Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?

loading...
Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?
Menurut Syaikh Al Utsaimin, tidak mengapa membatasi keturunan. Mengambil solusi paling ringan dampak negatifnya diantara dua pilihan terburuk. Foto ilustrasi/ist
Saat ini, banyak pasangan suami istri yang menunda kehamilannya. Banyak alasan mengemuka, salah satunya karena belum siap secara materi atau belum mapan, alasan istri masih bekerja dan lain sebagainya.

Bagaimana sebenarnya menunda kehamilan dalam pandangan syariat? Lantas hukum mengkonsumsi pil KB atau memasang spiral guna mencegah kehamilan ini?

(Baca juga :Lelaki Penggoda dan Hukumannya)

Berikut fatwa Asy Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah dalam kitabnya 'Marja’: Tathbiiq Fatawa Ibn Utsaimin Lianduruwid'. Syaikh Al 'Utsaimin menjelakan, tidak diragukan, mengkonsumsi pil dan obat-obatan pencegah hamil, merupakan perkara yang tidak sesuai syari’at dan tidak sesuai dengan harapan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam terhadap umatnya. Karena Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menginginkan agar umatnya memiliki keturunan yang banyak.



(Baca juga :Batasan-batasan Aurat Orang Tua dan Anak)

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam,

تزوجوا الودود الولود فإني مكاثر بكم الأمم



“Menikahlah dengan wanita yang lembut lagi subur karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlah kalian dihadapan umat-umat yang lain.”
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اِنَّمَا التَّوۡبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السُّوۡٓءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوۡبُوۡنَ مِنۡ قَرِيۡبٍ فَاُولٰٓٮِٕكَ يَتُوۡبُ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا
Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya pantas bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

(QS. An-Nisa:17)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video