Sultan Muhammad Al-Fatih Gaji Penyair dan Sastrawan 1000 Dinar per Bulan

Rabu, 22 Juli 2020 - 05:00 WIB
loading...
Sultan Muhammad Al-Fatih...
Istana Topkapi. Foto/Ilustrasi/visit2istanbul.com
A A A
Sejarawan sastra Utsmani menyebutkan Sultan Muhammad Al-Fatih sangat peduli terhadap perkembangan sastra . Sultan adalah seorang penyair , berkuasa selama 30 tahun yang diwarnai kemakmuran, kesejahteraan, berkah, dan pembangunan. (Baca juga: Begini Cara Sultan Muhammad Al-Fatih Memuliakan Ulama )

Sultan dikenal dengan sebutan Abu Al-Fath karena berhasil mengalahkan dua kekuasaan besar. Di samping itu, dia juga mampu menaklukkan tujuh kerajaan kecil, menguasai seratus kota, dan mampu memakmurkan tempat-tempat belajar dan ibadah. Maka dia juga sering disebut dengan Abu Al-Khairat.

Baca juga: Pecat Syaikh Kurani sebagai Hakim, Sultan Muhammad Al-Fatih Menyesal

Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, menyebutkan Sultan Al-Fatih menaruh perhatian besar terhadap kesusastraan secara umum, khususnya syair. Dia banyak berteman dengan kalangan penyair dan memilih di antara mereka. Di antaranya, Ahmad Pasya Mahmud, Mahmud Pasya, Qasim Al-laziri Pasya.

Mereka adalah penyair-penyair kenamaan. Dia memiliki 30 orang penyair yang kesemuanya mendapat gaji bulanan sebanyak 1000 dirham. Angka itu tidak kecil. Dinar emas berdasarkan hukum Syari’ah Islam adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce. (Baca juga: Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih Ubah Daratan Menjadi Lautan )

Bandingkan dengan harga 1 koin dinar produksi PT Antam berkisar yang sekitar Rp3.608.250. Itu untuk kandungan emas 99,99 persen.

Maka logis, jika para penyair dan sastrawan itu mengeluarkan semua kemampuan seninya untuk memuji Sultan Muhammad atas semua penghargaan terhadap ilmu pengetahuan, sastra, memberi dorongan agar terus berkembang.

Baca juga: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid

Sultan Muhammad Al-Fatih mengingkari semua bentuk sastra hedonis dan tidak etis. Dia tidak segan-segan memberi hukuman kepada siapa saja yang keluar dari sopan-santun berseni dengan memasukkannya ke dalam penjara atau dikeluarkan dari lingkungan istana. Inilah cara beliau agar seni tetap dalam bingkai moral.

Penerjemah
Selain sastra, Sultan yang menguasai dengan baik bahasa Romawi mendorong tumbuhnya penerjemahan khazanah-khazanah lama dari bahasa Yunani, Latin, Persia, dan Arab ke dalam bahasa Turki. Langkah ini diharapkan memunculkan kebangkitan pemikiran di kalangan rakyatnya.

Baca juga: Al-Fatih Kirim Hadiah dan Surat kepada Penguasa Makkah, Begini Isinya

Salah satu buku yang diterjemahkan itu adalah Masyahir Al Rijal (orang-orang terkenal) karya Poltark. Buku lain yang diterjemahkan ke dalam bahasa Turki adalah karangan Abul Qasim Al-Zaharawi Al-Andalusi, seorang ahli kedokteran, berjudul Al-Tashrif Fit Thibbi. Buku ini kemudian diberi tambahan bahasan alat-alat untuk bedah dan posisi pasien tatkala terjadinya operasi bedah.

Baca juga: Sejarah Hagia Sophia, antara Katedral Kristen Ortodoks dan Masjid

Ketika mendapatkan buku karangan Cladius Ptolemy dalam bidang geografi dan peta dunia, Sultan mempelajarinya dengan serius bersama seorang ilmuan Romawi, George Amerutazus. Kemudian Sultan meminta padanya dan anak ilmuwan tadi yang menguasai bahasa Arab dan Romawi, untuk menerjemahkan buku itu ke dalam bahasa Arab; serta untuk menggambar peta itu serta berusaha secara teliti memberi nama-nama negara dengan tulisan Arab dan Romawi. Dia membayar kedua orang ini dengan bayaran yang mahal, di samping insentif hadiah yang banyak.

Sedangkan Allamah Ali Al-Qawsyaji, salah seorang ulama yang ahli dalam ilmu hitung dan falak di zamannya, setiap kali dia mengarang buku dalam bahasa Persia, maka dia akan menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab, dan kemudian menghadiahkannya kepada Sultan.

Baca juga: Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel

Sultan sangat peduli kepada bahasa Arab, sebab ia adalah bahasa Al-Qur’an sekaligus bahasa ilmu pengetahuan yang menyebar luas di zaman itu. Tak ada yang lebih menonjol dari perhatian Sultan Muhammad Al-Fatih, ketika dia meminta para pengajar di sekolah-sekolah Utsmani memiliki 6 buku utama dalam bahasa, seperti Ash-Shihah, At-Takmilah, AI-Qamus, dan semisalnya.

Sultan memberikan bantuan dan dorongan terhadap gerakan penerjemahan dan tulis menulis. Tujuannya untuk menyebarkan ilmu pengetahuan di tengah-tengah rakyat. Dia juga membangun perpustakaan-perpustakaan umum. (Baca juga: Al-Fatih Sebaik-Baik Pemimpin, Pasukannya Sebaik-baik Pasukan )

Di dalam istana, dia membangun ruang khusus yang berisi buku-buku dan ilmu langka. Dia menunjuk Syaikh Luthti untuk menjadi penjaganya. Dalam perpustakaan tersebut, terdapat 12.000 jilid buku tatkala terbakar pada tahun 1465 M. Profesor Dizman menyebutkan, bahwa perpustakaan ini merupa titik balik ilmu pengetahuan antara Timur dan Barat. (Baca juga: Sembahyang Terakhir di Hagia Sophia, Kisah Haru Jelang Takluknya Konstantinopel )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Masjid Hagia Sophia...
Masjid Hagia Sophia Turki : Mengenal Toleransi Islam di Dalam Masjid
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Terbentuknya Daulah...
Terbentuknya Daulah Utsmaniyah: Pada Mulanya Mengabdi ke Turki Seljuk
Kisah Turki Utsmani...
Kisah Turki Utsmani Menaklukkan Kesultanan Mamalik Mesir
Kisah Ottoman Membuat...
Kisah Ottoman Membuat Eropa Tak Berdaya: Pasar Rempah-Rempah Dikuasai Umat Islam
Rekomendasi
Temuan Ini Buktikan...
Temuan Ini Buktikan Kedekatan Manusia Purba dengan Dinosaurus
Kota Metropolis Kuno...
Kota Metropolis Kuno Berusia 2.500 Tahun Ditemukan di Hutan Amazon
Ribuan Meteorit di Antartika...
Ribuan Meteorit di Antartika Ditakdirkan Hilang Selamanya
Artikel Terkini
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved