi/Istimewa
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menghidupkan amalan sunnah karena di dalamnya banyak keutamaan. Ada banyak amalan yang bisa mengantarkan seseorang masuk surga dengan izin Allah Ta'ala.

Ustaz Maulana Ahmad Faisal merangkum 40 hadis-hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) tentang amalan ringan berpahala besar. Berikut lanjutan hadisnya:

11. Membaca Doa Pergi ke Masjid.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَخْرُجُ إِلَى الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَاَسْاَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيْذَنِي مِنْ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ وَكَّلَ اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ وَأَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ حَتَّى يَفْرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ

Dari Abu Sa'id Al Khudri, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berjalan menuju masjid lalu mengucapkan 'Alahumma Inni As'Aluka Bi Haqqis Sa`Iliin 'Alaika Wa As'Aluka Bi Haqqi Mamsyaaya Hadza Fa Inni Lam Akhruj Asyaran Wa Laa Batharan Wa Laa Riya' An Wa Laa Sum'atan Wa Kharajtu Ittiqa' A Sukhthika Wabtigha' A Mardlatika Fa As'Aluka An Tu'idzani Minannar Wa An Taghfirali Dzunubi Innahu Laa Yaghfirudz Dzunuba Illa Anta.'



(Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu, dan aku juga meminta dengan hak jalanku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap ridla-Mu. Maka, aku meminta agar Engkau melindungiku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku, sebab tidak ada yang mengampuni dosa selain-Mu). Maka Allah akan menerimanya dengan wajah-Nya, dan tujuh puluh ribu malaikat juga akan memintakan ampunan baginya sampai ia selesai dari solatnya." (HR Ahmad 11156, Ibnu Majah 827, Hadis Hasan).

12. Membaca Doa Setelah Makan.
عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ مَنْ أَكَلَ طَعَامًا ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Sahl bin Mu'adz bin Anas dari Bapaknya bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa memakan makanan kemudian membaca doa 'Alhamdu Lillaahil Ladzii Ath'amanii Hadza Ath Tha'aama Wa Razaqaniihi Min Ghairi Haulin Minni Wa Laa Quwwatin'.

(Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini kepadaku sebagai rizki, tanpa daya dan kekuatan dariku), maka akan diampuni dosanya yang lalu".
(HR Abu Daud 3505, Hadis Hasan)

13. Membaca Doa Setelah Berwudhu.
عَنْ عُمَرُ قَالَ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ - أَوْ فَيُسْبِغُ - الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Dari Umar bin Khottob, Nabi SAW bersabda: "Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian berdoa 'Asyhadu Anlaa Ilaaha Illallah Wa Asyh Anna Muhammdan Abdullahi Wa Rasuluh'.

(Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan pintu surga yang delapan akan dibukakan untuknya. Dia masuk dari pintu manapun yang dia kehendaki". (HR Ahmad 17777, Muslim 576, Hadis Sahih).

14. Membaca Doa Bangun Tidur, Mau Tahajjud.
عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ عَنِ النَّبِىِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ فَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . الْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ . ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى . أَوْ دَعَا اسْتُجِيبَ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلاَتُهُ

Dari Ubadah bin Ash-Shamit, Nabi SAW bersabda: "Siapa yang bangun di malam hari lalu membaca 'La Ilaaha Illallah Wahdahu Laa Syarikala Lahul Mulku Walahul Hamdu Wahuwa ‘Ala Kulli Syain Qodir, Alhamdulillah Wa Subhanallah Walaa Ilaha Illallah Wallahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah".

(Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah yang memiliki kerajaan dan baginNya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha Besar dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Dia).

Kemudian dilanjutkan dengan membaca "Allahummaghfirlii" (Ya Allah ampunilah aku) atau berdoa yang lainnya, maka akan dikabulkan baginya. Jika dia berwudhu' lalu salat maka salatnya diterima". (HR Ahmad 22673, Bukhari 1086, Abu Daud 5062, Tirmizi 3743, Ibnu Majah 4011, Hadis Sahih)

15. Membaca Doa Masuk Mal (Pasar).
عَنْ سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَحَدَّثَنِى عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكُ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ حَىٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

Dari Salim bin Abdullah bin Umar kemudian ia menceritakan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memasuki pasar kemudian mengucapkan 'Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lah, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu Biyadihil Khairu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai-In Qadiir'.

(Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagiNya, milikNya semua kerajaan dan bagiNya seluruh pujian, Dia Yang menghidupkan, dan mematikan, Dia tidak mati, di tanganNya segala kebaikan, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu),

Maka Allah mencatat baginya satu juta kebaikan, dan menghapus darinya satu juta kesalahan, serta mengangkat untuknya satu juta derajat. (HR Tirmidzi 3756, Hadis Hasan).

16. Membaca Surat Al-Ihklas 3 Kali Seperti Khatam Qur'an.
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لأَصْحَابِهِ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِى لَيْلَةٍ . فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَقَالُوا أَيُّنَا يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآنِ

Dari Abu Sa'id Al Khudri RA, Nabi SAW bersabda kepada para sahabatnya:
"Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu bila ia membaca sepertiga dari Alqur'an pada setiap malamnya?" dan ternyata para sahabat merasa kesulitan seraya berkata, "Siapakah di antara kami yang mampu melakukan hal itu wahai Rasulullah?" Maka beliau pun bersabda: "Allahul wahid Asshomad (maksudnya surat Al-Ikhlash) nilainya adalah sepertiga Alqur'an". (HR Bukhari 5015, Muslim 1922, Hadis Sahih).

17. Membaca Doa Setelah Adzan.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Jabir bin 'Abdullah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berdo'a setelah mendengar adzan 'Allahumma rabba haadzihid da'watit tammah washshalaatil qaa'imah. Aati muhammadanil washiilata walfadliilah wab'atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtah.'

(Ya Allah, Rabb Pemilik seruan yang sempurna ini, dan Pemilik salat yang akan didirikan ini, berikanlah wasilah (perantara) dan keutamaan kepada Nabi Muhammad. Bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah janjikan), maka ia berhak mendapatkan syafa'atku pada hari kiamat". (HR Bukhari 579, Muslim 875, Abu Daud 529, Tirmizi 211, Nasaa,I 1644, Hadis Sahih).

18. Membaca Ayat Kursi Setelah Salat.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي فِي دُبُرِ كُلِ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةَ اِلَّا اَنْ يَمُوْتَ

Dari Abu Umamah Al-Bahili RA berkata, bersabda Nabi Muhammad SAW: "Barang siapa yang membaca ayatul Kursi setiap selesai salat fardhu, maka ia tidak akan terhalang masuk surga kecuali kematian," (HR An-Nasaai 9928, Hadis Sahih).

19. Mengeluarkan Infak Setiap Pagi (Walaupun Rp1.000).
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ النَّبِىَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua Malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; "Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; "Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)". (HR Bukhari 1351, Muslim 2383, Hadis Sahih).

20. Menjenguk Orang Sakit Mendapat Ridha Allah Ta'ala.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِى. قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa kamu tidak menjenguk-Ku?" Jawab anak Adam; "Wahai Rabbku, bagaimana mengunjungi Engkau, padahal Engkau Tuhan semesta alam?" Allah Ta'ala berfirman: "Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, mengapa kamu tidak mengunjunginya? Apakah kamu tidak tahu, seandainya kamu kunjungi dia, kamu akan mendapati-Ku di sisinya?" (HR Muslim 6721, Ibnu Hibban 268, Hadis Sahih). [Baca Juga: 40 Hadis Amalan Ringan Berpahala Besar (1)]

Bersambung ke Bagian 3
(rhs)
cover top ayah
اِنَّمَا التَّوۡبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السُّوۡٓءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوۡبُوۡنَ مِنۡ قَرِيۡبٍ فَاُولٰٓٮِٕكَ يَتُوۡبُ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا
Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya pantas bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

(QS. An-Nisa:17)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak