Penaklukan Persia (17)

Hari Kedua Perang Kadisiah: Pasukan Persia Tanpa Gajah, Pasukan Muslim di Atas Angin

loading...
Hari Kedua Perang Kadisiah: Pasukan Persia Tanpa Gajah, Pasukan Muslim di Atas Angin
Ilustrasi/Ist
KENDATI segala apa yang dilakukan pasukan Muslimin begitu cemerlang serta perjuangannya yang sudah mati-matian, namun Sa’ad bin Abi Waqqash merasa sangat prihatin melihat jalannya pertempuran dengan cara pasukan Persia yang begitu keras serta besarnya jumlah pasukan dan cara-cara menggunakan pasukan gajah itu. (Baca juga: Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menceritakan waktu siang hari sudah habis dan matahari pun sudah terbenam, tetapi pertempuran tetap berkobar sengit sekali. Sesudah malam mulai sunyi, kedua angkatan bersenjata itu kembali ke posisinya masing-masing, satu sama lain membuat perhitungan untuk hari esok. Lebih-lebih pasukan Muslimin, setelah malapetaka menimpa mereka hari pertama itu. (Baca juga: Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh)

Mengenai Pertempuran Kadisiah hari pertama ini oleh para sejarawan diberi nama "Armas", tanpa ada yang menjelaskan mengapa diberi nama demikian. Menurut Haekal, kalangan orientalis menduga Armas adalah nama tempat terjadinya pertempuran itu. Rasanya tak ada alasan yang dapat mendukung pendapat ini, karena Pertempuran Kadisiah itu terjadi selama tiga hari satu malam di satu tempat, dan untuk setiap harinya diberi nama yang membedakannya.

Pada petang hari terjadinya pertempuran Armas kedua angkatan bersenjata itu kembali ke posisinya masing-masing. Begitu pagi keesokan harinya terbit, pasukan Muslimin dan pasukan Persia sudah sama-sama sibuk menguburkan mayat dan mengangkut mereka yang luka-luka. (Baca juga: Hadapi Muslim, Persia Kerahkan 120.000 Pasukan dan 33.000 Gajah)

Pasukan Muslimin menguburkan mayat-mayat di sebuah lembah di dekat Uzaib dan yang luka-luka dipindahkan ke Uzaib untuk dirawat oleh kaum perempuan.



Pihak Persia menguburkan mayat-mayat mereka yang gugur di bagian belakang dan yang luka-luka dibawa ke seberang sungai.

Sementara kedua pihak sibuk dengan urusan itu Qa'qa' bin Amr at-Tamimi cepat-cepat berangkat dengan seribu anggota pasukannya yang dilepaskan dari Syam untuk memberikan pertolongan kepada pasukan Irak sesuai dengan perintah Khalifah Umar bin Khattab kepada Abu Ubaidah untuk menarik kembali pasukan Irak itu sesudah Allah memberikan kemenangan di Damsyik.

Qa'qa' bin Amr
Sesudah Damsyik dibebaskan dan pasukan Muslimin mendapat kemenangan di Fihl, Hasyim bin Utbah berangkat dengan enam ribu anggota tentaranya sebagai bala bantuan kepada Sa’ad bin Abi Waqqas, sedang Qa'qa' bin Amr di barisan depan cepat-cepat lebih dulu agar dapat menyusul Sa’ad sebelum terlambat. (Baca juga: Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim)



Qa'qa' inilah pahlawan yang menonjol yang oleh Abu Bakar dulu diperbantukan kepada Khalid bin Walid dalam perjalanan petang hari ke Irak. Ketika ada orang yang mengatakan: Memakai orang yang pasukannya tak mampu menangkap satu orang pun, Abu Bakar - menjawab: Selama masih ada orang semacam dia pasukannya tak akan dapat dikalahkan.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
قُلۡ اِنۡ كَانَ لِلرَّحۡمٰنِ وَلَدٌ ۖ فَاَنَا اَوَّلُ الۡعٰبِدِيۡنَ
Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).

(QS. Az-Zukhruf:81)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video