Penaklukan Persia (16)

Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia

loading...
Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia
Ilustrasi/Ist
PANGLIMA perang Persia, Rustum bin Farrakhzad sudah melihat persiapan pasukan Muslimin. Semangat cinta tanah airnya segera timbul. Lupa ia pada ramalan buruknya, sudah tak ingat lagi pada ramalan-ramalan penujumannya.

Persia telah mengembalikan prajurit teladan itu yang dikenalnya sebagai pahlawannya yang terbesar. Oleh karena itu, tak lama lagi, ketika pasukannya menyeberang sungai, mereka sudah dibariskan dalam keadaan siap berperang. Dia sendiri sudah mengenakan baju besi dan topi baja dan sudah siap pula dengan senjatanya. (Baca juga: Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menceritakan pelana kudanya yang sudah dipasangkan, dan ketika menaikinya ia berkata: "Suatu pukulan yang menentukan akan kita mulai besok."

Kemudian ia memerintahkan kepada orang yang dapat mengobarkan semangat perang kepada pasukannya, membela tanah air dan mengusir orang-orang Arab yang kasar tak beradab itu, yang telah menaklukkan beberapa generasi untuk mengekang leher Persia. Sekarang mereka tiba-tiba beimimpi mau memerangi dan mengalahkan Persia. Aib yang bagaimana lagi yang lebih besar dari ini yang harus kita tolak! (Baca juga: Hadapi Muslim, Persia Kerahkan 120.000 Pasukan dan 33.000 Gajah)

Dengan demikian kedua angkatan bersenjata itu sudah saling berhadapan, hanya tinggal menunggu perintah gempur. Semangat kedua pihak sudah begitu berkobar. Yang terdengar oleh pasukan Muslimin hanya tentang surga yang kekal di samping kenikmatan dunia, dan oleh pasukan Persia yang terdengar hanya tentang tanah air, tentang kerajaan dan Kisra serta keagungannya.



Dalam pada itu Sa’ad bin Abi Waqqas sudah berpesan kepada pasukannya: Kalau kamu sudah mendengar suara takbir, maka ikatlah tali alas kakimu; jika terdengar takbir kedua, bersiaplah dan jika terdengar takbir ketiga, segera mulailah serangan ke sasaran. Ia memerintahkan kepada orang yang akan membacakan ayat-ayat perjuangan agar dibacakan pada setiap satuan pasukan berkuda.

Baca juga: KAMI Baru Bisa Goyah Kalau Polisi Tangkap Gatot Nurmantyo

Perasaan mereka berubah menjadi gembira, mereka lebih yakin apa yang sedang mereka hadapi. Setelah pembacaan ayat-ayat itu selesai Sa’ad bertakbir dan yang lain juga ikut bertakbir. Kemudian pada takbir kedua mereka bersiap-siap dan pada takbir ketiga mereka yang berpengalaman dalam perang mulai menyerbu dan tampil bertanding dengan pasukan Persia. Pasukan Persia juga maju menyerbu dengan semangat yang sama menyambut seruan pihak yang mengajak bertarung. (Baca juga: Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim)

Ketika itu Galib bin Abdullah al-Asadi di barisan depan orang yang sudah siap bertarung. Ia tampil sambil membaca syair yang intinya berisi kebanggaan dirinya sebagai pahlawan.



Dalam pada itu Ormizd, salah seorang raja dengan memakai mahkota, datang menghampirinya. Oleh Galib ia berhasil ditawan dan dibawanya kepada Sa’ad, kemudian dia sendiri kembali meneruskan pengejaran. (Baca juga: Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اَفَحَسِبۡتُمۡ اَنَّمَا خَلَقۡنٰكُمۡ عَبَثًا وَّاَنَّكُمۡ اِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُوۡنَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

(QS. Al-Mu’minun:115)
cover bottom ayah
preload video