Kisah Pertentangan Ketika Khalifah Abu Bakar Menunjuk Umar sebagai Penggantinya

Senin, 07 September 2020 - 13:26 WIB
loading...
Kisah Pertentangan Ketika...
Umar bin Khattab dianggap terlalu keras. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KHALIFAH Abu Bakar mulai sakit-sakitan. Beliau merasakan ajalnya sudah dekat. Satu hal yang beliau cemaskan: masa depan umat Islam. Khalifah mulai memikirkan penggantinya. Hanya ada satu nama yang ada dibenaknya: Umar bin Khattab . (Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Meyakinkan Khalifah Abu Bakar tentang Pengumpulan Al-Qur'an )

Masalahnya, Umar orangnya keras dan kasar. Ini pula yang membuat banyak orang bijak tidak suka berhubungan dengan dia, padahal orang-orang bijak itu yang menjadi pembantu-pembantu dekat Khalifah dalam mengatur politik negara.

Perlukah Muslimin dibiarkan memilih sendiri, tanpa memberi pendapat atau mencalonkan seorang pengganti, dan ini pula teladan yang diperolehnya dari Rasulullah ? (Baca juga: Sikap Umar Bin Khattab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan )

Sesungguhnya ini cara yang paling mudah dan ringan. Tetapi Khalifah Abu Bakar teringat akan peristiwa Saqifah Bani Sa'idah dan sikap Anshar, dan teringat apa yang hampir terjadi ketika itu kalau Allah tidak mempersatukan tekad Muslimin dengan segera membaiatnya. (Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar )

Kalau sampai terjadi perselisihan di kalangan Muslimin sewaktu-waktu ia meninggal, maka perselisihan itu akan lebih parah dan lebih berbahaya, yang akan terjadi hanya antara kaum Muhajirin dengan Anshar sendiri sesudah tokoh-tokoh yang lain masih terlibat dalam perjuangan di Irak dan di Syam dalam menghadapi Persia dan Romawi. (Baca juga: Akhlak Umar bin Khattab dan Kesedihannya Ketika Nabi Wafat )

Jika Abu Bakar meninggal lalu terjadi perselisihan, perselisihan demikian akan berkembang menjadi kerusuhan, yang mungkin berkecamuk ke seluruh negeri Arab. Suasana akan menjadi kacau dan politik perluasan yang baru dimulai itu akan berakhir. Tetapi kalau penggantinya sudah ditunjuk dan Muslimin sepakat dengan orang yang ditunjuk, maka apa yang dikhawatirkan itu akan dapat dihindari.

Kalaupun Rasulullah tidak menunjuk pengganti, soalnya supaya jangan ada yang mengira bahwa pengganti yang ditunjuk itu sudah ditentukan bagi kaum Muslimin dengan wahyu dari Allah, sehingga ia akan menjadi Khalifatullah — pengganti Tuhan. (Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat )

Kalau Abu Bakar yang menunjuk penggantinya, hal serupa itu tak perlu dikhawatirkan dan kaum Muslimin dapat dihindarkan dari perselisihan, politik perluasan dapat diteruskan dan akan berhasil. Ini sajalah dilaksanakan.

Terlalu Keras
Pagi itu Khalifah Abu Bakar memanggil Abdur-Rahman bin Auf dan ia menanyakan tentang Umar bin Khattab. "Dialah yang mempunyai pandangan terbaik, tetapi dia terlalu keras," kata Abdur-Rahman.

"Ya, karena dia melihat saya terlalu lemah lembut," kata Abu Bakar. "Kalau saya menyerahkan masalah ini ke tangannya, tentu banyak sifatnya yang akan ia tinggalkan. Saya perhatikan dan lihat, kalau saya sedang marah kepada seseorang karena sesuatu, dia meminta saya bersikap lebih lunak, dan kalau saya memperlihatkan sikap lunak, dia malah meminta saya bersikap lebih keras." (Baca juga: Kasus Kawin Lagi, Begini Marahnya Khalifah Abu Bakar kepada Khalid bin Walid )

Setelah Abdur-Rahman keluar, Khalifah memanggil Usman bin Affan dan ditanyanya tentang Umar. "Semoga Allah telah memberi pengetahuan kepada saya tentang dia," kata Usman, "bahwa isi hatinya lebih baik dari lahirnya. Tak ada orang yang seperti dia di kalangan kita."

Sesudah Usman pergi, Khalifah Abu Bakar meminta pendapat Sa'id bin Zaid dan Usaid bin Hudair dan yang lain, baik Muhajirin maupun Ansar.

Ia ingin sekali mereka seia sekata tentang kekhalifahan Umar. Beberapa orang sahabat Nabi ketika mendengar saran-saran Abu Bakar mengenai penunjukan Umar sebagai khalifah, mereka merasa khawatir mengingat bawaan Umar memang begitu keras dan karena kekerasannya itu umat akan terpecah belah. (Baca juga: Kasus Khalid tentang Laila, Membaca Sikap Umar dengan Khalifah Abu Bakar )

Mereka sependapat akan memohon kepada Khalifah untuk menarik kembali maksudnya itu. Sesudah meminta izin mereka masuk menemuinya, dan Talhah bin Ubaidillah yang berkata: "Apa yang akan Anda katakan kepada Tuhan kalau Anda ditanya tentang keputusan Anda menunjuk Umar sebagai pengganti, yang akan memimpin kami. Sudah Anda lihat bagaimana ia menghadapi orang padahal Anda ada di sampingnya. Bagaimana pula kalau sudah Anda tinggalkan?!"

Baca juga: KPK Tegaskan Tak Akan Menunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah

Mendengar itu Abu Bakar marah dan berteriak kepada keluarganya: “Dudukkan saya. Sesudah didudukkan ia berkata, dengan air muka yang masih memperlihatkan kemarahan: "Untuk urusan Allah kalian mengancam saya?! Akan kecewalah orang yang menyuruh berbuat kezaliman! Saya berkata: Demi Allah, saya telah menunjuk pengganti saya yang akan memimpin kalian, dialah orang yang terbaik di antara kalian!"

Kemudian ia menujukan kata-katanya kepada Thalhah: "Sampaikan kepada orang yang di belakang Anda apa yang saya katakan kepada Anda ini!"

Abu Bakar merasa sangat letih karena percakapan itu. Dengan senang hati orang sudah sepakat tentang kekhalifahan Umar. Semalaman itu ia tak dapat tidur. Keesokan harinya datang Abdur-Rahman bin Auf menemuinya setelah saling memberi hormat.

Baca juga: Respons Pernyataan Menag, PKS: Jangan Terus Mendiskreditkan Umat Islam

Abu Bakar berkata, seolah kejadian kemarin itu masih melelahkannya: "Saya menyerahkan persoalan ini kepada orang yang terbaik dalam hatiku. Tetapi kalian, merasa kesal karenanya, menginginkan yang lain."

Abdur-Rahman menjawab: "Tenanglah, semoga Allah memberi rahmat kepada Anda. Hal ini akan membuat Anda sangat letih. Dalam persoalan ini ada dua pendapat: orang yang sependapat dengan Anda berarti ada di pihak Anda, dan orang yang berbeda pendapat dengan Anda berarti mereka juga memberikan perhatian kepada Anda. Kawan Anda ialah yang Anda senangi. Yang kami ketahui Anda hanya mencari yang terbaik, dan Anda masih tetap berusaha ke arah itu."

Baca juga: Adik Ipar Ganjar Pranowo Jadi Penantang Patahana Dari PDIP

Merasa tidak cukup hanya bermusyawarah dengan orang-orang bijaksana di kalangan Muslimin, terutama setelah ada pihak yang menentang, dari dalam kamar di rumahnya itu Abu Bakar menjenguk kepada orang-orang yang ada di Masjid, dan berkata kepada mereka:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Rekomendasi
Malam Ini Puncak Hujan...
Malam Ini Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid, Bisa Dilihat di Indonesia?
Temuan 123 Simbol Maya...
Temuan 123 Simbol Maya Ungkap Keberadaan Kota Misterius yang Hilang
Para Ilmuwan Mengklaim...
Para Ilmuwan Mengklaim Temukan Jejak Kehidupan Alien di Bulan
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved