4 Fakta Tentang Jin, Nomor Terakhir Justru Takut Pada Manusia
Minggu, 26 Juni 2022 - 11:47 WIB
loading...
Selain manusia, makhluk Allah Taala yang bernyawa lainnya adalah bangsa jin. Fakta-fakta tentang jin ini, ternnyata salah satunya dia sangat takut pada manusia bukan sebaliknya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Di antara makhluk ciptaan Allah Ta'ala yang bernyawa selain manusia adalah adalah jin . Bagaimana sebenarnya wujud jin tersebut? Dan bagaimana pula dengan setan dan iblis? Dinamakan jin karena wujudnya yang tersembunyi dari pandangan mata manusia. Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur'an :
"Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka."(QS. Al A'raf 27).
Baca juga: Bolehkah Takut pada Jin? Begini Penjelasan Syaikh Al Utsaimin
Bagaimana sebenarnya asal muasal kejadian jin ini? Syekh Badruddin bin Abdullah as-Syibly dalam kitabnya berjudul 'Ajaib wa Gharaib al-Jin', mengungkapkan fakta-fakta terkait bangsa Jin. Berikut di antaranya:
1. Jin diciptakan
Mengutip pendapat tokoh salaf, Syekh Badrudin menjelaskan, di antaranya Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia mengatakan Allah menciptakan jin 2.000 tahun sebelum menciptakan Adam dan keturunannya. Jin didaulat tinggal dan mengurus bumi. Sedangkan para malaikat, menghuni langit dengan kualitas iman dan amal saleh yang jauh di atas bangsa Jin.
Dari bahan apa jin diciptakan? Bila manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas. Allah Ta'ala berfirman,
"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (QS. Al Hijr: 27). "Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api." (QS. Ar Rahman : 15).
Rasulullah bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kamu [yaitu dari air sperma dan ovum]." (HR Muslim dari Aisyah di dalam kitab Az- Zuhd dan Ahmad di dalam Al Musnad).
Bagaimana wujud api yang merupakan asal kejadian jin, Al Quran tidak menjelaskan secara rinci, dan Allah pun tidak mewajibkan kita untuk meneliti-nya secara detail. Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adhdhak berpendapat bahwa yang dimaksud "api yang sangat panas" (nar al-samum) atau "nyala api" (nar) dalam firman Allah di atas ialah "api murni". Ibnu Abbas pernah pula mengartikannya "bara api", seperti dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir.
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ لَا يَفۡتِنَـنَّكُمُ الشَّيۡطٰنُ كَمَاۤ اَخۡرَجَ اَبَوَيۡكُمۡ مِّنَ الۡجَـنَّةِ يَنۡزِعُ عَنۡهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءاٰتِهِمَا ؕ اِنَّهٗ يَرٰٮكُمۡ هُوَ وَقَبِيۡلُهٗ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡ ؕ اِنَّا جَعَلۡنَا الشَّيٰطِيۡنَ اَوۡلِيَآءَ لِلَّذِيۡنَ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ
"Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka."(QS. Al A'raf 27).
Baca juga: Bolehkah Takut pada Jin? Begini Penjelasan Syaikh Al Utsaimin
Bagaimana sebenarnya asal muasal kejadian jin ini? Syekh Badruddin bin Abdullah as-Syibly dalam kitabnya berjudul 'Ajaib wa Gharaib al-Jin', mengungkapkan fakta-fakta terkait bangsa Jin. Berikut di antaranya:
1. Jin diciptakan
Mengutip pendapat tokoh salaf, Syekh Badrudin menjelaskan, di antaranya Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia mengatakan Allah menciptakan jin 2.000 tahun sebelum menciptakan Adam dan keturunannya. Jin didaulat tinggal dan mengurus bumi. Sedangkan para malaikat, menghuni langit dengan kualitas iman dan amal saleh yang jauh di atas bangsa Jin.
Dari bahan apa jin diciptakan? Bila manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas. Allah Ta'ala berfirman,
"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (QS. Al Hijr: 27). "Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api." (QS. Ar Rahman : 15).
Rasulullah bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kamu [yaitu dari air sperma dan ovum]." (HR Muslim dari Aisyah di dalam kitab Az- Zuhd dan Ahmad di dalam Al Musnad).
Bagaimana wujud api yang merupakan asal kejadian jin, Al Quran tidak menjelaskan secara rinci, dan Allah pun tidak mewajibkan kita untuk meneliti-nya secara detail. Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adhdhak berpendapat bahwa yang dimaksud "api yang sangat panas" (nar al-samum) atau "nyala api" (nar) dalam firman Allah di atas ialah "api murni". Ibnu Abbas pernah pula mengartikannya "bara api", seperti dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir.