Kisah Tabiin Shilah bin Asyyam Al-Adwi

Shilah: Hanyut oleh Kekhusyuan Salat di Malam Pengantin

loading...
Shilah: Hanyut oleh Kekhusyuan Salat di Malam Pengantin
Ilustrasi/Ist
JIKA malam telah merata kegelapannya, orang-orang mulai merebahkan lambung di ranjangnya, Shilah bin Asyya, Al-Adwi bangun, memperbagus wudhu lalu berdiri di mihrabnya, memulai salat. Jiwanya memancarkan cahaya Ilahi yang menyinari bahisrahnya, diperlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaan Allah di seluruh ufuk. (Baca juga:Kaisar Romawi Sumbang 100 Kg Emas, Ubin Marmer, dan 100 Arsitek untuk Masjid Nabawi)

Dr. Abdurrahman Ra’at Basya dalam bukunya yang berjudul “Mereka adalah Para Tabi’in” melukiskan beliau amat gemar membaca Al-Qur’an di waktu fajar. Ketika malam memasuki sepertiga yang terakhir beliau tilawah Al-Qur’an hingga beberapa juz, dengan suara merdu dan perasaan haru.

Shilah bin Asyyam menunaikan ibadahnya itu secara tertib. Tak ada bedanya bagi beliau, baik ketika tinggal di kotanya atau saat berpergian, dalam waktu-waktu sibuk ataupun di saat senggang.(Baca juga: Al-Qasim: Derita Panjang Cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq Semasa Kecil)

Ja’far bin Zaid menuturkan kisahnya, “Ketika kami keluar bersama pasukan kaum muslimin menuju kota Kabul dan berharap semoga Allah menganugerahkan kemenangan melalui tangan kami. Di antara pasukan tersebut terdapat pula Shilah bin Asyyam.



Ketika malam berangsur gelap sedang kami berada pada suatu jalan, pasukan berhenti untuk merasakan makanan yang mereka bawa dan menunaikan salat isya’. Setelah itu seluruh pasukan menuju ke tenda masing-masing untuk melepas lelah.

Saat itulah aku melihat Shilah bin Asyyam pergi ke tendanya seperti yang lain, lalu merebahkan diri seperti yang lain pula. Aku berkata dalam hati, “Mana bukti kemasyhuran salat dan ibadah orang ini, yang dikatakan sampai kakinya bengkak-bengkak itu? Demi Allah aku akan mengawasinya terus malam ini untuk membuktikannya.” (Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini)

Terlihat seluruh pasukan telah tertidur, aku melihat Shilah bangkit lalu keluar dari perkemahan. Beliau menembus kegelapan yang pekat menuju hutan yang lebat pohonnya, rimbun daunnya, rumput-rumputnya tebal dan tajam pertanda sudah lama tidak dijarah manusia. Aku menguntitnya dari belakang.



Sampailah beliau di suatu tempat yang sunyi, beliau mencari arah kiblat, menghadap ke sana, bertakbir dan tenggelam dalam salatnya. Aku memperhatikannya dari jauh, kulihat cahaya memancar dari wajahnya, tenang seluruh anggota badannya, khusyu’ sepenuh jiwanya. Seakan tempat yang rawan menjadi taman yang nyaman, yang jauh terasa dekat dan kegelapan bagai cahaya yang terang benderang. (Baca juga: Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz)
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
اَفَحَسِبۡتُمۡ اَنَّمَا خَلَقۡنٰكُمۡ عَبَثًا وَّاَنَّكُمۡ اِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُوۡنَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

(QS. Al-Mu’minun:115)
cover bottom ayah
preload video