Tausiyah Aa Gym tentang Kisah Pemuda dan Bungkusan Misterius

loading...
Adapun cerita mengenai diriku selanjutnya bahwasanya aku meninggalkan Makkah dengan menumpang sebuah perahu. Tanpa aku duga perahu itu oleng. Orang-orang pun bercerai-berai berikut seluruh hartanya. Namun, aku selamat dari musibah ini berpegangan salah satu papan perahu tersebut.

Beberapa hari aku berada di tengah lautan tanpa arah. Tiba-tiba aku terdampar di sebuah pulau yang berpenduduk. Aku menuju masjid untuk membaca Al-Qur'an. Di kampung itu tidak ada seorang pun yang bisa membaca Al-Qur'an. Kemudian mereka mendatangiku untuk meminta mengajari mereka membaca Al-Qur'an. Dari taklimku ini aku bisa mengumpulkan sejumlah uang.

Suatu hari, aku menemukan beberapa lembar Al-Qur'an di dalam masjid. Lembaran itu aku pungut. Orang orang pun bertanya, Apakah kamu bisa menulis?" Aku jawab, 'Ya Kemudian mereka memintaku untuk mengajari tulis menulis termasuk pada anak-anak dan remaja mereka.'

Sejak itu aku mengajari mereka, aku pun bisa mengumpulkan sejumlah uang. Suatu hari masyarakat kampung ini berkata kepadaku, "Kami mempunyai seorang gadis yatim sangat kaya, bagaimana jika kamu menyuntingnya?' Aku menolak tawaran mereka. Mereka tetap memaksaku untuk menikahi gadis tersebut. Akhirnya aku terima tawaran mereka.

Setelah diadakan walimah dan istriku ada di hadapanku, aku mendapati kalung yang dulu pernah kulihat, melingkar di lehernya. Mataku tidak berkedip melihat kalung tersebut.

Orang-orang yang melihatku mengajukan protes, 'Wahai Ustaz, engkau telah menghancurkan hati gadis yatim ini, sebab engkau hanya menatap kalungnya bukan wajahnya!'

Lalu, aku pun menceritakan kisah kalung tersebut. Orang yang hadir kemudian meneriakkan tahlil dan takbir sehingga terdengar oleh seluruh penduduk pulau tersebut. "Aku menanyakan kepada mereka, Ada apa?"

Mereka menjawab, Kakek yang mengambil kalung darimu itu adalah ayah gadis ini. Kala itu kakek tersebut berkata, 'Seumur hidupku, aku tidak pernah bertemu dengan seorang pemuda Muslim yang baik seperti dia! Sang kakek hanya mampu memanjatkan doa: "Ya Allah, pertemukanlah aku dengan pemuda itu agar aku dapat menikahkannya dengan anak gadisku. Sekarang doa itu telah dikabulkan Allah."

Selanjutnya, aku tinggal bersama istriku beberapa tahun. Aku dikaruniai dua anak laki-laki. Istriku kemudian meninggal dunia. Dia mewariskan kalung tersebut untukku dan untuk kedua anakku. Tanpa aku duga, dua anak laki lakiku pun meninggal dunia. Maka tinggalah aku sebatangkara dan menjadi pemilik kalung istriku. Kemudian kalung itu aku jual dengan harga 100 ribu dinar Hartaku yang bisa kalian lihat sekarang ini adalah sisa-sisa harta itu." (Dzail Thabaqatul Hanafiah, 1 196, dalam 99 Kisah Orang Saleh, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq 2011 M)

Saudaraku, siapakah lelaki saleh dalam kisah ini. Lelaki yang telah menjadikan kejujuran dan peneladanan terhadap Al-Mu'min sebagai bagian dari darah dan dagingnya? Beliai adalag Imam Al-Bazzar. Nama lengkapnya Al-Qadhi Muhamad bin Abdul Baqi' Al-Anshari Al-Bazzar, seorang ulama hadis terkemuka. Beliau dikenal pula dengan julukan Qadhi Al Marastan. Beliau wafat pada tahun 535 Hijriyah.
halaman ke-2
cover top ayah
وَلَوۡ يُعَجِّلُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسۡتِعۡجَالَهُمۡ بِالۡخَيۡرِ لَـقُضِىَ اِلَيۡهِمۡ اَجَلُهُمۡ‌ؕ فَنَذَرُ الَّذِيۡنَ لَا يَرۡجُوۡنَ لِقَآءَنَا فِىۡ طُغۡيَانِهِمۡ يَعۡمَهُوۡنَ‏
Jika Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang dalam kesesatan.

(QS. Yunus:11)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video