Summayah binti Khubath , Syahidah Pertama Dalam Islam
Jum'at, 03 Juli 2020 - 07:01 WIB
loading...
Orang pertama yang mati syahid di jalan Allah ternyata seorang muslimah bernama Summayah binti Khubath, yang juga dikenal sebagai shahabiyat Rasulullah SAW. Foto : ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah perjuangan dan keberanian para shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (SAW) dalam menegakan panji-panji Islam di seluruh dunia, sudah sangat populer. Ada Umar bin Khattab yang dikenal sebagai sang singa padang pasir, Hamzah bin Abdul Muthalib sang panglima Syuhada, Khalid bin Walid, sang panglima perang dan banyak lainnya.
Tetapi siapa yang mengira bila ternyata orang yang pertama kali syahid dalam Islam justru seorang perempuan tua yang lemah, yang tetap teguh memperjuangkan agama Allah di tengah ancaman kaum kafir Makkah . Dialah Sumayyah binti Khubath. Shahabiyat Rasulullah SAW yang dikenal penyabar dan teguh pada pendirian imannya.
Dikutip dari kitab "Nisa Mubasyarat Bil Jannah" dijelaskan bahwa Sumayyah binti Khubath adalah seorang budak dari Abu Hudaifah Sn Mughirah Al Makhaumi. Ia, sama sekali tidak dikenal sebagai Makkah. Kala itu, usianya sudah sangat senja, namun pikirannya masih jernih, dan masih memancarkan cahaya dan semangat keimanan yang tinggi.
Di masa permulaan Islam, hanya segelintir shahabat saja yang berani menampakkan keimanannya, di antaranya Abu Bakar, Bilal, Khobab, Suhaib, Yasir, Sumayyah dan Amar bin Yasir. Adz-Dzahabi rahimahullah menyebutkan, "Ia (Summayah) adalah seorang yang termasuk di antara tokoh shahabiyat atau shahabat Rasulullah SAW ". Summayah tercatat sebagai tokoh yang dikenang karena kesabaran dan jihadnya, maka nama Summayah berada di urutan paling atas. (Baca juga : Inilah Mujahidah Cerdas dan Penghapal Hadis Rasulullah )
Sumayyah merupakan budak dari Hudzaifah bin Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, paman dari Abu Jahal. Sumayyah juga merupakan istri dari Yasir bin Amir al Kannani, seorang pendatang dari Yaman yang pindah ke kota Mekah. Perjumpaannya dengan Yasir tidak terlepas dari peran tuannya, Hudzaifah. Dalam kebiasaan Arab, seorang pendatang harus memiliki perjanjian dengan penduduk asli negeri tersebut agar ia bisa mendapatkan perlindungan. Maka, Yasir pun berlindung kepada Hudzaifah yang merupakan salah satu tokoh terkemuka di Makkah .
Karena kebaikan Yasir, Hudzaifah pun akhirnya menikahkan Yasir dengan budaknya, Sumayyah. Dari keduanya lahirlah seorang putra yang bernama Amar. Setelah melahirkan Amar, Hudzaifah akhirnya memerdekakan Sumayyah. Tak lama kemudian, Hudzaifah pun wafat.
Suatu hari, Amar pulang ke rumah dengan membawa kabar gembira, ia membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengajak kedua orangtuanya untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tawaran itu disambut baik oleh keduanya, mereka bertiga pun akhirnya masuk Islam secara sembunyi-sembunyi.
Di masa permulaan Islam, hanya segelintir sahabat saja yang berani menampakkan keimanannya, di antaranya Abu Bakar, Bilal, Khobab, Suhaib, Yasir, Sumayyah dan Amar bin Yasir. Jika orang muslim itu adalah tokoh terkemuka di Mekkah, mereka akan mencacinya. Namun jika berasal dari golongan biasa, maka para kafir Makkah tak segan-segan untuk menyiksa dan memaksa mereka untuk kembali ke ajaran nenek moyang mereka.
Sahabat-sahabat lainnya dilindungi oleh kaumnya, namun keluarga Sumayyah tak memiliki perlindungan. Berkali-kali mereka disiksa oleh Kafir Quraish Makkah, namun mereka tak pernah goyah untuk tetap berada di agama Allah.
Suatu hari di saat panas matahari begitu terik, Sumayyah, Yasir dan Ammar dibawa ke tengah lapang yang panas, mereka dipaksa untuk memakai baju besi dan dibiarkan terpanggang matahari tanpa diberi minum sedikitpun. Jika mereka sudah melemah, kaum kafir akan melepaskan mereka dan mengembalikan mereka ke rumah, kemudian mereka akan disiksa lagi keesokan harinya.
Hari-hari berlalu dengan berbagai penyiksaan, namun keimanan mereka bukan melemah, justru semakin bertambah kuat. Hingga suatu hari, Sumayyah bersama suami dan anaknya diseret ke tanah lapang oleh kaum Kafir Quraish yang dipimpin Abu Jahal, mereka diikat di tiang-tiang di bawah terik matahari. (Baca juga : Rajin Menjaga Salat Dhuha, Pahala Akan Terus Mengalir )
Abu Jahal memaksa mereka untuk kembali ke ajaran nenek moyang mereka. Namun keluarga itu tak berpaling sedikitpun. Abu Jahal pun geram, kemudian ia menusukkan tombak pendek ke tepat jantungnya Sumayyah, dengan seketika tubuh Sumayyah pun roboh, darah mulai keluar bercucuran disusul dengan keluarnya ruh yang mulai meninggalkan tubuhnya. Sumayyah pun akhirnya syahid demi mempertahankan keimanannya.
Gugur Sebagai Syahidah Pertama
Tetapi siapa yang mengira bila ternyata orang yang pertama kali syahid dalam Islam justru seorang perempuan tua yang lemah, yang tetap teguh memperjuangkan agama Allah di tengah ancaman kaum kafir Makkah . Dialah Sumayyah binti Khubath. Shahabiyat Rasulullah SAW yang dikenal penyabar dan teguh pada pendirian imannya.
Dikutip dari kitab "Nisa Mubasyarat Bil Jannah" dijelaskan bahwa Sumayyah binti Khubath adalah seorang budak dari Abu Hudaifah Sn Mughirah Al Makhaumi. Ia, sama sekali tidak dikenal sebagai Makkah. Kala itu, usianya sudah sangat senja, namun pikirannya masih jernih, dan masih memancarkan cahaya dan semangat keimanan yang tinggi.
Di masa permulaan Islam, hanya segelintir shahabat saja yang berani menampakkan keimanannya, di antaranya Abu Bakar, Bilal, Khobab, Suhaib, Yasir, Sumayyah dan Amar bin Yasir. Adz-Dzahabi rahimahullah menyebutkan, "Ia (Summayah) adalah seorang yang termasuk di antara tokoh shahabiyat atau shahabat Rasulullah SAW ". Summayah tercatat sebagai tokoh yang dikenang karena kesabaran dan jihadnya, maka nama Summayah berada di urutan paling atas. (Baca juga : Inilah Mujahidah Cerdas dan Penghapal Hadis Rasulullah )
Sumayyah merupakan budak dari Hudzaifah bin Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, paman dari Abu Jahal. Sumayyah juga merupakan istri dari Yasir bin Amir al Kannani, seorang pendatang dari Yaman yang pindah ke kota Mekah. Perjumpaannya dengan Yasir tidak terlepas dari peran tuannya, Hudzaifah. Dalam kebiasaan Arab, seorang pendatang harus memiliki perjanjian dengan penduduk asli negeri tersebut agar ia bisa mendapatkan perlindungan. Maka, Yasir pun berlindung kepada Hudzaifah yang merupakan salah satu tokoh terkemuka di Makkah .
Karena kebaikan Yasir, Hudzaifah pun akhirnya menikahkan Yasir dengan budaknya, Sumayyah. Dari keduanya lahirlah seorang putra yang bernama Amar. Setelah melahirkan Amar, Hudzaifah akhirnya memerdekakan Sumayyah. Tak lama kemudian, Hudzaifah pun wafat.
Suatu hari, Amar pulang ke rumah dengan membawa kabar gembira, ia membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengajak kedua orangtuanya untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tawaran itu disambut baik oleh keduanya, mereka bertiga pun akhirnya masuk Islam secara sembunyi-sembunyi.
Di masa permulaan Islam, hanya segelintir sahabat saja yang berani menampakkan keimanannya, di antaranya Abu Bakar, Bilal, Khobab, Suhaib, Yasir, Sumayyah dan Amar bin Yasir. Jika orang muslim itu adalah tokoh terkemuka di Mekkah, mereka akan mencacinya. Namun jika berasal dari golongan biasa, maka para kafir Makkah tak segan-segan untuk menyiksa dan memaksa mereka untuk kembali ke ajaran nenek moyang mereka.
Sahabat-sahabat lainnya dilindungi oleh kaumnya, namun keluarga Sumayyah tak memiliki perlindungan. Berkali-kali mereka disiksa oleh Kafir Quraish Makkah, namun mereka tak pernah goyah untuk tetap berada di agama Allah.
Suatu hari di saat panas matahari begitu terik, Sumayyah, Yasir dan Ammar dibawa ke tengah lapang yang panas, mereka dipaksa untuk memakai baju besi dan dibiarkan terpanggang matahari tanpa diberi minum sedikitpun. Jika mereka sudah melemah, kaum kafir akan melepaskan mereka dan mengembalikan mereka ke rumah, kemudian mereka akan disiksa lagi keesokan harinya.
Hari-hari berlalu dengan berbagai penyiksaan, namun keimanan mereka bukan melemah, justru semakin bertambah kuat. Hingga suatu hari, Sumayyah bersama suami dan anaknya diseret ke tanah lapang oleh kaum Kafir Quraish yang dipimpin Abu Jahal, mereka diikat di tiang-tiang di bawah terik matahari. (Baca juga : Rajin Menjaga Salat Dhuha, Pahala Akan Terus Mengalir )
Abu Jahal memaksa mereka untuk kembali ke ajaran nenek moyang mereka. Namun keluarga itu tak berpaling sedikitpun. Abu Jahal pun geram, kemudian ia menusukkan tombak pendek ke tepat jantungnya Sumayyah, dengan seketika tubuh Sumayyah pun roboh, darah mulai keluar bercucuran disusul dengan keluarnya ruh yang mulai meninggalkan tubuhnya. Sumayyah pun akhirnya syahid demi mempertahankan keimanannya.
Gugur Sebagai Syahidah Pertama
Lihat Juga :