Pasukan Muslim Kepung Kota Bahrasir, Ajakan Damai Raja Persia Ditolak

Minggu, 25 Oktober 2020 - 09:30 WIB
loading...
Pasukan Muslim Kepung...
Ilustrasi/Ist
A A A
MALAM itu Sa’ad bin Abi Waqqash sedang memikirkan posisinya dalam menghadapi Mada'in , Ibu Kota Persia . Akan diserangnyakah bersama pasukannya yang sekarang masih riang gembira dimabuk kemenangan, dan mereka memang ingin sekali menyerbunya? Atau akan membiarkan mereka beristirahat selama beberapa hari kemudian berangkat bersama ke sana? (Baca juga: Pasukan Muslim Merangsek ke Ibu Kota, Sejumlah Komandan Kompi Persia Tewas )

Kota itu sudah dekat. Kalau dia berhenti hanya sampai di situ, tindakannya ini akan menggoda pihak Mada'in untuk mempertahankannya. Jadi lebih baik diserbu dengan mendadak. Oleh karena itu ia memerintahkan pasukannya — bila malam sudah sunyi — supaya berangkat dan bermarkas di Bahrasir .

Bahrasir adalah daerah pinggiran kota Mada'in, di tepi Sungai Tigris ke sebelah kanan, sedang Mada'in berhadapan di tepi sebelah kirinya. Jadi termasuk bagiannya, hanya dipisahkan oleh sungai. Letak Mada'in sekitar dua puluh mil di selatan Baghdad, yang ketika itu merupakan sebuah desa yang tidak berbeda dengan desa-desa lain di bagian Sungai Tigris. (Baca juga: Perang Kadisiah: Mukjizat Pasukan Muslim dan Nujum Panglima Perang Persia )

Sejak lama di masa silam Mada'in sudah merupakan ibu kota Iran menggantikan Babilon , bahkan kemudian melebihinya dari segi keindahan, kemegahan dan keagungannya. Kendati sudah berulang kali menjadi sasaran serbuan Romawi dan sudah sering pula jatuh ke tangannya — di samping istananya yang selalu kacau dan terjadi beberapa kali pergolakan — namun kemegahan dan keindahannya tidak berubah.

Oleh karena itu mata dunia banyak tertuju ke sana. Namanya pun sudah begitu merangsang imajinasi semua orang, membangkitkan segala rasa kagum dan pesona, yang tidak demikian dengan nama Roma atau Konstantinopel .

Di sinilah bertemunya segala arti kemegahan dan kemewahan Timur dalam bentuknya yang paling indah dan paling banyak diilhami oleh dewa-dewa kesenian dan kepenyairan. (Baca juga: Perang 24 Jam: Panglima Persia Menemui Ajalnya Saat Zuhur Tiba )

Kalau begitu, tidak heran pasukan Muslimin yang bertolak ke sana semua membawa kerinduan ingin menyaksikannya, menyaksikan hal-hal yang tak pemah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga. Memang tidak heran kalau gambaran ini menambah semangat dan keberanian mereka untuk menjadikan apa yang tadinya dikira khayal itu kini menjelma di depannya sebagai suatu kenyataan.

Kota Bahrasir dikepung
Sa’ad membawa pasukannya menuju Bahrasir dengan semangat yang masih membara pada pasukan itu. Setiap kuda mereka melangkah maju mereka berhenti kemudian bertakbir berulang kali. Tetapi melihat pihak kota yang bertahan demikian ketat dengan memperkuat diri dan tembok-tembok kota ditutup rapat, maka tak mungkin mereka dapat menyerang. Maka satu-satunya jalan hanyalah dengan mengepungnya. (Baca juga: Dalam Perang Sehari 2.000 Pasukan Muslim Sahid, 10.000 Pasukan Persia Tewas )

Sa’ad segera mengepung kota itu tanpa ada rasa takut ada yang akan menyergapnya dari belakang. la menyebarkan pasukan berkudanya dan menyerang beberapa bagian di Furat dan Tigris. Mereka dapat menyekap seribu petani dan membawa mereka sebagai tawanan. Mereka menggali parit di sekitar mereka. Tetapi petani-petani itu bukan tentara yang biasa berperang, jadi tak ada faedahnya menawan mereka, juga tidak berbahaya kalau dibebaskan. Atas saran Syirzad — seorang penguasa Persia atau dihkan Sabat —kepada Sa’ad mereka dikembalikan ke desa untuk kembali mengolah tanah dan memperbanyak hasil buminya. (Baca juga: Hari Kedua Perang Kadisiah: Pasukan Persia Tanpa Gajah, Pasukan Muslim di Atas Angin )

Sa’ad melaporkan segala tindakannya itu kepada Khalifah Umar bin Khattab , dan Khalifah pun menyetujui saran Syirzad. Dengan demikian penduduk Sawad di sekitar tepi Sungai Tigris sampai ke daratan Arab merasa aman. Di sana mereka mengolah tanah. Para penguasa Persia itu membayar pajak (kharaj) dan jizyah sementara para petani itu sudah merasa makin aman.

Sa’ad meneruskan pengepungan atas kota Bahrasir tanpa merasa khawatir akan disergap dari belakang, juga bahan makanan pasukannya sudah tak perlu dikhawatirkan.

Pasukan Muslimin kemudian menghujani bagian dalam tembok kota Bahrasir dengan manjanik. Tetapi pihak Persia tidak akan menjadi lemah karena gencarnya serangan itu. Mereka yakin, walaupun musuh tidak diusir dari kota mereka, namun sudah tampak betapa kuatnya ibu kota itu.

Mempertahankan Bahrasir memang tidak sulit. Tembok-tembok yang kuat dengan benteng-benteng yang begitu kukuh dan jembatan Tigris yang menghubungkan Mada'in, bala bantuan dan bahan makanan yang tak terbilang banyaknya, dapat didatangkan dari segenap penjuru Persia yang terbentang luas. (Baca juga: Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia )

Oleh karena itu mereka bertahan terhadap pengepungan itu selama berbulan-bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Rekomendasi
Kalimantan Jadi Habitatnya,...
Kalimantan Jadi Habitatnya, Ilmuwan Ungkap Penyebab Ular Raksasa Jarang Terlihat Manusia
Ini Tanda-tanda Orang...
Ini Tanda-tanda Orang yang Akan Meninggal Menurut Sains
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved